
ada perasaan seperti babak belur saat melewati malioboro, mengingatkan begitu banyak kenangan akannya di bulan-bulan pertama kami bersama, dulu.
tapi ini baru satu bulan lebih pasca semua kejadian itu, wajar kalau aku masih begitu mencintainya. begitu membayangkan dia bersama si taik asu yang lain masih bercinta-cintaan.
tapi, toh, someone will be tired wishing too much. aku sudah terlalu banyak berharap akannya sebulan lebih ini. saatnya aku berhenti berharap. tidak bisa seketika, aku tahu, tapi perlahan-lahan anak tangga demi anak tangga pasti terlewati. sedikit demi sedikit bila aku bersabar maka semua akan berlalu dan benar-benar menjadi masa lalu.
entah kapan semuanya bisa bersikap biasa-biasa, aku bisa bersikap biasa-biasa, dia bisa bersikap biasa-biasa dan semuanya menjadi cuma biasa-biasa. entah kapan tapi aku percaya aku akan menemukan atau ditemukan seseorang yang hanya untukku. people get what they deserve, orang menuai apa yang mereka tanam.
entah kapan. dan entah di mana.
but i believe, yak. someday. somewhere. akan ada orang yang benar-benar mencintaiku dengan ucapannya, hatinya, perbuatannya, otaknya dan segalanya darinya dan aku juga mencintainya.
ill wait for the day aku dan someone specialku itu bertemu and when these two worlds intertwine, patiently. passionately.
"aku tak percaya lagi
dengan apa yang kau beri
aku terdampar di sini
tersudut menunggu mati
aku berhenti berharap
dan menunggu datang gelap
sampai nanti suatu saat
tak ada cinta kudapat
aku pulang tanpa dendam
kuterima kekalahanku
aku pulang tanpa dendam
kusalutkan kemenanganmu"
-sheila on 7

1 komentar:
Pergo Et Perago..
Selamat kembali ke Surabaya Nin.
Batu
Posting Komentar