welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

Magic Knight Rayearth I

Kamis, 05 November 2015

Boleh dibilang Magic Knight Rayearth ini termasuk manga/anime favoritku. Kisahnya yang tragis di buku/sesi pertama namun punya pungkasan yang bahagia di buku/sesi keduanya membuatku benci namun rindu dengan cerita yang punya latar dongeng, plot sederhana, namun nilai moralnya tidak remeh.

Tiga orang pelajar SMP tersedot dalam lantai Menara Tokyo saat tur belajar: Hikaru Shido, Umiryu Saki dan Fuu Hoji. Mereka mendapati diri sudah masuk ke dunia yang sama sekali asing, yaitu suatu negeri bernama Zephyr, berisi makhluk-makhluk gaib, manusia-manusia berpakaian unik, gunung yang mengapung di langit, dan banyak hal aneh lain yang tak bisa mereka temui sehari-hari di Tokyo, salah satunya adalah ilmu sihir yang harus mereka kuasai untuk mempertahankan hidup.

Dibekali pengetahuan oleh Guru Clef, rupanya mereka dipanggil oleh Puteri Emerald yang merupakan "tiang" dunia Zephyr untuk menyelamatkan negeri ini dari kehancuran. Puteri Emerald sendiri digambarkan 'terperangkap' dalam buih yang dikelilingi oleh Zagard dan antek-anteknya. Segala upaya yang telah dilakukan oleh penduduk Zephyr untuk menembus pengawalan anak buah Zagard sia-sia, sehingga dalam keputusasaan Puteri Emerald memeras sisa tenaganya untuk memanggil tiga Pendekar Ajaib dalam legenda yang diramalkan bisa menyelamatkan Zephyr.

Saat dikenalkan ke dunia Zephyr, salah satu anak buah Zagard memaksa Clef mengungsikan tiga pendekar yang masih mentah ini dengan buru-buru. Perjalanan mereka menjadi Pendekar Ajaib dimulai berbekal pewarisan sihir yang belum lengkap, sedikit demi sedikit mereka selain berusaha mengenal satu sama lain mereka memutuskan untuk bahu membahu menyelesaikan misi panggilan mereka supaya dapat kembali pulang ke Tokyo.

Sayangnya mereka tak pernah mencoba mencari jawaban mengapa Zagard 'menyandera' Puteri Emerald dan tak pernah mencoba mencari tahu bagaimana peran mereka sebenarnya dalam menyelamatkan dunia sihir ini dalam legenda. Sampai mereka menyadari kekeliruan mereka dalam memberi makna 'menyelamatkan dunia' dan mereka kembali ke Tokyo dengan penyesalan yang dalam.

Salah satu yang kubenci dari banyak cerita manga/anime Jepang yaitu mengambil tokoh dengan usia muda di mana mereka dihadapkan pada pilihan sulit yang konsekuensinya harus mereka tanggung seumur hidup.

Beberapa episode terakhir, saat Zagard telah mati di tangan tiga Pendekar Ajaib, Puteri Emerald keluar dari buih yang memisahkannya dengan dunia luar. Seluruh jawaban tertumpah ruah di sini. Puteri Emerald yang doanya menjadi penyangga bagi Zephyr, negeri yang terkenal damai dan makmur, mendapati dirinya jatuh cinta pada Zagard sang kepala pengawal. Terbelah antara memikirkan negeri dan Zagard, kegelisahan Emerald serta merta terwujud menjadi gejala alam yang berbahaya bagi dunia Zephyr, di antaranya bencana alam dan monster-monster yang merusak kedamaian negeri. Zagard yang merasakan cinta yang sama, memberontak supaya sistem 'tiang' sebagai pengampu doa untuk seluruh negeri diganti karena merasa Emerald punya hak untuk jatuh cinta dan punya hak untuk bebas mencintai. Tak sanggup memilih antara Zagard atau negerinya, Emerald mengurung diri dalam buih dan memanggil tiga Pendekar Ajaib dalam legenda. Zagard yang tak mau menyerah berusaha untuk menghalangi Pendekar Ajaib menyelesaikan misi mereka yaitu membunuh sang "tiang" dan memilih membiarkan negerinya menderita karena sudah membiarkan sistem "tiang" terus berjalan.

Selepas musim pertama manga/anime ini aku ingat kalau aku menangis meraung-raung menyesali kematian Zagard. Aku menuduh Clef dan Emerald serta beberapa anteknya yang demikian tega memilin cerita Zagard-Emerald menjadi pemberontak-tawanan. Mereka dengan sengaja menutupi kenyataan bahwa tiga Pendekar Ajaib hanyalah algojo yang ditarik dari dunia luar untuk membunuh sang tiang, dan tak bergeming dari tujuan awal meski telah mendapati kenyataan bahwa para algojo itu masih berusia empat belas tahun. Aku ingat waktu mengikuti anime ini juga berusia di bawah lima belas, lalu menempatkan diri di posisi Hikaru Shido yang naif dan tak berpikir panjang, betapa penyesalan itu takkan pernah kulupakan seumur hidupku, diam-diam akan menggerogoti sanubariku.

Aku selalu merasa manga/anime sesi pertama ini terlalu kejam, dan mestinya sulit untuk memaafkan Clef maupun adik Plecea atau orang-orang yang punya pengetahuan tentang misi Pendekar Ajaib dan membiarkan itu tetap terjadi di tangan anak-anak empat belas tahun, tapi sesi kedua dari manga/anime ini (yang tidak akan kubahas sendiri) setidaknya bisa membuat aku sedikit (sedikiiiiit sekali) lega bahwa cita-cita Zagard menghapuskan sistem tiang tercapai atas prakarsa Hikaru yang amat sangat menyesal atas tragedi Zagard-Emerald.

Sesungguhnya di dunia ini yang paling berat adalah amanat. Tapi penyesalan, meski lebih ringan, bukan berarti ringan.

0 komentar:

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates