
kandasnya perjalanan saya dengan mantan membuat saya bertanya-tanya dalam hati, benarkah dia bukan "another half" saya ? ataukah saya mempunyai lebih dari satu "another half" ?
saya menyadari "map" saya dalam mencintai seseorang. tanpa saya sadari sebelumnya, tapi saya sadari setelahnya. "map" cinta saya berarti mempunyai beberapa kesamaan list tentang hobi para mantan saya yang cenderung sama, ketekunan mereka, juga beberapa list lain. dan mantan saya yang terakhir seperti "lock and key" bagi saya, saya kurang di mana dia lebih dan dia tak ragu-ragu memenuhi kekurangan saya.
jadi, bila saya akhirnya bubar (dengan tidak baik-baik) dengan mantan, apakah itu berarti dia bukan "another half" saya ataukah saya mempunyai "another half" lebih dari satu ?
saya selalu serius dalam berpacaran, itu membuat saya cuma berpacaran dengan dua orang selama sepuluh tahun kelesbianan saya. dua orang mantan itu, sewaktu saya masih bersama mereka, sudah seperti "another half" bagi saya. sewaktu saya putus dari mantan yang pertama membuat saya merasa seperti sesuatu tercerabut paksa dari saya. serasa mantan "mati" dan saya harus berpindah dari perasaan berkabung atas kehilangan itu kepada mereka yang masih "hidup". barangkali mantan yang terakhir kuanggap sama "mati"nya sehingga mau tak mau saya harus meneruskan hidup tanpa dia agar perasaan kehilangan separuh jiwaku dapat saya lalui (itulah kenapa saya heran dengan orang yang bisa bersahabat dengan mantan, saya tidak bisa, harus saya akui itu).
jadi apakah "another half" itu cuma masalah perasaan yang kita artikan pasangan sehingga kita benar-benar punya lebih dari satu "another half" ataukah "another half" itu cuma satu dan kita tidak pernah akan tahu itu siapa ?
"another half" apakah juga sama seperti "garwo" (sigaran nyowo -belahan jiwa) dalam bahasa jawa yang merupakan bentuk halus dari "suami/istri" ? saya selalu suka dengan kata-kata "inggih, niki garwo kulo" (ya, ini suami/istri (belahan jiwa) saya), saya merasa itu adalah kata-kata yang paling romantis yang oleh kebanyakan orang jawa dianggap biasa. sebab orang jawa menggunakan kata "garwo" bukan "laki gue" atau "bini gue".
kalau "another half" bermakna suami/istri, maka jawabnya iya, kita bisa punya lebih dari satu "another half". maka berbahagialah sebagian orang katolik yang benar hanya menikah dengan satu pasangan (suami/istri/yesus) saja tanpa mempunyai affair yang lain, sebab mereka mempunyai hanya satu "another half" saja seperti yang diperbincangkan pada oleh "fairy tales".
jadi, menurut saya, kita bisa mempunyai satu atau lebih dari satu "another half" tergantung persepsi kita masing-masing terhadap makna dari "another half" tersebut. namun apapun yang terjadi, dalam pencarian "another half" tersebut hendaknya kita tidak main-main. hidup kita bukan ajang untuk bermain-main, perasaan bukan untuk dipermainkan. lakukan dengan sungguh-sungguh dalam pencarian tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar