welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

bila waktuku tiba

Kamis, 08 Juli 2010


saat makan siang pangsit di dekat smp di jl jawa, tiba-tiba datang 2 orang perempuan yang kukenal. mereka mengambil tempat duduk di sebelahku. dalam pembicaraan kami bertiga, salah seorang dari mereka mengundangku ke pernikahannya tanggal 22 ini di its.

satu pikiran melintas di kepalaku, bagaimana bila waktuku tiba ?
well, saat ini aku bisa berlindung di balik ketiak kakakku yang lebih tua dari pertanyaan tentang : kapan ?
aku sudah bukan anak kuliahan. gelarku bisa membekaliku kecukupan bahkan bila aku memilih menjauh dari keluarga ke pelosok manapun. banyak yang seharusnya bisa kulakukan. tapi... quo vadis ? mau kubawa ke mana semua ini ? sedangkan kalau mau kubawa menjauh pun aku harus melewati pernikahan, baru setelahnya aku boleh bebas-lepas. pada kupingku kanan kudengar suara sepupu a, sepupu b, suara ibu, dsb menjodohkanku dengan anak pak ini-lah, keponakan bu itu-lah. dari kuping kiri kudengar paman x yang berdiskusi dengan ayahku, menjodohkan aku dengan anak temannya. aku atau salah satu dari kakakku, entahlah, semua suara sudah tak jelas lagi saat ini.

jika aku bisa melakukan sesuatu untuk membahagiakan kedua orang tuaku, kenapa tidak ? toh mereka tidak akan memberiku laki-laki yang nggak bener. tapi, bila waktuku tiba nanti, bisakah aku tetap berpikir demikian ? seandainya aku bisa menikahi kekasih perempuan, mungkin ceritanya bakal berbeda. tapi, cinta yang selamanya masih terdengar asing bagiku. masih begitu menakutkan.

coz im excelled at being free

0 komentar:

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates