welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

Behavioral Science Unit 3

Minggu, 23 Oktober 2011

Disclaimer: I am an ordinary fan yang ingin melihat Shizuru dan Natsuki bersatu di film berseri keren seperti the X-Files.

Sudah tiga bulan berlalu sejak serangan bom bunuh diri di Gereja Katolik Distrik 10 oleh penganut HiME Star yang didalangi Nagi Homura. Natsuki dan Shizuru menemukan adanya suatu pola tertentu dari serangan-serangan Homura. Terkuaknya pola tersebut menggagalkan serangan ke lima dari kelompok Homura. Tapi Natsuki malah berpikir serangan bunuh diri itu cuma agenda tragis yang berusaha dia kuak maksudnya. Natsuki melihat, serangan bom bunuh diri itu hanya melukai orang-orang di sekitarnya, tak pernah jatuh korban meninggal selain pelaku bom bunuh diri. Pelaku serangan ke lima memang tidak berhasil meledakkan bomnya, tapi Natsuki harus kecewa karena rupanya kelompok Homura mempersiapkan rencana lain, tembakan snipper lawan membunuh pelaku tersebut. Pemeriksaan forensik yang dikomando oleh Shizuru tak memberi informasi apa-apa.

Namun Shizuru menemukan sesuatu. Sesuatu yang dia tak mengerti.

Bom berada si sabuk tiap-tiap pelaku. Tiap ledakan memburaikan isi perut para pelaku, menyisakan anggota tubuh yang lain. Semuanya punya satu lubang kecil disertai radang di sekitarnya. Berdiameter 4 sentimeter, di belakang leher.

Natsuki menemukan kesamaan yang lain, semua pelaku pernah bekerja di sebuah tambang di luar Distrik 10, The Cavern. Saat bekerja di situ jugalah Nagi Homura mulai membentuk aliran kepercayaan HiME Star, pengikut awalnya pun berasal dari tempat kerja yang sama.

Kesimpulan lain yang diduga Natsuki adalah Nagi Homura mengincar tempat-tempat ibadah yang pemimpinnya pernah menyatakan dukungan pada aliran kepercayaan Homura. Natsuki berusaha mencari alasan di balik semua itu, namun Natsuki menemui jalan buntu.

Ketakutan merebak, demo anti kepercayaan HiME Star menular ke distrik-distrik lain, Natsuki dan Shizuru mendapat tekanan dari Yamada.


--=XXX=--


"Aku tak bisa menemanimu menyelidiki Linden Baum, aku harus mengantar Mai ke bandara," Natsuki berkata pada telepon genggamnya yang menyambung pada Shizuru. Linden Baum adalah kafe terakhir tersangka ke lima makan, sebelum akan menghancurkan salah satu tempat ibadah di Distrik 10.
"Baiklah, saya bisa mengatasinya," jawab Shizuru.
"Oke, sampai nanti. Setelah dari bandara aku akan segera menyusulmu," Natsuki lalu mematikan telepon genggamnya.

Shizuru memarkirkan mobilnya pada Linden Baum yang sedang ditutup. Garis polisi mengamankan TKP dan Shizuru masuk ke dalam Linden Baum. Mengamati satu jengkal demi satu jengkal, Shizuru mengamankan satu carik kertas berisi menu yang dipesan pelaku. Shizuru mengamati tempat duduk yang dipakai oleh pelaku di dekat jendela yang tepat mengamati pintu utama rumah ibadah sasaran. "Pelaku menunggu sesuatu di sana, Shizuru," Shizuru teringat kata-kata Natsuki yang menuntunnya merunuti tingkah laku pelaku. "Semua pelaku menunggu jam ibadah berakhir, Shizuru, itu hal yang paling tak ku mengerti. Seandainya mereka berniat melakukan teror, seharusnya mereka meledakkan diri saat ibadah berlangsung agar kerusakannya besar," Shizuru menutup mata berusaha menghayati pertanyaan Natsuki di kepalanya. Tiba-tiba mendekat seorang laki-laki berjubah hitam. Pendeta Ishigami.

