kenalkan orang yang paling egois dalam hidup saya. orang yang paling egois itu bernama kebahagiaan. setiap orang mendambakannya, mencarinya, seumur hidup terpacu dalam mengejarnya.
kebahagiaan pula yang menjadi tujuan deNL bersama. kebahagiaan kebersamaan dan kebahagiaan untuk diterima tanpa memandang asal-usulnya.
saya perkenalkan pula kebahagiaan yang menghancurkan kisah saya dengan mantan. kebahagiaan seorang teman bersama mantan yang membuat saya memilih pergi dan menghancurkan semua yang turut serta ambil bagian dari kebahagiaan teman itu. kebahagiaan yang pun dia peroleh dengan meninggalkan pacarnya untuk mantan saya. (kau mau mantanku ? ambil saja ! tapi jangan pernah harap maafku !)
kebahagiaan pula yang disanjungkan oleh orang agnostik yang pertama kali kukenal. aidanaubrey. kebahagiaan yang dia maknai dengan kumpulan logika yang menjawab semua pertanyaannya.
kebahagiaan pula yang membawa mantan pertama pergi dari diri saya. karena dia lebih bahagia dengan yang lain. kebahagiaan yang memaksa saya belajar memaklumi bahwa semua orang bisa melakukan hal paling kejam sekalipun atas nama kebahagiaan.
kebahagiaan yang diimpikan para pembom bunuh diri, berharap bahwa orang-orang yang masih hidup dapat hidup lebih baik dengan pengorbanan yang dilakukannya.
kebahagiaan yang membuat para gay/lesbian negeri saya mengusahakan, mengorbankan, meneriakkan banyak hal tentang penghapusan stigma negatif, perjuangan akan persamaan dan pengakuan akan hak yang sama. supaya berkehidupan lebih baik, mencintai tanpa rasa takut, punya pondasi hukum yang sama kuatnya dengan pernikahan hetero dan hak-kewajibannya, yang rupanya secara tidak langsung ujung-ujungnya kebahagiaan.
kebahagiaan yang secara tidak langsung menjadi sebab ditudingnya agama sebagai bentuk ke"materialisasi"an terselubung oleh seorang atheis yang saya kenal. apih. bahwa dalam agama semua hal diperhitungkan dengan pahala dan dosa, yang dia artikan sebagai perhitungan, dan kebahagiaan adalah suatu ganjaran untuk pahala yang dia artikan sebagai pamrih : manusia melakukan apapun untuk pamrih, untuk dirinya sendiri.
entah bagaimana, saya setuju bahwa manusia melakukan segala sesuatu pada akhirnya untuk dirinya sendiri. dalam agama buddha ini disebut karma. saya tidak percaya karma seperti yang dianut para buddhis, tapi saya percaya segala hal yang kita lakukan akan kembali pada kita sendiri.
untuk itulah saya memaknai kebahagiaan sendiri. meski apa yang telah dilakukan mantan-mantan membuatku kecewa, tapi saya tetap memilih untuk bersikeras tidak selingkuh. sebab saya tidak ingin diselingkuhi. untuk hal-hal yang tak saya tahu saya memilih untuk bertanya, lumayan skeptis dan menyebalkan, namun saya lebih memilih untuk tahu alasan yang ada daripada mengira-ngira tak pasti. sering terjadi perdebatan sengit, anggapan bahwa saya melanggar hak asasi orang lain, tapi dari situ saya belajar untuk menghormati. sebab saya bahagia bila pertanyaan saya terjawab. sebab saya bahagia bisa belajar benar dari yang salah. sebab saya bahagia belajar dari orang lain dan dengan itu saya terkadang menjadi egois, untuk kebahagiaan saya.
dan ada begitu banyak kebahagiaan yang tak mungkin bisa diuraikan satu-satu. ini sekedar menjawab sebuah pernyataan dari seorang teman padaku, "say, i want u to find a man, tapi lebih dari semua itu, aku pingin kamu bahagia" yang hanya saya jawab, "kebahagiaan itu egois."
sebab benar adanya, bagi saya, kebahagiaan adalah orang paling egois yang pernah saya kenal.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar