disclaimer: oh, surabaya yang panas, di kepalaku berputar adegan heat wave-nya roswell, michael en maria. oh, well, shiznat, too.
Natsuki melepaskan jaket kulitnya, dia lemparkan ke sandaran kursi lalu menyalakan kipas angin. Rambutnya serentak terayun-ayun dimainkan angin, dinikmatinya udara panas yang menerjang.
Angin tak menggejala, tak sesepoi pun, batin Natsuki.
Setengah jam lagi dia sudah harus di kantor, berdiri di depan atasannya. Kecelakaan yang menimpa Mai, partner kerjanya, membuatnya dipasangkan dengan petugas lain. Natsuki sedikit frustrasi karena harus menyesuaikan diri dengan orang lain, she's not good at that. Dibukanya pembungkus hotdog yang barusan dia beli, dalam beberapa kunyahan hotdog tersebut sudah berpindah ke dalam perutnya. Natsuki berjalan menuju kulkas untuk meneguk teh favoritnya. Di pintu kulkas ada magnet berbentuk vespa, oleh-oleh bulan madu Mai dengan Yuichi dari Itali, menindih satu carik potongan surat kabar yang memberitakan kecelakaan Mai dan Yuichi. Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab terhadap kecelakaan mereka. Yuichi seorang diplomat negara asing dan Mai agen negara, ada alasan dibalik kecelakaan itu yang masih berusaha dijawab para penyidik. Hal ini menyisakan satu kekhawatiran di hati Natsuki, dia takut Mai akan diserang lagi. Lalu dia menyarankan Mai untuk cuti, sampai situasi dapat terbaca. Mai sepakat, tapi Natsuki menebak itu bukan karena idenya. Mai butuh waktu sendiri. Kecelakaan itu merenggut anak dalam kandungannya. Yuichi sendiri mengalami cidera otak yang menyebabkan kesadarannya sempat menurun beberapa hari. Cuti adalah hal paling masuk akal untuk menambal luka fisik dan hati mereka.
Empat puluh lima menit kemudian Natsuki sudah berada di ruang tunggu atasannya. Dua puluh menit sudah dia di sana, tanpa tanda-tanda kemunculan atasannya. Natsuki membuang rokoknya yang kedua, yang masih separuh habis, di asbak milik teman kerjanya. Dia tak biasa merokok, hanya pada keadaan tertentu saat dia gelisah, tertekan atau kesepian. Dan maksimal satu batang sehari. Rupanya pikiran tentang keadaan keluarga Mai dan tentang rekan barunya akan seperti apa membuat kegelisahan Natsuki berlipat-lipat.
Pintu terbuka, Natsuki melihat dua orang masuk, satu atasannya, Yamada, dan satu lagi seorang perempuan berambut coklat. Dalam sekali tatap Natsuki tahu bahwa inilah partner kerja barunya. Perempuan itu tersenyum. Natsuki memaksakan senyum untuk membalasnya.
"Kuga, seperti yang kamu tahu, Mai Tate cuti untuk waktu yang tak bisa ditentukan. Kami butuh kamu untuk tetap bekerja, namun pekerjaanmu mustahil dilakukan sendiri. Ini Doktor Fujino, partner barumu. Doktor Fujino, ini Doktor Kuga."
"Senang bertemu dengan anda," Shizuru Fujino mengangsurkan tangannya untuk berjabatan dengan tangan Natsuki Kuga. Natsuki menyambutnya. Mereka berdua lalu duduk di depan Yamada.
"Kita punya kasus baru, serangan teroris di Gereja Katolik Distrik 10. Isunya tentang pemecah belahan umat beragama. Bom bunuh diri itu diklaim ditokohi oleh Homura, yang memperjuangkan kebebasan Distrik 10 untuk menjadi negara merdeka bagi pemuja HiME Star. Ajaran HiME Star sendiri muncul di tahun 2004, saat ilmuwan Astronomi menemukan bintang baru yang dari bumi terlihat selalu berada di dekat Bulan. Menurut kabar terakhir Nagi Homura terlihat di subkota Kana, 45 kilometer dari tengah kota Distrik 10."
Natsuki dan Shizuru mempelajari file-file di hadapan mereka sekilas.
"Yang akan kalian lakukan adalah mencegah Nagi Homura melancarkan aksi berikutnya. Kalian, sebagai Behavioral Science Unit ditunjuk untuk mempelajari tokoh kita satu ini. Aku tahu ini unit baru, tapi aku tidak bisa untuk tidak menyandarkan masalah besar ini pada kalian. Aku berharap sangat besar. Aku tahu kemampuanmu, Kuga, dan Doktor Fujino akan memberi bantuan yang besar terhadap itu."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar