Sebagian diriku bilang hidup terus berjalan, sebagian lagi terlempar ke masa lalu. Glenn ini spesialis lagu galau. Salah satu mantan yang berdarah Maluku bangga sekali dengan penyanyi satu ini.
Selain latar belakang cewek-cewek yang berusaha dia gebet dan suara desahan yang menjijikkan, sebenarnya aku enggak begitu tidak suka dengan Glenn. Malah, beberapa lagunya kena banget di saat terpurukku. Terpuruk karena cinta, wkwkwk, lebih tepatnya karena tidak punya uang dan diperparah ditinggalkan orang-orang yang katanya mencintaiku. Love sucks, tapi hati yang sentimentil bisa tetap tinggal bertahun-tahun bahkan setelah cinta itu sudah tak terasa adekuat lagi.
Adanya perintah untuk tinggal di rumah saja karena Covid-19 ini, pasti banyak orang yang diam-diam menghubungi orang-orang di masa lalu. Old flames juga mungkin tiba-tiba teringat kita dan kita teringat mereka. Kadang ingat saja tidak cukup buat beberapa orang. Berbeda dengan mantan-mantan yang suka ngumpulin orang-orang di sekitarnya --siapa tau mereka berguna nanti, politik orang yang merasa dia akan hidup selamanya seperti drakula-- aku sih tidak berteman dengan mantan, namun sering cekikikan dengan Caca mengingat kelucuan-kelucuan di masa dia dengan mantannya dan aku dengan mantanku. Caca ini satu-satunya teman yang tersisa di masa deNL, selain Rani yang terlalu serius dan terlalu 'semesta'.
Sebenarnya aku juga masih sibuk, bukan hanya bekerja dari rumah tapi aku juga harus bekerja ke luar rumah. Namun kesibukan ini bukan kesibukan biasanya yang bisa membuatku berhenti menulis. Sebenarnya kerja yang seperti ini impian, tapi aku orang yang susah mencambuk diri sendiri, akan banyak pekerjaan birokratif yang enggak selesai kalau aku bekerja di rumah karena sudah biasa untuk menyelesaikan segalanya di kantor.
"Tinggalkan saja diriku yang tak mungkin menunggu
Jangan pernah memilih, aku bukan pilihan."*
Kembali ke cekikikan karena masa lalu, aku ingat saat aku hidup di rumah Icha, saat itu dia sedang menyetir Honda-nya, kami kembali dari mengantar kekasih Icha di sekitaran Bungurasih. Waktu itu lagu Tega mengalun lewat radio, ya si Glenn Fredly ini, kemudian aku nyeletuk, "Dulu kalo weekend aku seneng banget, soalnya ada orang yang kutunggu-tunggu bakal datang." Si Icha menggodaku dengan detil-detil tentang mantan setelah celetukanku. Barang kali itu adalah satu dari kenangan yang kuingat dari Icha. Tega itu lagu yang lumayan akurat untuk menggambarkan sakit hatiku karena perpisahan dengan mantan di sekitar 2015 (atau 2014, aku sudah agak lupa).
"..yang tega menipuku..."**
Selamat jalan, Glenn. Empatiku untukmu di perjalananmu selanjutnya.
"Putus lagi cintaku, putus lagi jalinan kasih sayangku dengannya
Cuma karena rupiah lalu engkau berpaling muka tak mau menatap lagi
Kecewa, kecewa hatiku
Terluka karena cinta"***
*Glenn Fredly (Aku Bukan Pilihan oleh Iwan Fals) dalam NET. ONE Anniversary -Trio Lestari- Medley Lagu Iwan Fals menit 00:27
**Glenn Fredly dalam Glenn Fredly -Tega @ JJF 2018 menit 04:57
***Glenn Fredly (Sakit Gigi oleh Meggy Z.) dalam Trio Lestari Kolaborasi Music Joke Entertainment (Malang Jazz Festival 2016) menit 04:26

0 komentar:
Posting Komentar