"Anda yang berwenang atas kasus kelompok Homura?" tanya Pendeta Ishigami pada Shizuru. Shizuru mengangguk. "Ada yang ingin saya sampaikan pada anda."


--=XXX=--


"Pelaku menunggu Pendeta Ishigami, Natsuki," ungkap Shizuru di telepon setelah Pendeta Ishigami meninggalkannya sendiri di Linden Baum.
"Apa?!", seru Natsuki.
"Pelaku mengirimkan satu notes lewat kurir, salah satu pelayan Linden Baum, yang berisi permintaan tolong."
"Ya? Lalu?"
"Pelaku menyatakan bahwa dia menyimpan sesuatu di Linden Baum, sesuatu yang harus ditemukan Pendeta Ishigami yang sekarang berusaha saya cari."
"Aku akan segera ke sana untuk membantumu, Shizuru."

Shizuru sudah melihat rekaman CCTV Linden Baum. Dia tahu ke mana saja pelaku selama di Linden Baum dan itu mempersempit ruang pencariannya. Shizuru masuk ke ruang ganti pelayan, salah satu tempat yang dimasuki pelaku secara diam-diam. "Ada sesuatu di sini," batin Shizuru. Loker-loker terkunci. Shizuru membuka satu demi satu dengan kunci yang dia sita dari pekerja-pekerja Linden Baum. Pada loker ke lima, Shizuru menemukan sebuah jurnal. Jurnal pelaku ke lima. Dengan tidar sabar Shizuru membuka dan membacanya, tenggelam di dalam tulisan-tulisan yang membelalakkan matanya. Tanpa sadar, seseorang berada di belakang Shizuru dan menikam leher belakangnya dengan spuit berukuran kecil.


--=XXX=--


Natsuki memarkir mobilnya di dekat milik Shizuru, tergesa memasuki Linden Baum. Ia melihat sosok yang berlari keluar melalui pintu belakang.
"Hey, stop!" seru Natsuki sambil berlari ke arah pintu belakang. Natsuki terhenti saat mendengar erangan di balik pintu yang sepertinya merupakan ruang ganti. Natsuki tahu itu suara Shizuru, segera berbalik arah menuju suara itu berasal.
"Shizuru!" pekik Natsuki sambil membalikkan tubuh Shizuru agar terlentang. Natsuki menahan nafas saat melihat kedua bola mata Shizuru mulai menghitam. "Shizuru!" panggil Natsuki lagi. Natsuki segera mengeluarkan telepon genggamnya, menekan tombol-tombol darurat. "Halo, aku Natsuki Kuga. Tolong kirim ambulans ke Linden Baum, seorang petugas bernama Shizuru Fujino terluka."
Natsuki memeriksa nafas Shizuru, tangannya beranjak ke leher Shizuru untuk memeriksa nadi karotisnya. Natsuki mendengar suara sirine tak seberapa lama kemudian, segera dia angkat Shizuru keluar dari Linden Baum. Dia disambut dua orang petugas medis yang segera memasangkan sungkup udara pada Shizuru, Natsuki meletakkan Shizuru pada pembaringan dan membiarkan kedua petugas itu memasukkannya pada ambulans. Otaknya mencatat nama rumah sakit yang tertera di samping mobil ambulans, dia berjalan menuju mobilnya sendiri yang terparkir di sisi lain dar Linden Baum. Natsuki melihat ambulans itu beranjak pergi.

Natsuki duduk di belakang kemudi saat seseorang tiba-tiba masuk ke mobilnya. Natsuki meraba senjata di balik jaketnya, bersiap mengambilnya saat orang itu, Nagi Homura, berkata, "Agen Kuga, apakah kamu yakin mereka akan membawa agen Fujino pada rumah sakit yang tertera namanya di ambulans itu?", Natsuki membeku.
"Cobalah telepon rumah sakit itu, tanyakan apakah mereka mengirim ambulans?"
Natsuki menuruti Nagi, tubuhnya tegang mengetahui bahwa rumah sakit tersebut tak mengirim ambulans ke Linden Baum.
"Agen Kuga, apakah kamu yakin negara yang kamu layani ini tak menyimpan rahasia dan tak melanggar hak azasi makhluk lain?"

0 komentar:

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates