
kemarin xapi bertanya padaku, "kamu marah ta sama aku ?"
aku balas bertanya, "marah karena apa ?"
well, lebih tepatnya aku kecewa sama dia. hampir aku menyakiti hati seorang temanku karena ketidakjujurannya. selalu aku kecewa dan memaafkannya tapi pada saat yang sama aku bisa membayangkan bahwa ini juga bukan perkara yang gampang buat xapi. dia tidak bisa membocorkan siapa yang bersamanya sekarang karena aku mengenal perempuan itu, juga karena perempuan itu adalah sahabat xapi.
sewaktu aku sadar siapa perempuan itu, aku betul-betul patah hati dan seketika itu memilih untuk mundur dari hidup xapi. mundur lebih jauh dari yang sebelumnya aku pernah mundur.
beberapa hari dari kejadian itu, aku mendapati diriku harus menghadiri sebuah pernikahan teman baik yang juga teman dari xapi dan perempuannya. xapi bersama lelakinya, sementara perempuannya menghampiriku untuk mengajak foto bersama dan berbincang-bincang. dia tak pernah tahu bahwa aku ada di ranjang xapi sebelum dia.
kemudian saat malam semakin malam, xapi dan perempuannya merayakan pesta bachelorrette-nya xapi bersama teman-teman yang lain. sudah pasti aku tidak ikut. paginya xapi bercerita bahwa dia mabuk berat, berciuman dengan perempuannya itu di depan teman-teman dan muntah-muntah dengan memalukan.
setiap kali chatting dengan xapi setelah aku tahu siapa perempuannya, aku merasa seperti perempuan lain yang sedang bermain mata dengan perempuan yang sudah mempunyai pasangan tidak hanya lelaki tapi juga sesama perempuan. menahan diri agar tidak jatuh pada jurang rasa ingin memiliki dan merelakan xapi pergi.
aku ini perempuan baik-baik, pi. juga perempuanmu itu.
though sometimes i do so tired of straight line.
hari ini aku mendapati sebuah invitation pada facebook-ku, yang segera ku "not attending" di rsvp-nya. pernikahan xapi dengan lelakinya awal juli ini.
sesaat aku berpikir, semudah itukah aku tergantikan ? dari hidup xapi hanya beberapa bulan setelah aku pergi dia telah menemukan yang lain. dari hidup mantanku yang terakhir hanya satu bulan setelah aku pergi dia telah bercinta-cintaan dengan perempuan lain.
sementara xapi dan mantanku yang terakhir selalu meyakinkanku bahwa aku tidak tergantikan. so cliché. theyre not hurting theirselves, they only hurting me by saying things that they dont really mean. how can i make them see just how they did to me ?

0 komentar:
Posting Komentar