aku meringkuk, ingin sepi, ingin dingin. suara knalpot dan gesekan sapu lidi dengan tanah dan paving mengisi sore. dan musik ajeb-ajeb yang sesekali melintas dibawa kendaraan jepang. suara yang tak kutahu yang mana pembantu dan yang mana yang puan beradu dengan salakan anjing.
aku cuma terlentang menatap langit-langit kamar yang bisu. cuma derak-derak kipas angin. matahari enggan menengok kotaku hari ini. cuma mendung. menggantung. dan telingaku penuh terisi lagu yang dibawakan franky sahilatua tentang kemarin. kemarin kita bertemu setelah perpisahan itu.
tapi kepalaku tak pernah terbayang hari-hari lalu. kupejamkan mata cuma gelap yang kurasa kulihat. tubuhku beranjak ke depan layar monitor tapi hatiku tidak. melayari dunia maya, menatap pada sebuah akun blogspot yang lama tak ditulis oleh pemiliknya. sejak 2007 dan tak ada satu kata apapun. bajingan. penulis yang berharap tulisannya dibaca, punya penggemar tapi tak lagi memberi satu suap pun kata-kata. bajingan yang kusebut puisinya pada seorang teman semalam.
mataku beranjak tatap pada gelas di sebelah monitorku. tenggorokanku kerontang. mataku nyalang. tubuhku letih. lesu. tak bergairah. semua mati. saatnya aku bunuh diri bila aku tak kunjung mati pula.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar