welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

27 februari 2012, 28 februari 2013

Kamis, 28 Februari 2013

kemarin, di tengah hujan dan petir menyambar, tiga orang --satu lelaki dua perempuan--- duduk di perpustakaan alias perpus. salah satunya adalah aku, dua orang yang lain bercerita tentang hantu di ruang kelas yang berada tiga meter dari perpus.

dan...sekarang aku sendirian di perpus (di mana penjaga perpustakaan (yang bukan setan, lho ya) ini??? gak tau apa kalo aku takuuut...). menatap layar laptop dan tidak berharap sosok lain menumpang ngaca.

takut.

takut adalah sesuatu yang manusiawi. bersifat manusia sekali. manusia harus melewati ketakutan demi ketakutan untuk menjadi dia yang sekarang.

takut adalah yang diajarkan Tuhan padaku di detik aku menulis ini (sambil bulu kuduk berdiri).

bayangkan saja kamu mendengar radio saat bermobil di dini hari, sendirian, jalanan lengang. sesekali curi pandang ke spion tengah, adakah sosok "lain" yang ikut menumpang? apalagi yang kau dengarkan di radio adalah cerita tentang hantu.

sudah mulai merasa tidak nyaman?

kalo kita tilik definisi nyeri dari segi pandang ilmu kedokteran saraf, garis besarnya sajalah, nyeri adalah perasaan tidak nyaman dan terkait emosi serta pengalaman. benang merahnya di sini, nyeri dan takut berasal dari perasaan tidak nyaman. membuat gelisah.

satu dari mereka yang tadi kubilang duduk di perpus sambil cerita setan adalah temanku yang punya indera keenam yang cukup peka. katakanlah dia "berbakat". dia gambarkan sosok hantu atau setan secara gamblang. juga hantu/setan lain yang ada di lingkungan sekolah/kerja kami dan hantu kosnya. dan begitu pula di tempat sekolah/kerja kami, kubilang dia punya kapsul terhadap lingkungan sekitar. cenderung menutup diri, sehingga orang lain tak tahu banyak tentangnya. sering, kabar yang beredar hanya berita tidak menyenangkan yang dia lakukan, yang entah benar atau tidak aku juga tidak tahu.

kubayangkan mereka yang memiliki bakat adalah orang yang gelisah.

kalo kuamati, dia seakan mampu mengendus aura orang sekitarnya. mereka yang auranya bersahabat dengan miliknya membuatnya merasa nyaman. apakah dia merasa nyeri atau takut, aku tidak tahu, aku tidak pernah memiliki "bakat" itu. bahkan soal gaydar sekalipun aku payah.

bayangkan saja kau sendirian di perpus, kau lihat berbagai makhluk yang tak orang lain lihat. sebagian makhluk itu tahu kau bisa melihat mereka lalu menggodamu dengan berbagai bentuk yang tidak asyik dinikmati. atau kau duduk di sebuah kafe, de javu dari mimpi yang kau lihat semalam, kecelakaan beruntun terjadi di hadapanmu dan kau hafal wajah-wajah orang yang berhimpitan penuh darah karena mimpi semalam adalah kenyataan kini. kau tahu sesuatu akan terjadi dan barangkali bukan gambaran gamblang yang hadir mengingatkanmu, cuma firasat, tapi sama tidak bisa dihindari.

dan kau menyalahkan diri, atau merasa tak nyaman serta gaduh gelisah dengan "bakat"mu.

sekarang begini, bayangkan dirimu tanpa rasa nyeri. tanganmu terbakar dan kau tak terasa apa-apa. jika seluruh manusia seperti itu, barangkali definisi perempuan cantik saat ini adalah sesuatu yang sangat sederhana, cantik itu tidak cacat.

nyeri dan takut adalah salah satu tameng perlindungan manusia. saat kita menyentuh sesuatu yang panas, refleks menghindar akan melindungi kita dari kerusakan yang lebih parah. rasa takut membawa kewaspadaan agar terhindar dari apa yang kita takutkan. proteksi. meski ada juga rasa takut yang justru membahayakan, semisal lari dari kejaran anjing tanpa melihat lalu lalang kendaraan sekitar. atau nyeri yang tidak lagi berfungsi sebagai pelindung, seperti nyeri patah hati yang berlebihan.

"bakat" yang menjadikan temanku peka ini bagai pedang bermata dua. beberapa minggu ini kami dekat, aku tidak tahu apa yang membuatnya betah padahal mulutku kacau, otakku ngaco. ada rasa takut salah bicara/bertindak menyangkut dia. beberapa teman memahami betapa gelisahnya dia, bersikap hati-hati kepadanya. tapi, tetap aku ingin menjadi diriku sendiri, sementara juga menjadi teman baginya. tidak perlu teman yang sangat dekat, tidak perlu amat akrab. cukup dia tahu bahwa dia bisa mengandalkanku, bukan dalam hal segalanya tapi dalam segala hal yang aku bisa. kalo aku tidak bisa memecahkan masalahnya, cukuplah aku jadi pendengar. kalo aku tak bisa membuatnya tersenyum saat dia gelisah, cukuplah dia tahu dia tak sendiri. cukuplah dia gelisah pada hal lain, tak perlu menggelisahiku.

bersyukur terhadap apa yang telah diberi, termasuk "bakat", termasuk nyeri, termasuk rasa takut. perlahan-lahan ketakutan terlampaui, nyeri pudar, seperti halnya pertemanan. lama kelamaan akan tersaring mereka yang benar-benar teman.



NB: dan mereka-mereka yang "berbakat" hendaknya melakukan pemeriksaan electroencephalography, terutama saat mendapat firasat. barangkali firasat atau apa yang dilihat/dengar itu ternyata bentuk kejang dan kepekaan yang ada adalah perubahan tingkah laku karena kejang tersebut.

Kepada: Sisi

Kamis, 07 Februari 2013

Saat hatiku biru oleh rasa asing, antara ingin menangis dan kelegaan luar biasa, biasanya aku mendengar sebuah lagu dan enggan didekati.

But, now we're standing face to face, isn't this world a crazy place? Just when i thought our chance had passed, you go and save the best for last.

Save the best for last. Barangkali banyak di antara kita yang merasakan dilemmanya cinta. Duh, Tuhan, apa salah saya hingga harus menyetujui perpisahan (dulu)?

Seringkali kita mesti melepaskan seseorang yang kita cintai, untuk bersama orang lain supaya dia bahagia. Tak peduli rasa apapun yang pernah kalian bagi, semua cuma masa lalu dan kita cuma sanggup tersenyum, getir, menyadari apa yang telah kita lepaskan.

Jika kamu pernah mencintai seseorang, dekat dengannya, terlalu takut mengatakan perasaanmu, berbagi banyak hal, melepasnya agar dia bahagia lalu tiba-tiba ia mengatakan bahwa ia mencintaimu (sejak dulu) tapi sekarang ia tak lagi sendiri, maka selamat termenung menikmati lagu yang dibawakan Vanessa Williams dengan lembut ini. You never know what you got until it's gone. Ia tak pernah tahu ia mencintaimu sampai kamu melepaskannya. Dan kamu sesali kesempatan yang tak pernah kamu ambil.

Dalam cinta selalu ada rasa takut kehilangan. Itu yang berusaha kubunuh sekian tahun supaya aku tak terlalu cinta. Tapi ada rasa asing yang selalu memperangkapku, membuatku sulit bernafas. Semakin jauh meninggalkan jejak masa lalu tak disangka semakin terkejar langkahku. Rasa pening yang sulit kuungkapkan karena apa, sebab jika ia cuma sekedar masa lalu, mengapa aku mesti tertegun menyesali apa yang telah kurelakan bertahun-tahun yang lalu? Kenapa rasa sakitnya masih sama dan menyesakkan dada?

Sometimes the very thing you're looking for is the one thing you can't see. Itu yang selalu kuteriakkan di hatiku saat kau memilih dia waktu itu. Tapi waktu berlalu begitu cepat, dari manusia tumbuh kedewasaan dengan cara pandang yang luas dan berbeda-beda. Beberapa orang seperti aku, hanya ingin bahagia.

Namun, yakinlah, aku tak ingin bahagia sendiri. Aku ingin berbagi dengannya.
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates