
aku berharap hari itu aku akan bertemu dengan perempuan pertama yang kucintai (yang membuatku menyadari, saat itu, ada hal-hal dari diriku sendiri yang tidak kuketahui : aku mungkin lesbian) yang juga teman sma ku. sebab yang menikah adalah sahabat dekatnya di sma.
tapi rupanya dia tidak datang hari itu. anaknya sakit.
akhirnya aku menghabiskan hari itu dengan berkaraoke bareng temen-temen sma. bernyanyi lagunya kotak : tinggalkan saja, dengan sepenuh hati dan dasar emang yang ikutan karaoke itu gerombolan anak-anak patah hati jadinya hampir semuanya menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hati. many happy returns, setidaknya untuk sementara.
mungkin dalam hatiku akan menyanyikan lagu mariah carey kalau saja aku bertemu dengannya hari ini : you look in my eyes and i got emotional, inside. i know its crazy but you still can touch my heart. and after all this time i think that i wouldnt feel the same but time melts into nothing, and nothing changes.
aku tahu sekarang kenapa aku selalu mempunyai "rasa" terhadapnya. karena dia adalah cinta platonis. maka cinta padanya tidak akan pernah mati. dia akan selalu punya tempat khusus di hatiku dan perasaan terhadapnya jauh dari keinginan untuk memiliki.
do i believe in true love ?
or do i just believe in first love never dies ?
i dont know. i dont care.
tapi aku tidak akan pernah lupa, dari mencintainya aku menjadi diriku yang sekarang ini. dan dari mencintainya aku tahu bahwa cinta tidak selalu berkeinginan untuk memiliki. setidaknya (mungkin) itulah alasan kenapa sampai saat ini dia masih sanggup memberi getar-getar asing pada hatiku (saat melihatnya).
atau, well, mungkin cinta memang tak butuh alasan. sebab ia membangun alasannya sendiri.

0 komentar:
Posting Komentar