welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

is it cheating without sex ?

Senin, 21 Juni 2010


saat istirahat sholat jumat hari jumat lalu, kami para perempuan yang berada di kelas mata kuliah dasar umum, berkumpul pada sebuah kafe baru di kampus kami. yah, seperti kebanyakan perempuan yang berkumpul, tentu kami tak lepas dari menggosip. perlu diketahui bahwa kami bukan sekolah s1 lagi, paling muda di kelas kami berumur 23 tahun, kebanyakan berumur akhir 20-an sampai awal 30-an dan banyak di antara kami yang sudah menikah dan punya anak. pada saat kami mendapat pengarahan masuk kuliah, kami ditekankan bahwa jangan sampai terjadi perselingkuhan, sebab hal tersebut akan dijatuhi sanksi tegas.

dan kami bergosip (saya tidak ikut, sih, tapi ndengerin. sama saja, tho ?) tentang perselingkuhan yang terjadi pada angkatan sebelum kami. perselingkuhan yang santer, bahkan didengar oleh mahasiswa baru dari luar pulau.

lalu pertanyaan timbul dalam hati saya, is it cheating without sex ? maksudku untuk orang yang sudah menikah. atau, dalam dunia saya, untuk pasangan sejenis yang sudah berkomitmen. sejauh apa sih suatu kedekatan dikatakan terlalu dekat ?

kami nantinya akan dibebani tugas berkelompok yang membuat kami harus bekerja sama dengan banyak orang. namun ada tugas yang berpasangan dua orang, ditentukan oleh fakultas. dari situ akan timbul kedekatan antara satu dengan yang lain. pertanyaannya, apakah pergi berdua saja dengan lawan jenis/sesama jenis (tergantung hetero/homoseks) itu akan membuat kita ada pada daerah rawan perselingkuhan ?

saya setuju semua itu tergantung sudut pandang dan bagaimana kita berkomitmen. tapi bila tiba-tiba hati kita berdesir akan seseorang yang dekat dengan kita tanpa sengaja itu, namun di lain pihak kita sudah menikah/punya komitmen dengan pasangan, apa itu disebut selingkuh juga ?

mungkin tergantung pada pemikiran kita juga. kalau kita menahan diri dan memegang komitmen terhadap pasangan, tentu saja semua akan baik-baik saja, meski timbul prasangka dari pihak luar. tapi bila kita tak sanggup menahan diri dari perasaan itu dan membuat kita menghadapi suatu dilema, meski itu tanpa seks, apakah itu tetap selingkuh ?

menurut saya iya, itu selingkuh. jangan lupa, cinta lebih banyak diungkap emotionally daripada physically. ada yang namanya emotional affair meski kadang kita bingung sendiri dalam mendefinisikannya karena batas-batasnya yang tidak jelas. tapi selama kita tetap berpegang pada komitmen dengan pasangan, selama kita tak melewati batas (dalam hal ini seperti menyatakan perasaan kita, peduli berlebihan, lebih mementingkan selingkuhan daripada pasangan, telpon-telpon tidak penting dan semua hal yang membuat perasaan kita makin menguat pada selingkuhan) dan selama kita tidak melakukan seks ataupun hal-hal di luar sesuatu yang dilakukan oleh teman (seperti mencium, berpelukan berlebihan, flirting tidak jelas) maka menurut saya syah-syah saja kita tertarik pada seseorang. hanya saja kita jangan lupa diri, lupa janji dan lupa daratan.

bagaimana dengan pendapat anda ?

0 komentar:

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates