welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

Tampilkan postingan dengan label thats hot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thats hot. Tampilkan semua postingan

Poppy Jenkins

Senin, 14 Juni 2021

 One of the best lesbian romantic comedy i read. Poppy Jenkins karya Clare Ashton merupakan satu dari permata yang kutemukan sebelum pandemi, yang kubaca berulang-ulang di saat pandemi, dan saat ini menemani masa pasca putus hubungan kasih.


Ide tentang soulmate, atau happily after, masih merupakan khayalan naif yang membuatku menghindari genre buku seperti ini, terlalu tidak nyata buatku jadi lebih baik sekalian baca yang fantasi atau thriller psikologis atau misteri atau horor namun setelah Highland Fling (oleh Anna Larner) aku mulai membuka diri untuk novel asal Inggris terutama yang pedesaan. Kemudian aku menemukan tulisan Lee Winter (walaupun ini orang Australia) yaitu Red Files dan dari genre age-gap ini muncul Finding Jessica Lambert yang bercerita tentang diversity selain lesbian yaitu terkait penyakit saraf/jiwa yang saat ini sedang tenar. Di sinilah nama Clare Ashton kukenal, kemudian aku membaca That Certain Something oleh pengarang yang sama yang aku segera suka, dan Poppy Jenkins yang semula tidak kulirik karena genre-nya.


Sebagai penggemar slow burn romance, dan pecinta novel lesbian Amerika, Poppy Jenkins ini agak susah untuk menarik perhatianku di awal bab. Namun dialog dalam buku ini ditulis dengan adekuat oleh Ashton, selaras dengan kehidupan ala Wales yang membuatku menikmati kultur bumi yang tak pernah kukunjungi di dunia nyata. Meski kultur ini bukannya sangat jauh berbeda dari keseharianku namun terabanya kecintaan penulis terhadap kotanya membuat tulisan ini terasa "hangat". Seiring dengan berjalannya bab, buku ini membuka tirai demi tirai tanpa tergesa, membuatku kembali ingin membaca lagi setelah tamat kali pertama. Novel ini mengaduk emosi walau tidak secara ekstrim dan dengan telaten merajut rasa demi rasa kedua tokoh.


Buku ini menceritakan tentang bertemu kembalinya dua sahabat lama setelah 15 tahun terpisah, Poppy Jenkins dan Rosalyn Thorn. Rosalyn kembali ke Wells, yang ditinggali Poppy Jenkins dan kedua orang tua Rosalyn, untuk alasan yang tidak diketahui Poppy setelah meninggalkan kota ini 15 tahun lalu untuk alasan yang lebih misterius lagi. Rosalyn mencerabut paksa persahabatan mereka membuat Poppy dihantui keinginan untuk sebuah 'closure'. Kembalinya Rosalyn membuat Poppy bertekad untuk menemukan penutup yang ia cari selama ini namun sahabatnya justru ingin mewujudkan mimpi-mimpi persahabatan mereka dulu seolah tak pernah memutuskan untuk mengakhirinya. Akankah keinginan kedua sahabat ini bertemu di tengah-tengah?


Aku masih ingat ketika guruku bilang kalau Bahasa Inggris  itu bahasa orang munafik, menulisnya apa bacanya beda. Waktu itu aku tertawa dengan guyonan beliau, memang menurut sudut pandang orang Indonesia tulisan dan cara membaca Bahasa Inggris ini tidak sama. Tapi guruku ini pasti belum pernah main ke Wales di wilayah Kerajaan Inggris. Di sini tulisan dan bacaannya akan membingungkan orang London dan memudahkan orang Indonesia.


Sejujurnya aku masih harus membuka kamus bila membaca Poppy Jenkins ini supaya aku mengerti dengan baik apa yang berusaha disampaikan oleh pengarang karena kegagapanku dalam bacaan dengan gaya British. Hal ini bukan berarti Poppy Jenkins bacaan yang sulit, hanya saja karena tidak menyukai genre ini aku hanya membaca sekilas di awal, baru setelah menamatkan buku ini kali ketiga aku merasakan mengapa buku ini mendapatkan penghargaan Rainbow Award untuk Best Lesbian Contemporary & Erotic Romance dan menjadi pemenang ke-dua kategori Best Lesbian Book untuk penghargaan yang sama tahun 2016 dan mulai ingin tahu makna di setiap kata buku ini. Setelah menyesapi pelan-pelan novel ini, aku merasakan betapa sulit untuk membetot perhatianku kepada selain buku ini. Aku jatuh cinta pada bagaimana Ashton mengulang-alik cerita dari masa lalu ke masa sekarang. Jatuh cinta pada Wales, jatuh cinta pada plotnya yang sederhana, karakter tokoh-tokohnya yang kaya dan digulirkan tanpa belit-belit, tentu saja jatuh cinta dengan slow burn romance-nya, ide tentang soulmate ditemukan sejak jatuh cinta kali pertama, dan hal remeh seperti drama keluarga yang biasanya tidak terlalu kugubris pada novel-novel lainnya. Clare Ashton secara cerdas membuat hal sehari-hari tergambar tidak membosankan dengan pilihan katanya, dan yang paling kusukai adalah bagian dialog yang membuat buku ini benar-benar hidup.


Poppy Jenkins ini kurekomendasikan sekali!

bad days?

Minggu, 27 November 2011

Oke, aku sedikit terhibur. Menurut Niken, the best choice penyair Jember is parikesit n1nna. Itu didapat dari tur launching buku Bicara (Bukan) pada Sunyi garapan kami berlima dengan Niken sebagai wakil dari kami. Buku dibedah habis-habisan, bikin mules (tak bisa kubayangkan jika aku jadi Niken), puisi kami dipreteli satu demi satu.

Puisi-puisi yang dibaca:
pejuang pena (aku lupa, ini puisi siapa, ya?)
ada (Eugene Alexis)
Tuhan beri kamu malam ini (parikesit n1nna)
rindu sebisu batu (Niken)
pulang, dek (Niken)
memo pagi ini (Niken)
kang agus (Niken)
masih tentang rindu (Niken)
kota hiu dan buaya (parikesit n1nna).

Itu beberapa diantaranya. Thanks to Niken yang pergaulan sastranya luas, buku kami dapat apresiasi dari komunitas di Jember. Soal aku menjadi penulis pilihan, aku curiga itu karena Niken. Puisiku terlalu personal, terlalu diriku, sedang Niken dan Roy punya tema lebih berat dan luas.

Secara singkat, lewat blackberry messenger (bbm), Niken mengabari kritik mereka:
Roy negasi (pengingkaran, kalimat) hancur,
Niken lemah di unsur kejutan,
n1nna terlalu personal di akhir-akhir,
Eugene ribet di Bahasa Indonesia, dan
Endang hambar.

Wuih, tidak terbayangkan bila kami dibantai di Halte Sastra, bisa-bisa cuma dipandang sebelah mata dan dibakar, hahaha...

Good job, Ken, sori gak bisa nemenin.

finally, sekumpulan puisi cyber keroyokan bersama teman-teman, terbit

Kamis, 27 Oktober 2011


puisi-puisi karya Niken KW, Eugene Alexis, Endang SSN, Roy Tigor dan parikesit n1nna akhirnya dibukukan oleh dbuku. Bicara (bukan) Pada Sunyi, Sekumpulan Puisi Cyber beranekaragam isi, ada yang biasa-biasa, ada yang mengejutkan, ada yang penuh caci maki, ada yang iri-dengki, ada yang manis, disertai banyak rasa lain. keberagaman secara sederhana tentang cinta, hidup, memilih jalan hidup, jalan hidup, perjalanan berusaha dimaknai oleh kelima penulis ini. persis membaca buku pedoman, penulis seolah membolak-balik halaman, berusaha untuk mengerti dan lebih mengerti lagi, lalu bingung, membolak-balik halaman lagi, berusaha mengerti dan lebih mengerti lagi, mencapai suatu kesimpulan lalu kesimpulan itu ditentang sendiri. terus dan terus. seperti orang yang sedang belajar.

meski buku ini berisi puisi-puisi yang sangat sederhana, beberapa sangat kiri, namun kesederhanaan itu seolah bersinergi dengan keinginan belajar yang sangat besar dari penulis untuk membuahkan buku bergambar bibir-bibir manis ini mewarnai jagad perbukuan.

love the one youre with

Selasa, 24 Agustus 2010

Ini adalah novel terakhir yang sudah kubaca. Awalnya aku tertarik karena judulnya benar-benar merupakan sindiran untuk mantan pacarku. Cintai orang yang bersamamu. Tapi saat aku membaca buku ini, secara tidak langsung buku inipun menyindirku. Aku sering sekali bertanya "What if...?" pada diriku sendiri mengenai perpisahanku dengan mantan, dan buku ini seakan-akan menjawab rasa penasaran itu. Buku ini memberiku suatu jawaban lama namun seakan-akan baru. Seperti menamparku.

Bahwa masa lalu itu memang susah dilepaskan, dan bahwasanya kita harus mencintai orang yang bersama kita bila kita memutuskan untuk bersama seseorang.

If you can't forget the one who got away, can you love the one you're with ?

Itu pertanyaan paling dasar, yang membuatku memikirkan ulang kedekatanku tanpa cinta dengan seseorang. Menurutku, kami klik, namun aku belum jatuh hati padanya. Kusadari kemudian kalau aku masih mencintai mantan. Sebut saja mantanku Leo, sama seperti nama tokoh mantan dalam buku ini, aku sudah malas menyebut nama mantan.

Actually I sucked when I was with Leo...she made me needy, spineless, insecure & one-dimensional. No friend knew me for who I was.
Yet the more I tried to entrench myself in that relationship, the more insecure I become.
I mostly saw Leo for what she was --a past love who was never coming back, & I saw myself as a wiser, more complete woman for having lost her.

Namun, perkawanan dengan sejumlah teman yang kudapat dari mengenal Leo agaknya akan menjadi jembatan pertemuan kembali kami pula, sedang aku orang yang tidak bersahabat dengan mantan. Melihat mantan, secara langsung ataupun tidak, saat ini bagiku cuma membangkitkan dendam yang masih membara.

I never really understood those people who are all buddy-buddy with their exes.
It's always tough to let go of the past.
And although one broken heart doesn't make me an expert in the subject, I believe you need both things --time & an emotional replacement-- to fully mend one.

Dalam hati tertantang juga untuk membuktikan bahwa saat ini she means nothing for me. Setelah apa yang dia lakukan padaku.

Everyone needs to get dumped once --it's part of life.
sort of what every girl dreams of when she's dumped. That the guy/girl will someday feel regret and come back and tell her all about it...and the beauty of it is...you have no regrets whatsoever.
Despite the fact that I have no regrets about how things turned out in my life, I still can't help wanting to understand my intense relationship with Leo.
But I'm a mature, stable, happily single woman. So, what is the big deal about seeing an ex-girlfriend, having a little polite conversation ?

Ke depannya, aku ingin menjalin perkawanan dengan kawan-kawan yang kukenal bersama mantan, perkawanan yang tidak menyisakan aku sebagai mantan Leo di benak mereka. Sehingga mereka benar-benar melihatku sebagai aku.

I felt like the exact same person I had always been. I was just exposed to more.
I will look into Leo's eyes, feeling heartbroken, but resolved, and somehow freed. I'm going to follow my heart wherever it leads. I owe it to myself. I owe it to everyone...as a reminder that love is the sum of our choices, the strength of our commitments, the ties that bind us together. You don't have to be nailing each other willy-nilly on the kitchen counters & hardwood floors to have a solid physical connection. Love as a verb. Love as commitment.

Saat aku lemah dan teringat Leo aku akan selalu teringat buku ini pula, yang membantuku menegakkan pemikiran tentang mantan dan cinta yang nantinya akan kutemui suatu hari, bahwa untuk bersama seseorang aku harus mencintainya. Agar aku senantiasa mencintai orang yang bersamaku dan ingat bahwa apapun yang terjadi di masa lalu, seberapa besarnya aku mencintai Leo, perpisahan kami adalah hal terbaik dalam hubungan kami, dan aku bersyukur akan semua yang telah terjadi.

Tetap melangkah ke depan dan jangan menyesal.

jogja ceria, 9-11 juli 2010

Selasa, 13 Juli 2010

bekpekers ke jogja ma three idiots (ran, ra, met) berakhir capek-capek. sedari awal kami berusaha menekan bujet seminim mungkin. alhasil, surabaya-jogjakarta-surabaya lagi, 2 malam 2 hari, kami menghabiskan bujet kurang lebih 250.000 per orang.

so exciting !

dimulai dari stasiun gubeng surabaya, dengan kereta ekonomi gayabaru malam selatan jurusan jakarta, kami naik di gubeng jam 2 siang. surabaya-jogjakarta (stasiun lempuyangan) rp.26.000. turun lempuyangan sekitar jam 8 malam (telat kurang lebih 15 menit mpe setengah jam dari jadwal).

dari lempuyangan kami jalan kaki ke stasiun tugu, menuju jalan pasar kembang untuk mencari hotel di sana. ternyata hotelnya banyak yang penuh, akhirnya kami lewat gang-gang kecil, di sana ternyata ada seorang laki-laki yang menawarkan jasa mencarikan hotel (tanpa babibu, langsung menggiring kami), berusaha mencari-cari akhirnya ketemu juga (banyak yang penuh kamar hotelnya) dengan bujet awal rp.50.000/malam ternyata meningkat menjadi rp.80.000/malam (kamar mandi luar) dan rp.100.000/malam (kamar mandi dalam) plus kipas dan minum tanpa makan pagi. yang membuat kami terhibur adalah, di gang-gang kecil itu banyak sekali bule alias wisatawan mancanegara. sekalian kami praktek bahasa inggris kami yang lumayan ancur, hahaha. sekalian cuci mata liat kaki-kaki mulus bule cewek dan wajah-wajah asing dengan hidung mancung. so exciting !

lalu malamnya setelah kami dapat kamar di jl. sosrokusuman, penginapan pak joni, kami jalan cari makan malam. karena rara ngidam sate deket stasiun tugu, maka kami ke sana, lumayan mahal. satu porsi sate (belum dengan nasi) rp.10.000, nasinya sepiring rp.3.000, es jeruk/es teh bervariasi rp.3.000/rp.2.000. di warung sate itu kami ketemu 2 orang wisman dari jepang, ngobrol bentar dengan bahasa inggris yang sama-sama hancur dan foto-foto bareng.

lalu kami tidur, menyiapkan tenaga buat besok : perjalanan ke borobudur dan prambanan.

jam 7 pagi tet kami tiba di shelter transjogja malioboro. kami tanya pada petugas di shelter tersebut tentang rute ke borobudur. oper transjogja satu kali (bayar karcis cuma sekali, rp.3.000), kami ketemu 3 turis dari spanyol, lantas sama-sama menuju terminal jombor untuk naik bis lagi ke borobudur (rp.10.000 untuk wisatawan domestik dan rp.15.000 untuk wisman). kira-kira satu jam perjalanan, kami sampai di terminal deket borobudur (lupa enggak liat nama terminalnya) lantas jalan kaki ke borobudur. bea masuk situs borobudur rp.17.500 (untuk wisdom, wisman entah berapa yang jelas lebih mahal). cuaca mendung sangat mendukung untuk jalan-jalan di tempat terbuka macam situs borobudur ini.

setelah puas jalan dan foto-foto di borobudur, kami keluar situs. kami makan siang di sana (sekaligus makan pagi), di jalan keluar situs. tertulis di spanduk : nasi rames/nasi pecel/nasi gudeg rp.5.000. saat kami membelinya ternyata nasi-nasi tersebut tanpa lauk (hanya 2 lembar tahu, sedih). untuk nambah lauk, dengan halus ibu tersebut menawarkan telur/ayam, tapi kami tidak kalah cerdik, kami selalu tanyakan harga tiap-tiap hal dengan detil pula. seperti lauknya berapa-an ? minumnya berapa-an ?

kemudian kami menuju prambanan. dari borobudur ke terminal deket borobudur itu lagi, naik bus ke jombor (rp.10.000 untuk wisdom), dari jombor kami tanya ke petugas shelter lagi untuk rute ke prambanan. ternyata harus oper transjogja sekali lagi (cuma bayar sekali, rp.3.000) maka sampailah kami di shelter transjogja prambanan. jalan dari shelter ke pintu masuk prambanan lumayan jauh, tapi karena masih muda kami punya prinsip makan enggak makan asal kumpul, hehehe, capek enggak terasa. masuk prambanan bayar rp.17.500 (wisdom, wisman entah berapa). saran saya, kalau mau ke prambanan dan borobudur mending bawa minum karena perjalanan mengelilingi situs sangat panas dan bikin haus, juga jangan lupa bawa topi (dan kamera tentunya, hehehe).

saat di situs prambanan kami luarbiasa kehausan (karena cuaca tidak sekondusif saat di borobudur), di sana kami tidak menemukan orang yang jualan minum (sampai kami punya ide ekstrim untuk minta minum anak-anak pramuka yang sedang persami di dekat situs tersebut). pada jalan keluar dari situs, kami menemukan musholla dan restoran, kami ke musholla dulu untuk sholat tapi ternyata tidak ada rukuh. di dekat musholla itu ada gerbang pintu yang baliknya ada penjual es degan dan es campur, sejenak musholla terlupakan (karena tidak ada rukuh, sih), kami melepas dahaga. lumayan, es degan/es campur segelas rp.2.000.

lalu kami melanjutkan perjalanan keluar situs prambanan, eh di tengah jalan gerimis. gerimis membesar dan kami berlarian keluar situs, menuju musholla di luar situs. di sana ada rukuh. setelah sholat, seseorang dari kami tadi secara tidak sengaja menemukan tulisan "jual cerutu belanda rp.1000/batang", itu membuat kami tertarik dan akhirnya kembali untuk membeli 3 batang.

kami kembali ke shelter transjogja prambanan dan kembali ke malioboro. dari sana kami ditawari becak ke pusat oleh-oleh pulang-pergi rp.5.000. meski akhirnya mbendhol mburi (enggak enak belakangan) yaitu pak becak mengantar kami ke toko yang tidak kami kenal (maksa banget, alasannya karena jalan ke pusat oleh-oleh bakpia 25/75 macet) dan rp.5.000 ternyata per orang padahal maksud kami rp.5.000 perbecak. menyebalkan sekali. karenanya, tolong hati-hati bila jalan-jalan di jogja, pastikan harga tawar-menawar jelas, sangat jelas.

lalu kami kembali ke penginapan dan beristirahat sebentar sebelum kopi darat ma teman-teman jogja (cuma 4 orang, sih).

kopi darat yang dijadwalkan jam 7 malam ternyata molor mpe jam setengah sembilan. itupun karena kami sudah tidak tahan ngendon di kamar dan kelaparan. kami makan di jl. dagen, nasi goreng surabaya (jauh-jauh ke jogjakarta makannya tetep aja nasi goreng surabaya _ _!) dengan penjual dari madura. rp.7.000/piring (lumayan mahal, ya?) dan minumnya rp.2.000 (es teh/es jeruk).

lalu esoknya kami sarapan di sekitar malioboro, rp.5.500 (lauk telur). dan jalan-jalan sebentar di malioboro sebelum bertolak ke stasiun lempuyangan untuk naik logawa jam 09.15 dan kembali ke surabaya. kami naik becak dari malioboro-lempunyangan rp.10.000/becak, lalu naik kereta ekonomi logawa rp.21.000/orang ke surabaya kembali.

kira-kira bujet kami rp.250.000 (tanpa oleh-oleh). so exciting !

jogja (pasti kami akan) kembali !

Club Camilan by Donna Talitha, Bella Widjaja, Brigitta NS

Sabtu, 03 Juli 2010


Tiga cerita, tiga tokoh utama, tema yang sama : lesbian dan kehidupan. Bagaimana menjadi lesbian mempengaruhi kehidupan dan bagaimana kehidupan mempengaruhi lesbian. Meski cerita yang mengalir berpilihan kata ringan, tapi maknanya berat. Dan bagaimana hubungan antar lesbian kebanyakan hanyalah hubungan di atas pondasi yang rapuh, kalau saya tidak boleh bilang di atas pondasi mimpi.

Favorite words : (menjadi lesbian) "Resikonya, seumur hidup kamu akan hidup dalam ikatan yang rapuh."

Dua Tangisan pada Satu Malam by Puthut EA


Barangkali dari banyak cerpen yang ditulis Puthut dalam buku ini, Dua Tangisan pada Satu Malam inilah yang jadi favorit saya. Maka dari itu, hanya cerpen inilah yang saya ingin bahas. Cerpen ini membahas patah hati dari dua sisi : sisi laki-laki yang keperempuan-perempuanan dan sisi perempuan yang kelaki-lakian. Pilihan kata Puthut menurut saya berbelit-belit namun indah, mengolah kata dengan pencernaan beragam namun mengena, menjadi salah satu produk pasti tentang dua orang kekasih yang berpisah dan menjalani caranya sendiri-sendiri dalam menghadapi perpisahan.

Favorite words : Aku membutuhkannya, ia membutuhkanku, hanya untuk rentang waktu tertentu.
(a dialog like whats between me and xapi)

Saman by Ayu Utami


a very good book to read. story's around a group of best friends about love, sex, politic, affair, mostly taboo in Indonesia at the time when this book released. Utami responsible for the revolution of literature in Indonesia.

theres no plan b -the a team

Kamis, 24 Juni 2010


film berisik. ya iyalah, ini kan film action, bok !
iya, sih, tapi tetep aja berisik. kupikir transformers : revenge of the fallen sudah berisik, eh, film ini menurutku justru lebih berisik ! ngayal lagi. masak ada tank jatuh dari jarak ribuan kaki dari bumi bisa mendaratkan beberapa manusia dengan selamat ?
kalo menurut seorang tulisan dari sebuah majalah internet khusus lesbian, fiksi itu harus realistis. betul sekali.
aku bukan penggemar david copperfield. juga bukan penggemar orang yang menuduh si david bekerja sama dengan jin ifrit-lah, jin lampu wasiat-lah. oke, aku terkesima oleh "tipuan cantik" dari pak copperfield di tv-tv, tapi melihat tipuan yang sama di pembuka film the a team membuatku berpikir, hanibal ini pesulap atau apa, ya ?
lalu tipe penjahatnya juga menyebalkan : orang arab dianggap selalu menjadi penadah (atau apa, ya, namanya ? pokoknya di film ini, pengguna plat uang dollar palsunya adalah orang arab). well, kenapa sih kok enggak orang yahudi saja ? kenyataannya mereka betul-betul penjahat dunia. tidak mengindahkan sama sekali peringatan pbb selama beberapa kali. padahal iran yang cuma sekali melanggar peringatan pbb aja langsung diboikot ekonominya, dianak tirikan, diidolasi dan sebagainya.
di penutup film ini sku baru sadar, oh film ini prekuel dari film seri the a team yang diputar jama baheula itu, to ? aku jua jadi tahu kenapa hanibal is the big boss dan kenapa b.a takut terbang. yang belum kutahu adalah kenapa murdock gila (gen kali, ya ?) dan face tukang flirting.
cerita film ini berkisar tentang the a team, sekelompok elite militer yang tergabung di bawah pimpinan kolonel hanibal. the a team selalu berhasil dalam misinya. kolonel hanibal berambisi untuk menyelesaikan misi plat uang dollar palsu tanpa pertumpahan darah, namun ternyata timnya dijebak oleh satu kelompok tentara lain (aku lupa nama grup mereka apa). mereka dituduh memboikot misi dan menghilangkan/melenyapkan/menyembunyikan barang bukti (plat tersebut) dan dijatuhi hukuman penjara serta dicopot pangkatnya.
hanibal bertekad membersihkan nama mereka. 6 bulan kemudian, dibantu oleh seorang anggota cia, mereka mulai melakukan operasi khusus pembersihan nama baik dan perebutan plat kembali.

annie on my mind -nancy garden

Senin, 21 Juni 2010


novel tahun 80-an ini bercerita tentang cinta 2 orang remaja lesbian. bagaimana mereka belajar tentang perasaan terhadap sesama jenis setapak demi setapak dan bagaimana mereka berdamai dengan diri sendiri tentang kebutuhan cinta akan dua hal : psikis dan fisik. konflik antara cinta dan sekolah juga mewarnai cerita cinta pertama ini. buku yang ringan dibaca dan berakhir bahagia, menyenangkan untuk menjadi teman minum kopi.

"i dont want to be afraid of this, of-- of the physical part of loving you. but youre making me afraid, and guilty, because you seem to think its wrong, or dirty, or something-- maybe you did all along, i dont know..." --annie-
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates