dalam air tenang arus menyusur damai
sekali embun yang menitis memecah
di mana percikkannya di mata
lalu kusentuh
basahnya kejernihan
dalam hati sunyi bagai hening pagi
tiada beza lagi kedukaan ini
andai nilai setia tiada, bagaimana pula nantinya ?
di dalam istana serikah warnanya ?
retak kasih ini berlimpahan rona luka
telah pun kita simpan tak sedikit sejarah percintaan
puncak kasih kita
rendangnya, oh, seketika
bagai cerita satu mimpi episod cinta
terpaksa aku redha
walaupun dalam nyata
kau merisih tanya
tidak ku percaya
dalam air tenang, hati melawan sunyi
tiada beza lagi kedukaan ini
andai nilai setia tiada
bagaimana pula nantinya ?
di dalam istana serikah warnanya
hebatkah cinta ?
dalam air tenang, arus menyusur damai
sekali embunnya menitis memecah
andainya tiada cahaya
tidak kumampu untuk menghadapinya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar