welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

so hard to breath walk with me, maybe...

Jumat, 18 Juni 2021

love is not enough


nasehat yang diketawain anak usia 4 tahun dan orang tua 84 tahun


di tengah keduanya, aku, sulit sekali mencari yang cinta saja cukup selebihnya let's fix it. gagal menyederhanakan keinginan, perasaan, ambisi, nafsu


cinta itu meteor, jadikan ia berpijar sebentar pada kejatuhannya lantas mati...seandainya juga bisa sesederhana itu...so you don't have to lay awake recollecting memories you shared and cry all night long. so you don't have to stay single for even a second, you take live as it comes and never say regret. so you can simply love other human being as fun as the needs between your legs





Poppy Jenkins

Senin, 14 Juni 2021

 One of the best lesbian romantic comedy i read. Poppy Jenkins karya Clare Ashton merupakan satu dari permata yang kutemukan sebelum pandemi, yang kubaca berulang-ulang di saat pandemi, dan saat ini menemani masa pasca putus hubungan kasih.


Ide tentang soulmate, atau happily after, masih merupakan khayalan naif yang membuatku menghindari genre buku seperti ini, terlalu tidak nyata buatku jadi lebih baik sekalian baca yang fantasi atau thriller psikologis atau misteri atau horor namun setelah Highland Fling (oleh Anna Larner) aku mulai membuka diri untuk novel asal Inggris terutama yang pedesaan. Kemudian aku menemukan tulisan Lee Winter (walaupun ini orang Australia) yaitu Red Files dan dari genre age-gap ini muncul Finding Jessica Lambert yang bercerita tentang diversity selain lesbian yaitu terkait penyakit saraf/jiwa yang saat ini sedang tenar. Di sinilah nama Clare Ashton kukenal, kemudian aku membaca That Certain Something oleh pengarang yang sama yang aku segera suka, dan Poppy Jenkins yang semula tidak kulirik karena genre-nya.


Sebagai penggemar slow burn romance, dan pecinta novel lesbian Amerika, Poppy Jenkins ini agak susah untuk menarik perhatianku di awal bab. Namun dialog dalam buku ini ditulis dengan adekuat oleh Ashton, selaras dengan kehidupan ala Wales yang membuatku menikmati kultur bumi yang tak pernah kukunjungi di dunia nyata. Meski kultur ini bukannya sangat jauh berbeda dari keseharianku namun terabanya kecintaan penulis terhadap kotanya membuat tulisan ini terasa "hangat". Seiring dengan berjalannya bab, buku ini membuka tirai demi tirai tanpa tergesa, membuatku kembali ingin membaca lagi setelah tamat kali pertama. Novel ini mengaduk emosi walau tidak secara ekstrim dan dengan telaten merajut rasa demi rasa kedua tokoh.


Buku ini menceritakan tentang bertemu kembalinya dua sahabat lama setelah 15 tahun terpisah, Poppy Jenkins dan Rosalyn Thorn. Rosalyn kembali ke Wells, yang ditinggali Poppy Jenkins dan kedua orang tua Rosalyn, untuk alasan yang tidak diketahui Poppy setelah meninggalkan kota ini 15 tahun lalu untuk alasan yang lebih misterius lagi. Rosalyn mencerabut paksa persahabatan mereka membuat Poppy dihantui keinginan untuk sebuah 'closure'. Kembalinya Rosalyn membuat Poppy bertekad untuk menemukan penutup yang ia cari selama ini namun sahabatnya justru ingin mewujudkan mimpi-mimpi persahabatan mereka dulu seolah tak pernah memutuskan untuk mengakhirinya. Akankah keinginan kedua sahabat ini bertemu di tengah-tengah?


Aku masih ingat ketika guruku bilang kalau Bahasa Inggris  itu bahasa orang munafik, menulisnya apa bacanya beda. Waktu itu aku tertawa dengan guyonan beliau, memang menurut sudut pandang orang Indonesia tulisan dan cara membaca Bahasa Inggris ini tidak sama. Tapi guruku ini pasti belum pernah main ke Wales di wilayah Kerajaan Inggris. Di sini tulisan dan bacaannya akan membingungkan orang London dan memudahkan orang Indonesia.


Sejujurnya aku masih harus membuka kamus bila membaca Poppy Jenkins ini supaya aku mengerti dengan baik apa yang berusaha disampaikan oleh pengarang karena kegagapanku dalam bacaan dengan gaya British. Hal ini bukan berarti Poppy Jenkins bacaan yang sulit, hanya saja karena tidak menyukai genre ini aku hanya membaca sekilas di awal, baru setelah menamatkan buku ini kali ketiga aku merasakan mengapa buku ini mendapatkan penghargaan Rainbow Award untuk Best Lesbian Contemporary & Erotic Romance dan menjadi pemenang ke-dua kategori Best Lesbian Book untuk penghargaan yang sama tahun 2016 dan mulai ingin tahu makna di setiap kata buku ini. Setelah menyesapi pelan-pelan novel ini, aku merasakan betapa sulit untuk membetot perhatianku kepada selain buku ini. Aku jatuh cinta pada bagaimana Ashton mengulang-alik cerita dari masa lalu ke masa sekarang. Jatuh cinta pada Wales, jatuh cinta pada plotnya yang sederhana, karakter tokoh-tokohnya yang kaya dan digulirkan tanpa belit-belit, tentu saja jatuh cinta dengan slow burn romance-nya, ide tentang soulmate ditemukan sejak jatuh cinta kali pertama, dan hal remeh seperti drama keluarga yang biasanya tidak terlalu kugubris pada novel-novel lainnya. Clare Ashton secara cerdas membuat hal sehari-hari tergambar tidak membosankan dengan pilihan katanya, dan yang paling kusukai adalah bagian dialog yang membuat buku ini benar-benar hidup.


Poppy Jenkins ini kurekomendasikan sekali!

Metanoia

Minggu, 30 Mei 2021

'some things break your heart BUT fix your vision'
ada hal-hal yang menghancurkan hatimu tapi memperbaiki pandangan hidupmu.

Bertemu dengan seorang teman yang beberapa tahun lalu (sekitar 3 tahun) perdarahan otak luas. Satu sisi bagian tubuhnya mati dan dia harus konsumsi obat anti kejang bertahun-tahun karena komplikasi jangka panjang penyakit yang diderita. Dia bertanya, "bukankah dokter harus bertanya padaku dan meminta persetujuan kalau akan mengoperasi otakku dulu?" Aku ingat bahwa saat terkena serangan dia mengalami turun kesadaran, keluarganya mengambil alih seluruh persetujuan tindakan medis. Saat itu operasi untuknya dipertimbangkan sebagai penyelamatan nyawa, bukan penyembuhan.

Temanku ini menjadi orang yang lebih pahit dari dia yang dulu. Dulu dia bisa kerja keras dan mengabaikan kesehatan, mendapatkan istri cantik yang jadi rebutan laki-laki bahkan mengalahkan sesama teman kami yang ganteng abis. Punya anak dari istri itu. Kini dia punya keinginan bekerja tapi menulis kata dengan benar saja tidak bisa pada ketikan media sosial. Konon dia dulu kerja desain. Istrinya meninggalkan dia tak lama pasca perdarahan otak dan anak mereka ikut si Bapak alias temanku ini.

Pengetahuan seperti ini membuatku mensyukuri betapa sehat tubuhku saat berbagai peristiwa mendera meski psikisku harus tertatih mengejar. Termasuk 7-8 tahun yang lalu dan bertahun-tahun setelahnya. Betapa beruntung aku karena tidak harus mengalami pengambilan pelajaran yang menyempitkan hati dan akal-pikiran.

Beberapa malam lalu aku berkunjung ke teman lain sesama teman SMA, perempuan bersuami dan beranak 3, dan salah satu pembicaraan kami membahas mengenai teman kami yang pasca perdarahan otak itu. Tentu kehancuran rumah tangga dan sikap sang istri jadi sorotannya. Aku bilang aku belum bersuami, tak berani banyak komentar. Temanku ini bilang bahwa istri itu pekerjanya pemerintah, cukupanlah mestinya paling tidak membawa anak mereka kalau tak mau merawat suami yang tidak bekerja dan bukan pegawai negeri.

'people go but how they left always stays'
orang-orang pergi tapi bagaimana cara mereka pergi itu membekas.

Ada hal yang tak bisa lupa walau telah bertukar maaf. Ada banyak hal setelah kata maaf itu sendiri, bukan hanya sekedar rekonsiliasi masa lalu, namun menjadikan diri sendiri lebih baik dari sebelumnya. Kalau tidak, maaf itu di kata-kata saja, tidak perlu didengar, dibaca, atau bahkan dipedulikan sebab cuma serupa janji manis yang keluar dari mulut berbisa. Ada kalanya aku berpikir bahwa aku layak mendapatkan 'maaf' yang lebih baik, 'goodbye' yang lebih baik, tapi menoleh ke belakang aku merasa beruntung dicerabut paksa.

Kini dan kelak, bila ingin membuka pintu untuk seseorang baik teman ataupun kekasih, ingatkan diri tentang menyaring kedekatan lebih jeli lagi, ingatkan diri pernah menangis pada malam-malam tak sanggup memungkasi hari dengan ketenangan tidur. Ingatkan diri tentang pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah terjawab dan punggung-punggung mereka yang telah merelakanmu terpuruk dan tertunduk pilu.

Pemberian maaf itu adalah mahkota orang-orang yang mulia. Bukan berarti lupa, bukan berarti tak mengambil pelajaran. Kita bisa saja menolak mengambil peran pertemanan kembali apalagi bersahabat, cukup kenal saja. Dan dari pelajaran relasi perkawanan atau percintaan yang telah dilalui bertahun-tahun lama ada catatan penting yang bisa digarisbawahi: kamu tak harus melukai orang lain untuk move on. Berilah orang lain, terlebih kawan baikmu, perpisahan yang lebih baik.

A Year in Our Life: How Do You Measure A Year?

Jumat, 02 April 2021

 How do measure a year in life of a woman or a man?

Hampir ulang tahunku, dalam setahun ini apakah yang paling berkesan dalam hidupku?

    Tentu wabah dunia bernama COVID-19. Dan orang-orang yang terenggut oleh virus yang sangat menular yang merubah kehidupan dunia. Setahun tak bisa bertemu kekasih. Namun juga setahun yang mempertemukan aku kembali dengan seseorang yang kukira takkan pernah kutemui secara fisik dalam tahunan panjang. Xapi. Satu dari mantan kekasih yang menjadi 'sahabat pena' terbaik ketika aku mengalami stress emosional, bukan karena sugestinya yang ciamik sehingga aku selalu menoleh padanya di saat-saat buruk, tapi karena ia tidak sempurna. Ia tak senantiasa menunjukkan ia suci atau tanpa cela. Ia memberiku privasi juga. Dan ia ada di saat paling burukku 2016. Empat tahun kemudian aku mendapat kehormatan mengantar Ayahnya berpulang.


Do you measure a year in her life in truth that she learned? Or in time that she cried? In bridges she burned?


Aku ingat persahabatanku dengan Setya. Saat itu kami 4n6, ketika akan masuk ruangan tiba-tiba dia histeris mengabarkan bapaknya sedang sakit keras. Lalu dia menutup diri, tidak membiarkan satu orang pun masuk sampai Bapaknya pergi.

Sebagai sahabat tentu kita berusaha memahami apa yang diinginkan orang yang kita sayangi, sambil meraba kebutuhannya. Aku merasa tak bisa memberi keduanya pada Setya. Ada kebingungan yang tak bisa kami bicarakan karena Setya sangat introvert. Dan aku bukan pangeran berkuda putih ataupun SJW (social justice warrior). Tidak pernah ingin menjadi pangeran berkuda putih untuk siapapun. Walau dalam hati aku mempertanyakan di manakah dia meletakkanku dalam persahabatan.


Do you measure a year in her life in daylights? In sunsets? In midnights? In inches? In miles? In laughter? In strife?


    Selanjutnya aku terbiasa dicampakkan dengan pintu yang mendadak tertutup di hadapanku. Kita berduka dengan cara kita sendiri-sendiri, aku bisa mengerti. Namun ada bagian dari diriku yang ingin mengatakan, "Kita bisa jadi orang lain nanti, tapi hari ini mari kita bersandar sebentar." Ada yang patah di diriku, dulu, dan ketika aku meraih orang yang tepat dan dia mau meluangkan waktu, ternyata semua bisa menjadi satu titik balik krusial.

Tahun lalu kubilang, "Don't shut me out." Aku memang pernah membiarkannya sendiri saat ia keguguran, karena aku bukan pangeran berkuda putih dan aku harus menjaga perasaan kekasihku waktu itu, walau ternyata kekasih itu tidak layak mendapat kesetiaanku. Kali ini aku ingin mengambil bagian dalam menghormati Ayahnya, walau ia tak tampak membutuhkanku seperti saat ia keguguran dulu. Pada malam di mana Ayahnya pulang selamanya, kami bertemu tepat 4 tahun (kurang sehari) dari pertemuan kami sebelumnya di mana saat itu aku merasa diriku adalah puncak segala kegagalan tentang cinta, studi, persahabatan, dan anak yang gagal mewujudkan cita-cita orang tua. Empat tahun sebelumnya itu menjadi satu dari sekian alasan aku mencoba lagi, sampai tiba di sini. Dan di sini, aku ingin menghormati Ayah perempuan yang kucintai di satu waktu tertentu, dan menjadi sahabat di waktu lain.

Aku sungguh berterima kasih padanya yang telah membuka pintu untuk melakukan apa yang telah kulakukan kemarin. Sungguh suatu kehormatan bisa menjadi satu orang yang bisa tahlil pasca pemakaman, tak bisa kubayangkan aku tanpa itu di pemakamanku. Bisa menjadi salah satu yang berdiri mendirikan sholat jenazah, yang mengirimkan bacaan-bacaan mewakili putrinya saat beliau sakit, dan saat beliau telah meninggal. Mungkin aku takkan pernah jadi sahabat yang belanja bareng, yang menemani di saat ia gelisah atau kepingin nongkrong, aku takkan pernah jadi sahabat pilihan hatinya untuk mengalami kegembiraan atau kesedihan. Di hari lain ia akan jadi orang lain, namun di saat seperti ini... let me handle this with care.


Pada setahun dalam hidupku, aku belajar bahwa in the end only kindness matter. Ketika aku tak ada di sisinya saat ia perlu ia tak membalasku demikian saat aku perlu. Dan aku akan selalu ingat, dan berterima kasih akan hal itu.

Selingkuh

Senin, 08 Februari 2021

Ketika seseorang yang bersama kita ternyata berselingkuh, kita sendiri dan orang di sekitar kita tiba-tiba meraba-raba tanda. Kemudian kita membodoh-bodohkan diri sendiri, atau menyalahkan diri atau orang lain menyalahkan kita dengan kecurigaan “Mungkin sebenarnya dia tahu tapi dibiarkan saja.”


Tidak tahu pasangan kita berselingkuh tidak ada hubungannya dengan kepintaran kita. Kita bisa saja ilmuwan nuklir atau pasca phD Universitas Tokyo atau peraih gelar Master dari Oxford di mana tak ada orang yang bilang kita bodoh namun tetap jadi korban perselingkuhan. Dan kita masih bisa menjadi korban pendapat “Milih si A sih, bukannya dia udah tahu kalau A kegatelan” atau “Milih si B sih, bukannya dulu pernah ketahuan selingkuh” dari orang lain atau orang terdekat. Yang seperti itu adalah kebutuhan manusiawi, seolah dengan memilih pasangan yang tidak gatel dan tidak pernah selingkuh menjadi kunci tidak terjadi pembodohan pasangan. Orang menyalahkan korban dengan menghubungkan kepintaran dan kemampuan meraba tanda-tanda perselingkuhan.


Fokuskan kesalahan pada peselingkuh yang berselingkuh. Mungkin kepada ketidakmampuannya menyelesaikan masalah hingga memilih jalan belakang. Orang seperti ini tentu kita pertanyakan kemampuannya menempatkan sesuatu pada porsinya, misalnya kecerdasan dia seharusnya di letakkan pada hal-hal yang baik, contohnya pada penyelesaian masalah bukan kepada sesuatu yang malah punya risiko memperburuk keadaan. Karena sesungguhnya hanya satu orang yang benar-benar tahu apa yang telah dia lakukan dan mengapa.


So stop telling how stupid you are, or thinking you should’ve seen it coming. Tak ada yang salah dengan mempercayai seseorang, apalagi pasangan kita. Jadikan pelajaran supaya kita tak menjadi mereka yang menyakiti kita.


-catatan sambil nunggu kuliah pagi

Catatan Akhir Tahun 2020

Kamis, 31 Desember 2020

Kusaksikan begitu banyak orang menjadi lebih buruk dari orang yang pernah menyakiti mereka.


Di tempatku belajar dulu, di mana kakak kelas punya kuasa ini-itu terhadap adik kelasnya, seseorang di bawah berusaha menyalakan api pemberontakan. Jauh dalam hatiku ada kecurigaan dia akan menjelma lebih buruk dari kakak kelasnya dalam menyikapi adik kelas, dan ternyata memang demikian.


Seseorang dulu dikhianati oleh kekasihnya, yang sekarang menjadi pasangan hidupnya. Dia membenarkan perselingkuhan-perselingkuhannya dengan awal alasan dendam. Sampai sekarang dia tak bisa mengontrol perasaan, atau nafsunya, dan selalu mencari pembenaran.



Seorang yang lain ditinggalkan oleh kekasihnya begitu saja. Namun kekasihnya itu telah ada saat ia membutuhkan dan si mantan sudah tahu risiko apa yang dia hadapi dengan mencintai kekasihnya itu. Beberapa tahun bersama kekasih baru, dia meninggalkan kekasih barunya saat di saat ia membutuhkan support luar biasa.


Kusaksikan begitu banyak orang yang berkata memaafkan tapi semuanya hanya di bibir. Persis seperti seseorang yang menjalani LDR yang selalu meminta kabar kepada kekasihnya, minta supaya ‘melapor’ sedang di mana-sama siapa-sampai jam berapa. Tapi saat kekasihnya datang ke kotanya ia tetap bekerja waktu penuh bahkan lembur dan mematikan gawai, tak ada pertanyaan bahkan sekedar sudah makan belum apalagi pertanyaan ‘ingin kuantar ke mana?’ Perhatian semu. Pun maaf itu sebagian besar palsu. Kusaksikan mereka slowly became the people they swore they’d never become.


Karenanya resolusi akhir tahunku masih sama sejak bertahun lalu: don’t become those who hurt you. Jangan menjelma menjadi orang yang menyakitimu. Sebab kau akan melakukannya lebih buruk, seolah orang yang kau sakiti memang layak mendapatkannya.


Mereka yang mengenakan jaringan parutnya malah kulihat lebih baik dalam menjaga diri agar orang yang ia cintai tidak jatuh pada lubangnya terjatuh ketimbang mereka yang menutupinya dengan alasan ingin menyederhanakan segalanya atau alasan seagamis apapun.


Dan ketika kamu lelah memperbaiki diri, ingatlah bahwa rasa lelah itu sementara dan menjadi orang yang lebih baik itu selamanya. If no one is proud of you, be proud of yourself.

19 Juli 2020

Minggu, 19 Juli 2020

Sapardi berpulang.

Barang kali nama itu bisa jadi satu dari berita kematian yang sudah terlalu biasa didengar di masa pandemi Covid-19 ini, namun bagiku nama ini terlalu penting.

Sapardi itu penulis puisi favoritku. Pilihan kata dan gaya sederhana, yang memanusiakan benda-benda di sekeliling, yang selalu memiliki aura romantis tanpa menye-menye.

Sebelas hari sebelumnya, yaitu 8 Juli 2020, aktris yang memerankan Santana Lopez di serial televisi Glee dikabarkan menghilang saat berenang di Danau Piru, California. Tanggal 13 Juli 2020 ditemukan mayat yang diduga kuat sebagai Naya Rivera, sang aktris yang hilang tersebut.

Kalau ingat lagu favoritku dari The Band Perry, If I Die Young, yang dinyanyikan ulang oleh Santana saat episode obituari untuk Finn Hudson (diperankan Cory Monteith yang meninggal pada 13 Juli 2013 di tengah Glee sedang kejar tayang) maka liriknya seolah menggambarkan kematian Naya.

If I die young bury me in satin
Lay me down on a bed of roses
Sink me in the river at dawn
Send me away with the words of a love song

Rivera tenggelam di Danau Piru, diduga saat berenang ia mengalami masalah dengan tumbuhan/pohon atau arus dalam danau buatan tersebut. Sesaat sebelum meninggal, diperkirakan ia mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk menaikkan satu-satunya anaknya ke perahu agar selamat. A mother's love.

Naya Rivera sebagai Santana Lopez menyanyikan If I Die Young (dipopulerkan oleh The Band Perry) pada serial televisi Glee musim 5 episode 3, The Quarterback.

Kalau ingat zaman Glee masih tayang, Santana merupakan karakter favoritku. Santana menjadi peran yang sangat membumi untuk kebanyakan lesbian yang berperang dengan dirinya sendiri ketika menyadari orientasi seksnya, penokohan yang sangat penting dibangun mulai awal tanpa diduga-duga, dan berakhir dengan pernikahannya dengan kekasih SMA-nya yaitu Brittany S. Pierce. Indahnya. Aku juga pingin, tapi enggak sepingin itu. Lagu If I Die Young mengingatkan aku pada Xapi saat dia mengalami keguguran, mengingatkanku juga saat aku akan digugurkan karena saran dokter kandungan. Berapapun umurku saat aku mati nanti, I think I've had just enough time.

Seasons of Love oleh Glee.

Terus terang lagu favoritku tentang kematian seseorang bukanlah If I Die Young. Aku lebih suka Stars yang dibawakan Grace Potter and The Nocturnals dan Seasons of Love versi Glee yang aslinya dinyanyikan oleh RENT.

525600 minutes, 525000 moments so dear
525600 minutes, how do you measure-- measure a year?
in daylights? in sunsets? in midnights? in cups of coffee?
in inches? in miles? in laughters? in strives?

Lagu Seasons of Love lebih pada merayakan kehidupan seseorang yang telah meninggal itu, kepedihannya, kebahagiaannya, hidupnya...
Sedangkan Stars tentang kepedihan ditinggal seseorang yang sangat penting dalam kehidupan kita.

I lit a fire with the love you left behind
It burned wild and crept up the mountain side
I can't look at the window, I can't look at the stars
Make me wonder where you are
If I knew you at all, I knew you've gone too far...

Kedua lagu ini mengingatkanku pada Bapak. Dan segala hal yang tak ingin kujumpai lagi karena harus kulepas pergi.

Stars oleh Grace Potter and The Nocturnals.

Akhirnya beberapa hari aku hanya mengubur diri dengan Highland Fling milik Anna Larner, merasakan kepedihan kehilangan dan harapan untuk hidup hari demi hari. I love you Moira Burns.

You Are The Only Exception -Paramore

Kamis, 30 April 2020

When I was younger I saw my daddy cry And curse at the wind He broke his own heart and I watched As he tried to reassemble it And my momma swore That she would never let herself forget And that was the day that I promised I'd never sing of love if it does not exist But darling, You are the only exception

Maybe I know somewhere Deep in my soul That love never lasts And we've got to find other ways To make it alone Or keep a straight face And I've always lived like this Keeping a comfortable distance And up until now I've sworn to myself That I'm content with loneliness Because none of it was ever worth the risk Well you are the only exception I've got a tight grip on reality But I can't let go of what's in front of me here I know you're leaving in the morning When you wake up Leave me with some kind of proof it's not a dream You are the only exception And I'm on my way to believing Oh, and I'm on my way to believing

Refleksi 8 April 2020

Rabu, 29 April 2020

Glenn meninggal.

Sebagian diriku bilang hidup terus berjalan, sebagian lagi terlempar ke masa lalu. Glenn ini spesialis lagu galau. Salah satu mantan yang berdarah Maluku bangga sekali dengan penyanyi satu ini.

Selain latar belakang cewek-cewek yang berusaha dia gebet dan suara desahan yang menjijikkan, sebenarnya aku enggak begitu tidak suka dengan Glenn. Malah, beberapa lagunya kena banget di saat terpurukku. Terpuruk karena cinta, wkwkwk, lebih tepatnya karena tidak punya uang dan diperparah ditinggalkan orang-orang yang katanya mencintaiku. Love sucks, tapi hati yang sentimentil bisa tetap tinggal bertahun-tahun bahkan setelah cinta itu sudah tak terasa adekuat lagi.

Adanya perintah untuk tinggal di rumah saja karena Covid-19 ini, pasti banyak orang yang diam-diam menghubungi orang-orang di masa lalu. Old flames juga mungkin tiba-tiba teringat kita dan kita teringat mereka. Kadang ingat saja tidak cukup buat beberapa orang. Berbeda dengan mantan-mantan yang suka ngumpulin orang-orang di sekitarnya --siapa tau mereka berguna nanti, politik orang yang merasa dia akan hidup selamanya seperti drakula-- aku sih tidak berteman dengan mantan, namun sering cekikikan dengan Caca mengingat kelucuan-kelucuan di masa dia dengan mantannya dan aku dengan mantanku. Caca ini satu-satunya teman yang tersisa di masa deNL, selain Rani yang terlalu serius dan terlalu 'semesta'.

Sebenarnya aku juga masih sibuk, bukan hanya bekerja dari rumah tapi aku juga harus bekerja ke luar rumah. Namun kesibukan ini bukan kesibukan biasanya yang bisa membuatku berhenti menulis. Sebenarnya kerja yang seperti ini impian, tapi aku orang yang susah mencambuk diri sendiri, akan banyak pekerjaan birokratif yang enggak selesai kalau aku bekerja di rumah karena sudah biasa untuk menyelesaikan segalanya di kantor.

"Tinggalkan saja diriku yang tak mungkin menunggu
Jangan pernah memilih, aku bukan pilihan."*


Kembali ke cekikikan karena masa lalu, aku ingat saat aku hidup di rumah Icha, saat itu dia sedang menyetir Honda-nya, kami kembali dari mengantar kekasih Icha di sekitaran Bungurasih. Waktu itu lagu Tega mengalun lewat radio, ya si Glenn Fredly ini, kemudian aku nyeletuk, "Dulu kalo weekend aku seneng banget, soalnya ada orang yang kutunggu-tunggu bakal datang." Si Icha menggodaku dengan detil-detil tentang mantan setelah celetukanku. Barang kali itu adalah satu dari kenangan yang kuingat dari Icha. Tega itu lagu yang lumayan akurat untuk menggambarkan sakit hatiku karena perpisahan dengan mantan di sekitar 2015 (atau 2014, aku sudah agak lupa).

"..yang tega menipuku..."**


Kematian Glenn, tentu mengingatkanku pada mantan-mantan karena panjang karir dan keaktivan Glenn di dunia musik. Sebut saja Sekali Ini Saja dan Januari, ini akan membuatku ingat mantan yang sekarang di Bandung, Tega untuk mantan yang dulu 9 tahun bersama (sangat suka aku saat Glenn dengan emosional berulang kali menegaskan "..yang tega menipuku..."), Yang Terlupakan (versi Glenn di Prambanan Jazz 2016, aslinya milik Iwan Fals) untuk 'Am yang sekarang sudah beranak dua. Tentu saja aku sangat menikmati terdampar dalam lagu-lagu itu yang dinyanyikan secara langsung dan Jazz yang saksofon-nya terasa agak-agak nge-funk (The Bakuucakar) di saat-saat banyak berada di rumah ini.

Selamat jalan, Glenn. Empatiku untukmu di perjalananmu selanjutnya.

"Putus lagi cintaku, putus lagi jalinan kasih sayangku dengannya
Cuma karena rupiah lalu engkau berpaling muka tak mau menatap lagi
Kecewa, kecewa hatiku
Terluka karena cinta"***

*Glenn Fredly (Aku Bukan Pilihan oleh Iwan Fals) dalam NET. ONE Anniversary -Trio Lestari- Medley Lagu Iwan Fals menit 00:27
**Glenn Fredly dalam Glenn Fredly -Tega @ JJF 2018 menit 04:57
***Glenn Fredly (Sakit Gigi oleh Meggy Z.) dalam Trio Lestari Kolaborasi Music Joke Entertainment (Malang Jazz Festival 2016) menit 04:26


catatan ulang tahun ini tahun

Minggu, 19 April 2020

we don't always survive the cracks of a relationship*

Di FB sedang bertebaran status tentang dikhianati kekasih. Ini tentu membuatku ingat masa-masa sulit itu, di mana cinta dan persahabatan terlalu sulit untuk dipertahankan.

there will come a time when your desire to hold something will exceed your capacity to keep it*

Ada saat di mana kepedihan terlalu sulit dikomunikasikan, kepergian seseorang yang paling kucintai yaitu Bapak menjadi pemicu yang merubah hidupku beberapa tahun setelahnya.

love is a very strong force, but it's still capable of dying**

Saat itu aku tak percaya ada yang sama buruk dengan kepergian Bapak. Rupanya aku salah. Perlahan-lahan mereka yang bilang mencintaiku pergi di saat aku membutuhkan uluran tangan. Orang yang kupikir akan ada di saat suka dan duka ternyata tak sanggup menghadapi kepedihanku.

i used to justify people's departures by finding faults in myself and creating false narratives about me that validate their inability to stay***

Barang kali sampai detik ini mereka masih berpikir bahwa apa yang mereka lakukan benar. Tapi aku membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyadari bahwa apa yang mereka lakukan mungkin benar...benar-benar menamparku untuk lebih mencintai diri sendiri. Menyibukkan diri untuk memperbaiki diri sendiri, aku berlari maraton dan mengikuti perjalanan ke kota-kota lain dengan vespa, memperkaya diri dengan pengalaman dan orang-orang baru. Tak mengapa bila orang melihatku selalu sendirian, toh aku telah membuktikan bahwa cinta dan persahabatan itu sama rapuhnya.

love yourself enough that people's departures don't feel like funerals***

Tapi dunia ini memang tempat penuh kejutan. Pertemuan demi pertemuan memaksa luka terlupa. Hari ini adalah bukti bahwa aku tetap bisa mendapatkan segalanya tanpa mereka memilihku dulu. Dan hari ini adalah bukti bahwa aku bisa bahagia. Aku tak harus membangun lagi koneksi dengan mereka hanya untuk membuktikan sesuatu, aku tak butuh validasi apapun tentang how to wear my feelings.

don't put resistance towards anything outgrowing you. let it outgrow you, don't prolong its inevitable departure***

i just want to thank all those who've destroyed me into i am today


*overlyxclusive
**winter pennington dalam raven mask
***iambrillyant

Menjemput Impian -KLA

Sabtu, 22 Februari 2020

Indah larik pelangi
Seusai hujan membuka
Hari Samar dirajut mega
Garis wajahmu lembut tercipta
Telah jauh kutempuh perjalanan...
Bawa sebentuk cinta
Menjemput impian
Desau rindu meresap
Kenangan haru kudekap
Semakin dekat tuntaskan penantian
Kekasih, aku pulang
Menjemput impian
Kau dan aku
Jadi satu
Arungi laut biru
Takkan ada yang kuasa
Mengusik haluannya
Kau dan aku
Jadi satu
Sambut datangku
Sekian lama waktu telah mengurai makna
Cinta kita gemerlap terasah masa
Kan kubuat prasasti
Dari tulusnya janji
Walau apa terjadi
Tetap tegak berdiri

Kau dan aku jadi satu

Bersama kita jemput...impian

Perjalanan 2

Rabu, 19 Februari 2020

Selain Lumajang, di 2019 aku juga mengunjungi Situbondo, Probolinggo, Yogyakarta, Bogor, Madura, Labuan Bajo, Malang, Mojokerto, Blitar, dan Trawas.


Situbondo dan Probolinggo adalah kota kenangan saat aku kecil. Aku sempat bersekolah di sana. Kemudian Yogyakarta, tempatku S2 di UGM (tapi aku mengundurkan diri).

Di Malang dan Trawas aku mengikuti rapat kerja. Enak banget di Trawas, namun aku tidak suka memikirkan bagaimana berkendara ke sana.



Di Madura hanya iseng dan kuliner dengan partner. Ke Blitar untuk kulakan coklat crispy favoritku di Kampung Coklat, sambil wisata edukasi dan religi ke Makam Bung Karno.


Yang seru itu di Bogor dan Labuan Bajo, jalan dengan partner dan Inen dengan pasangannya. Makanan Bogor enak. Meski aku tak sempat ke Kebun Raya Bogor seperti mereka, kulinernya sudah cukup membuatku ingin balik lagi ke sana dua tahun lagi. Menginap dekat IPB, tempatku ujian tahun 2018 lalu. Makanan yang menarik: Soto Kuning Pak Yusup, cungkring Pak Jumat, bir kocok, sate sumsum, dan soto & sate Pak Hasan Kumis. Sayang kota ini macet kebangetan.



Di Labuan Bajo hari pertama mampir ke Hotel Djayakarta menikmati sunset. Menginap di Ayana Resort, ketemu teman SD yang ternyata kerja di Travel Agent yang ada di resort tersebut. Besoknya, menjelajahi Padar, Long Pink Beach, Pulau Rinca, dan snorkeling di Kanawa. Kayaknya gak bakal balik ke sana, selain mahal aku tak tahan dengan pesawat kecil. Mabuk. Padahal selama naik kapal aku baik-baik saja, dasar perut manja ahahaha...





i had to step away from a few
and walk back into my own life
to realize how much i had missed myself*

*iambrillyant

Perjalanan

Minggu, 16 Februari 2020

Tahun 2019 dipenuhi dengan perjalanan. 2020 karena covid19, aku menghindari perjalanan.

Maret 2019, kedua kalinya ke Bali untuk tahun ini. Karangasem, daerah asal si geg, 3 jam dari bandara.


Menginap di Candi Resort, tinggal di salah satu kamar yang paling dekat dengan pantai privat. Luar biasa memang Bali ini dalam memanjakan wisatawannya. Sebelum sampai di hotel, mampir dulu untuk makan siang di Pantai Goa Lawah. Tak disangka ketemu beberapa teman lama di sana.




Perjalanan berlanjut ke Taman Ujung Soekasada, di mana gunung bertemu pantai. Indah sekali. Lalu ke Tenganan Pegringsingan. Menuju kota, pindah ke sekitar Kuta dan bertolak ke Garuda Wisnu Kencana.


Perjalanan sebelumnya diawali di Jakarta, tepatnya Cawang. Monas. Mampir Grand Indonesia karena ingin merasakan bioskop CGV tipe starium, nonton Captain Marvel. Makan di the Halal Guy. Lalu naik kereta ke Surabaya, makan di nasi pecel dekat bambu runcing, jalan ke the House of Sampoerna lalu ke Juanda.


Dan ternyata bulan Agustus 2019 aku ke Bali lagi (ya ampun ahahaha) pada liburan Iedul Adha, di Sanur. Jalan di pantai dan makan lumpia. Ke Pandawa Beach, Padang-Padang, dan jalan sama partner ke Seminyak sampai kaki udah ogah jalan lagi.




it takes a lot to laugh as the years gone by
but i can find you there as my tears run dry*

the right lover will never try to silence your wounds when they become too loud
their soul will open its ears, listen to what they have to say, and gently caress you into a space of peace**

*diubah dari private emotion-nya Ricky Martin
** iambrillyant

Beachwalk, Januari 2019

Jumat, 14 Februari 2020


Kalau aku harus setuju tentang banyak hal tentang Bali, maka aku harus setuju bahwa senja di Bali itu indah. Itupun karena aku jarang bisa bangun pagi untuk menikmati sunrise di pantai-pantai sebelah timur, sehingga aku tidak bisa membandingkan keduanya.


Januari ini, 2019, kuhabiskan dengan berjalan ke Beachwalk setiap hari. Entah sekedar makan es milo, es ovaltine, es oreo, es kitkat atau es apapunlah namanya sambil melihat matahari tenggelam di pantai Kuta, atau bahkan hanya duduk saja di pantai Kuta. Entah kenapa dulu aku malah sibuk berfoto dan berguyon-guyon tidak jelas dengan teman-teman. Kali ini aku ingin lebih banyak mengabadikan dengan ingatanku. Sederhana seperti New York State of Mind-nya Billy Joel.





Tinggal di hotel bergaya 90an, lalu seorang diri berkendara ke museum Antonio deBlanco, Pura Saraswati, Puri Ubud, Monkey Forest.

Menikmati tipat cantok, rujak tanpa kuah pindang (eh yang ini belum keturutan), ayam betutu, sate lilit, nasi jinggo, lawar ayam, dan sambel embe yang ternyata beda dengan milik geprek bensu favoritku.


Kalau aku punya banyak hari yang bisa kugunakan ke sini lagi, aku ingin kursus surfing. Tapi kemudian di tahun 2020 telinga kananku jebol lagi gendangnya, sehingga kemungkinan besar aku takkan bisa kursus surfing.



if your soul has no words and feels quiet today,
if your heart feels empty and in need of furnishing
i hope you remember that your existence is not defined by anyone else's love or
the lack of it
i hope you're feeding your solitude with self love instead of loneliness*

*iambrillyant

28 Juni 2019

Rabu, 12 Februari 2020

Adalah demikian, kusadari, tak pernah kudapati langit sebiru ini. Aku jauh dari rumah. Jauh dari segala rutinitas dan apa-apa yang kukenal.

"I wish you the bluest sky
and love
wherever you are

And for me to stay strong and let everything happen to me."

Tentu saja aku berserah. Aku sedang berada di salah satu resort dengan pantai privat di Bali. Nusa Dua. Inaya Putri Bali.



Sudah lama aku muak dengan hotel bertingkat-tingkat. Bangunan tinggi yang sebagian besar lorongnya terbuat dari dinding dan sempit. Dan ini Bali. Tempat tanpa bangunan tinggi-tinggi. Aku bisa puas jalan kaki dengan partner dan berakhir minta pijat. Pantai dengan sedikit orang. Langit dengan sedikit awan.



Aku bisa menyimpan cadangan vitamin D untuk seumur hidup hanya dengan seharian di bawah terik matahari Bali. Tolong jangan nyalakan lagu menye-menye tentang lembayung di langit Bali, aku sedang berlibur dari kesedihan karena penyakitan cinta.

"I hope the stars fill the night wherever you are
and i wish myself to be brave and begin again
and my heart to rest and heal"

Tentu saja menyenangkan melihat bintang di atas pasir putih. Ada tiga kolam renang yang ingin kucoba selain berenang di laut untuk kesekian kalinya. Atau lebih tepatnya bermain di tepi laut.



Semua yang kudapatkan setelah beribu dera barang kali adalah doa dari orang-orang di masa lalu. Atau jawaban dari doa-doaku di masa lalu. 2019 adalah satu dari tahun terbaik hidupku. Aku punya uang, waktu, partner yang sabar dan pengertian, masa lalu yang pahit dan tak ingin kuulang, serta jabatan yang bisa kupertanggungjawabkan dengan baik.

Jadi kalau kau merasa hidupmu bahagia, sama.

Goodbyes can taste bitter in the moment
but the aftertaste can be so sweet*

*iambrillyant

WDTFS 107, 28 April 2019

Selasa, 11 Februari 2020

"I don't regret meeting you. Safe journey."

Membaca tulisan itu, terbersit di benakku, ada gunanyakah itu sekarang? Apa yang membuat seseorang layak mendapatkan kebahagiaan, dan apa yang membuat seseorang tidak layak mendapatkannya?

Banyak orang memakai segala cara atas nama kebahagiaan. Banyak yang mengira dengan semua itu bisa meraihnya, namun kadang ternyata kebahagiaan adalah hal yang pernah ia sia-siakan. Tapi tidak ada jalan untuk kembali.

Kuburamkan kaca belakang. Adalah waktu-waktu aku harus mencintai diri sendiri lebih keras lagi. Aku melaju tanpa terburu, seolah lupa aku pun ingin bahagia.

Oh, Seju, i want happiness, too. Tapi aku percaya mimpi sedih adalah niscaya untuk cinta dua perempuan. You were my summer haze...

..And I will give up this fight,
cause I can't make you love me if you don't*


there's a difference between being difficult to love,
and being with someone who isn't patient enough to learn you and your love language**
remember that, Seju

*Shane Fillan, I can't make you love me
**iambrillyant

Lumajang, 10 Februari 2019

Senin, 10 Februari 2020

Pertama kalinya aku ke kota ini. Hujan berpanjangan. Macet. Kota kecil yang redup ditelan malam dan musim yang sendu.

From the very first time i rest my eyes on you, boy
My heart says follow through*

Tentu saja aku ingat kamu. Pertemuan terakhir kita di dekat ruang direktur dan setelah itu kita tak pernah lagi berkomunikasi. Kubayangkan kau membangun karir dengan keramahanmu yang unik, di sebuah pulau tempat terakhir aku tahu kau di sana.

Aku ingat pertaruhan dengan Andin waktu itu, walaupun akhirnya kami yang sibuk punya hubungan sendiri. Kalau Andin menyebalkan saat nyetir karena hemineglect, yang tidak kusuka darimu adalah kaca mobil yang terlalu gelap. Saat itu aku benar-benar berharap kita dekat, sayangnya kita tidak satu kelas. Setelah itu kita semakin sibuk dengan urusan masing-masing, sampai sekarang.

I don't want to wait in vain for your love
Coz summer is here, i'm still waiting there
Winter is here, i'm still waiting there*

Saat aku menyerah dengan kemacetan, kuputuskan untuk berjalan di kota kecil ini. Kotamu. Barang kali rumahmu adalah satu dari rumah yang kulewati. Lipstikku terlalu merah hari ini, sehingga laki-laki yang mengingatkanku untuk menepi ke pinggir jalan memanggilku ibu. Tapi memang sudah sembilan atau sepuluh tahun sejak aku, Andin, dan kau. Orang bilang jiwa akan selamanya terasa muda, hanya pelajaran yang semakin banyak yang kita sesap bila kita memang mau belajar. Aku belajar darimu tentang kebahagiaan. Katamu waktu itu: kalau itu bikin kamu bahagia. Aku bahagia denganmu, batinku, tapi aku tak mengenalmu kecuali nama dan kenyataan bahwa kau tidak tertarik pada perempuan.

In life i know there's a lot of grief
But you'll always my relief*

Barang kali aneh buatmu ketika aku memutuskan kau boleh tahu. Seperti kataku, kita tak saling kenal. Tapi kau menjelma jadi satu dari teman yang tak bisa kulupakan.

Lumajang tak sedingin yang kukira, dan mengenangmu tak seberat yang kuduga.

Darling,
you are not a cure for people's loneliness
you do not live to validate anyone
it's not your job to decorate anyone's comfort zone**

-RM Terapung Bu Umi, Jalan Raya Semeru
*waiting in vain
**iambrillyant

Perempuan

Senin, 10 Juni 2019

A few questions that I need to know...
How you could ever hurt me so? I need to know, what I've done wrong?
And how long it's been going on.
Was it that I never paid enough attention?
Or did I not give enough affection?
Not only will your answers keep me sane, but I'll know never to make the same mistake again

Aku dan temanku yang sedang berhari raya di Surabaya sedang tidak mengerti-tidak mengertinya dengan mahluk bernama perempuan. Ya memang, kami sesama perempuan...tapi tidak mengerti dengan sesama.

Barang kali lagu ini cocok dengan pikiran perempuan-perempuan yang membuat kami keheranan.

You can tell me to my face; or even on the phone.
You can write it in a letter; either way I have to know.
Did I never treat you right?
Did I always start the fight?
Either way, I'm going out of my mind, all the answers to my questions, I have to find

Tapi sampai kapanpun memang perempuan sulit dimengerti...

Never ever have I ever felt so low
When you gonna take me out of this black hole?
Never ever have I ever felt so sad
The way I'm feeling yeah you got me feeling really bad



-Never Ever, All Saints

Sabtu, 19 Januari 2019

kau bisa mencari pertemanan yang kau inginkan
yang bisa memberimu kenyamanan yang tak kuberikan

kau bahkan bisa meninggalkan satu orang dan orang lainnya

tapi jika kau tak bisa melihat diri sendiri
dan belajar menyudahi ketidakpuasan akan hal di luarmu
...
aku hanya akan memandangmu dengan kasihan
dan mensyukuri kepergianmu
you can get addicted to a certain kind of sadness
like resignation to the end, always the end
so, when we found that we could not make sense
well, you said that we would still be friends

but I'll admit that I was glad it was over
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates