Situbondo dan Probolinggo adalah kota kenangan saat aku kecil. Aku sempat bersekolah di sana. Kemudian Yogyakarta, tempatku S2 di UGM (tapi aku mengundurkan diri).
Di Malang dan Trawas aku mengikuti rapat kerja. Enak banget di Trawas, namun aku tidak suka memikirkan bagaimana berkendara ke sana.
Di Madura hanya iseng dan kuliner dengan partner. Ke Blitar untuk kulakan coklat crispy favoritku di Kampung Coklat, sambil wisata edukasi dan religi ke Makam Bung Karno.
Yang seru itu di Bogor dan Labuan Bajo, jalan dengan partner dan Inen dengan pasangannya. Makanan Bogor enak. Meski aku tak sempat ke Kebun Raya Bogor seperti mereka, kulinernya sudah cukup membuatku ingin balik lagi ke sana dua tahun lagi. Menginap dekat IPB, tempatku ujian tahun 2018 lalu. Makanan yang menarik: Soto Kuning Pak Yusup, cungkring Pak Jumat, bir kocok, sate sumsum, dan soto & sate Pak Hasan Kumis. Sayang kota ini macet kebangetan.
Di Labuan Bajo hari pertama mampir ke Hotel Djayakarta menikmati sunset. Menginap di Ayana Resort, ketemu teman SD yang ternyata kerja di Travel Agent yang ada di resort tersebut. Besoknya, menjelajahi Padar, Long Pink Beach, Pulau Rinca, dan snorkeling di Kanawa. Kayaknya gak bakal balik ke sana, selain mahal aku tak tahan dengan pesawat kecil. Mabuk. Padahal selama naik kapal aku baik-baik saja, dasar perut manja ahahaha...
i had to step away from a few
and walk back into my own life
to realize how much i had missed myself*





0 komentar:
Posting Komentar