
awal aku belajar menerima "diri" kira -kira 7 tahun yang lalu, aku mencoba mencari teman yang senasib di internet. aku bergabung di salah satu room khusus yang ternyata banyak terkontaminasi oleh "batangan". seorang bluely menunjukkan padaku sebuah room yang khusus, luar biasa khususnya sehingga tanpa bluely aku pasti dijadiin sasaran kick n banned oleh operator. di sana, aku dikenalkan oleh penggolongan-penggolongan yang terasa asing di otakku. ada B, F dan A. akhirnya aku sepakat dengan hatiku sendiri bahwa mungkin aku lebih banyak berciri-ciri A. pertanyaan bertambah lagi dari orang lain : A condong ke B atau F ? dari situ aku tidak pernah bisa menjawab. sebab aku tidak condong ke mana-mana. aku ini perempuan yang tomboi tapi juga suka dengan pakaian feminin meski jarang memakainya. tak satupun dari B maupun F cocok dengan kriteriaku. aku hanya perempuan yang menikmati menjadi perempuan yang tomboi.
suatu saat aku jatuh cinta pada seorang F dan di saat lain aku tertarik dengan B. aku tidak membatasi ketertarikanku pada satu golongan saja.
saat aku benar-benar jenuh dan tidak mencari, tiba-tiba para perempuan mirip aku bermunculan di hadapanku. orang-orang Androgini dan tidak tergolongkan di B ataupun F.
seorang teman pernah mengatakan padaku : pelan-pelan pasti akan tersaring sendiri orang-orang yang seperti kita. yup, justru dengan tak berlabel-lah kami menyatu. dengan segala perbedaan dan keunikan kami.
sampai saat ini, saat aku ditanya A/S/L, aku akan setia menjawab bahwa aku No-Label. pasti akan timbul pertanyaan "apa itu NL ?", yang akan kujawab "perempuan. itu saja. dan itu aku NL"

0 komentar:
Posting Komentar