
namun perjalanan pagiku terhenti
saat di ujung jalan kudapati dia
tak lagi sendiri
hanya bingkai-bingkai kereta pada kota-
kota yang terlewati
kudapati gambaran sepi
tentang lara hati
seperti kota mati
tubuhku menggigil di musim panas yang panjang
lidahku kelu, jiwaku melayang tak pasti
seperti mengingkari kenyataan yang
baru kudapati
seperti deja vu tentang luka
dan angin seperti menari seperti bernyanyi
tentang kebodohanku
dalam mencintainya. kulihat di jendela kereta.
yang kudengar,
"when a man loves a woman
if she is playing him for a fool
he is the last one to know"
maka aku cuma ingin menangis
saat tak bisa lagi menangis

0 komentar:
Posting Komentar