welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

ariel dan kita

Selasa, 22 Juni 2010


saya termasuk orang yang ketinggalan berita tentang ariel vs luna maya-cut tari karena saya orang yang jarang melihat tv. tapi saya cukup tertutupi dengan kegemaran saya online, membaca berita lewat yahoo maupun detik.com. ariel adalah seorang artis yang menurut saya "cool" dalam arti jarang diberitakan buruk, prestasi bermusik sangat menonjol dan lebih cenderung tidak banyak tingkah. tapi seketika khalayak ramai terkejut oleh berita kebinalannya dengan (katanya) 23 artis dari 32 video porno miliknya yang sebagian kecil sudah tersebar di internet (sejauh ini yang saya tahu masih 2 biji aja yang beredar).

dalam hati saya membatin, berapa banyakkah dari kita yang seperti ariel ?

maksud saya, ayolah, siapa sih di antara kita yang enggak menutup "kekurangan" kita dengan topeng prestasi (yang mana ini bagus adanya) atau dengan topeng moral (yang mana ini jelek adanya) ?

kita ambil contoh saja, ariel-luna maya, yang di tv-tv (padahal saya jarang lihat tv) terlihat seperti pasangan yang cupu, yang mukanya sama memerahnya saat luna maya menyerahkan piala dahsyat pada ariel. sopan, bahkan mereka jarang sekali terlihat mesra atau berduaan di layar tv.

atau kasus pedangdut maria eva beberapa tahun yang lalu, bersama dengan seorang pejabat satu partai besar yang mengepalai bagian keagamaan dari partai itu. betapa malunya saat topeng moral yang dikenakan harus dicopot dengan "menyakitkan" dan "memalukan".

kebanyakan kita juga begitu. sok suci, sok perfect, sok apapunlah. kenyataannya, kita menyimpan kebusukan yang tak kalah bau dari punya ariel dan "lawan main" maria eva. saya tidak main-main dengan kenyataan ini, saya menemukannya dari beberapa "mantan teman baik" saya. yang sok suci ternyata piala bergilir dan yang sok perfect ternyata jauh dari sempurna.

well, bagi saya bersikap jujur jauh lebih aman. bukan "jaim" (jaga image) yang harus kita bayar mahal dengan malu dan menyakitkan. bahkan sebagian ada yang membayarnya dengan persahabatan seperti yang terjadi pada saya.

jadi, daripada kita sibuk menghujat ariel sebagai sampah masyarakat, penipu publik ataupun teladan yang tidak patut diteladani, semestinya kisah ariel dan maria eva mampu membuat kita interopeksi terhadap diri sendiri. kita tidak berbeda dari ariel meski kita tidak berusaha membohongi "publik", orang-orang sekitar kita dan orang-orang yang dekat dengan kita, bahkan saat kita melakukan kebohongan terhadap diri sendiri.

bersikap jujurlah dan tetap menjadi dirimu sendiri. itu pilihan.

0 komentar:

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates