welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

anak

Rabu, 11 April 2012

jadi, di sini, aku dan erna merumuskan sesuatu setelah membaca blognya alex rahasia bulan, punya anak itu merepotkan.

terlepas dari kata beberapa teman di sekitarku tentang betapa menyenangkan punya anak, aku dan erna barangkali menyadari bahwa mungkin melakukannya lebih mudah daripada cuma membayangkannya. lebih mudah bukan berarti mudah, lho ya.

ada beberapa masalah yang harus dipecahkan: pertama soal partner. pasangan aja nggak jelas, kok pingin punya anak. itu kata erna (berbekal keyakinan kalau dia tidak bakal bisa mengurus anak sendirian, karena dia tidak sesabar itu). kataku, gimana mau punya anak, biaya hidup sehari-hari seorang diri aja susah. kalau erna berpikir masalah psikis dan ekonomi, aku lebih berpikir ke arah betapa susahnya mengurus anak dan kenyataan kalau aku tidak suka anak kecil.

barangkali aku tidak postmo seperti kata nick dan herlinatiens. aku melulu modern. semua berasal dari sudut pandangku, yang lain cuma saran yang masuk telinga kiri keluar telinga kanan. postmodern berarti melihat dari segala sisi, otakku yang mungil tak mampu menjadikan prosesor canggih bikinan Tuhan menjadi multifungsi. barangkali aku melulu orang yang hidup dari segi pandangku, maka jawabannya cuma satu: aku belum mau punya anak. titik.

barangkali karena kenyataan semata kalau aku sedang menata hidup, belum siap untuk membaginya dengan orang lain, tapi tertegun dengan pertanyaan: "whats the point in having a 'rosy' future without anyone to share with. yup, maksudnya, saat ini kamu menata hidup, berusaha jadi orang cukup, ngejar karir mati-matian sampai lupa berkeluarga (berkeluarga di sini tentunya berisi pasangan dan anak/anak-anak), setelah kamu cukup, setelah kamu punya segalanya kamu hanya mendapati kalau segalanya itu tidak memberimu kehangatan keluarga. tak ada yang bergelanyut manja, minta dilayani ini-itu, merengek-rengek minta dibelikan sesuatu dan sebagainya. you have money but none to share with. barangkali itu dinamakan hampa, kosong, sepi dan sebagainya. beberapa orang bisa mengisi kesepian meski lebih banyak orang yang gagal.

atau barangkali semua bullshit, mungkin kita mati saat kita mencoba kaya. saat kita berusaha untuk membangun semuanya.

atau, kata erna, bila kita memutuskan berkeluarga: sang anak memutuskan untuk mengejar apa yang dia inginkan dan meninggalkan kita (dalam arti yang kiasan atau sesungguhnya), toh kita berakhir sendirian.

oke. jadi apakah sendiri itu sama dengan sepi, na? (pertanyaan kepada erna)

yup, sendiri bukan berarti sepi. setuju. jadi bagaimana? tertantang untuk berkeluarga seperti orang-orang di sekitar kita atau kamu masih setuju seperti aku bahwa keluarga (dalam hal ini adalah pasangan plus anak/anak-anak) belum perlu? (masih bertanya ke erna)

kita tidak lagi muda (ketawa dalam hati, karena masih merasa 17 tahun :)), berkeluarga berarti menabung. seperti tabungan uang itu, semua tak pasti. bisa hilang, bisa hangus, bisa berbunga bagus. tergantung rejeki, kata erna. rasional sekali alasan berkeluarga. hanya saja tidak saat ini, ya er?

dan aku 28 tahun. kamu?

kita

Rabu, 08 Februari 2012

tak peduli betapa manisnya diksi untuk menggambarkanku
aku cuma seseorang di masa lalu
kau hanyalah kenanganku

sebagian ada yang kuingat dari mencintaimu
sebagian besar lupa

rasa manisnya masih kubawa
yang pedih telah diurai airmata

cinta tak jadi perjalanan akhir kita
biarlah begitu
biar saja membiru

cintai dia yang kini bersamamu

Behavioral Science Unit 5

Rabu, 04 Januari 2012

"Jadi, piring terbang terbang tepat di atas kita, begitu, Natsuki?"
Natsuki mengaduk teh hijaunya sambil mendengar pertanyaan Shizuru untuk ke sekian kali. "Sudah kubilang, kau takkan percaya."

Nao dan Mikoto bergabung dengan mereka di Resto and Bar milik keluarga Tokiha.
"Aku percaya alien," celetuk Nao acuh, "Makhluk sehijau teh di gelas Shizuru. Apa warna mereka hijau Natsuki?"
Natsuki mendengus, "Aku balik dulu, sepertinya cuaca mendukung untuk segelas coklat hangat dan selimut yang nyaman." Akhir-akhir ini cuaca ekstrim, kadang sangat panas, kadang sangat dingin seperti saat ini.

Natsuki mengarahkan kemudinya pada sebuah swalayan dekat apartemennya di perjalanan pulang. Dia masukkan beberapa barang kebutuhannya ke dalam keranjang. Segera dia kembali ke dalam mobilnya setelah selesai belanja. Seorang asing masuk ke dalam mobilnya, duduk di belakangnya. Natsuki menatap spion tengah yang memantulkan wajah Nagi.

"Kamu berhasil Agen Kuga. Selamat."
Natsuki menoleh pada Nagi.
"Kamu ingin sedikit rahasia? Baiklah. Aliran HiME Star sudah lenyap, pemerintah menyiapkan back up rencana apabila para alien itu kembali untuk membalas dendam. Aku menemukan proyek serupa di ladang jagung Distrik 5, aku akan mengatasinya, terima kasih atas bantuanmu di Pegunungan Bersalju. Aku dan sisa-sisa pengikut HiME Star. Ngomong-ngomong, kau tak heran kenapa tak ada satupun orang di 13 gedung Pegunungan Bersalju?"
"Kau yang membuatnya demikian."
"Tepat sekali Agen Kuga, meski kurang begitu tepat. Anggap saja begitu. Anggap ini rahasia kecilku. Orang-orang itu mengungsi ke rumah sakit, itupun kalau orang rumah sakit bisa membantu mereka. Terima kasih pada Alyssa Sears. Kau cuma waktu dua jam saat itu dan kau memanfaatkannya dengan baik."
"Bagaimana kau bisa yakin aku bakal bisa menyelesaikannya dalam dua jam?"
"Aku tahu kemampuanmu, Agen Kuga, dan aku punya nara sumber. Anggap saja itu rahasia kecilku. Menyetirlah, Agen Kuga."
Natsuki menyalakan mesinnya, keluar dari tempat parkir. "Kau terlalu banyak rahasia, Nagi." Natsuki berhenti di lampu merah.
Nagi tersenyum, "Kita akan bertemu lagi Agen Kuga."


--=XXX=--


Shizuru melihat Natsuki beranjak pergi, Nao bersiul ringan.
"Kuga punya pantat yang seksi," kata Nao sambil melirik ke Shizuru.
"Tapi dia punya Masashi, Shizuru," Mikoto menimpali dengan lugu.
Shizuru tersenyum, "Setelah kejadian Tomoe, saya jadi agak trauma."
"Kudengar dia menciderai Ahn, partnermu dulu," kata Nao.
Shizuru mengangguk.
"Perempuan mengerikan," komentar MIkoto.
"Kurasa Tomoe sama gilanya sama Shizuru ini," sindir Nao.
Shizuru tersenyum, "Ah, tidak juga, Nao. Tidak ada separuh saya sama sekali," kata Shizuru sambil tersenyum dan menaikkan alis ke arah Nao. Mereka bertiga tertawa serempak.

tak kubiarkan

Selasa, 13 Desember 2011

tak kubiarkan kau luluh di kakiku
cintaku tak menjadikanmu pecandu
tak menghambakan

pantas jalan panjang terasa benar
kau tak melihatnya selayakku
kau cintai aku sesederhana mungkin tapi,
sayang, aku tak sesederhana itu

apa kau pikir cinta sesederhana itu?

begitu sederhana hingga ia menjadi alasan aku
mencintaimu
begitu sederhana hingga ia menjadi alasan aku
meninggalkanmu

cinta hanyalah kekuatan, untukku
kuharap untukmu pula
yang menjadikan kita menempuhi perbedaan
keadaan
cinta hanyalah rasa sanggup
untuk menjalani hari demi hari,
makin kuat makin hari
meyakinkan kita, membuka mata kita
seharusnya cinta membebaskan
menjaga diri pada janji yang pernah tertanam
cinta memberi perlindungan dan harapan
meski berujung perpisahan

cinta adalah kekuatan untuk melanjutkan langkah
cinta adalah adaptasi
kekuatan untuk meneruskan hidup dengan berani

tak kubiarkan cinta menjadi candu
cinta semata-mata kekuatan

bad days?

Minggu, 27 November 2011

Oke, aku sedikit terhibur. Menurut Niken, the best choice penyair Jember is parikesit n1nna. Itu didapat dari tur launching buku Bicara (Bukan) pada Sunyi garapan kami berlima dengan Niken sebagai wakil dari kami. Buku dibedah habis-habisan, bikin mules (tak bisa kubayangkan jika aku jadi Niken), puisi kami dipreteli satu demi satu.

Puisi-puisi yang dibaca:
pejuang pena (aku lupa, ini puisi siapa, ya?)
ada (Eugene Alexis)
Tuhan beri kamu malam ini (parikesit n1nna)
rindu sebisu batu (Niken)
pulang, dek (Niken)
memo pagi ini (Niken)
kang agus (Niken)
masih tentang rindu (Niken)
kota hiu dan buaya (parikesit n1nna).

Itu beberapa diantaranya. Thanks to Niken yang pergaulan sastranya luas, buku kami dapat apresiasi dari komunitas di Jember. Soal aku menjadi penulis pilihan, aku curiga itu karena Niken. Puisiku terlalu personal, terlalu diriku, sedang Niken dan Roy punya tema lebih berat dan luas.

Secara singkat, lewat blackberry messenger (bbm), Niken mengabari kritik mereka:
Roy negasi (pengingkaran, kalimat) hancur,
Niken lemah di unsur kejutan,
n1nna terlalu personal di akhir-akhir,
Eugene ribet di Bahasa Indonesia, dan
Endang hambar.

Wuih, tidak terbayangkan bila kami dibantai di Halte Sastra, bisa-bisa cuma dipandang sebelah mata dan dibakar, hahaha...

Good job, Ken, sori gak bisa nemenin.

lovestoned

Selasa, 15 November 2011


Disclaimer: meminjam nama Fujino Shizuru, Kuga Natsuki dan Suzushiro Haruka dari Mai Hime, serta soundtrack Tokiiro no Mai dan terinspirasi oleh lagu Lovestoned dari Justin Timberlake.


Shizuru memasuki ruang bersuara bingar. Dia melangkah mantap pada meja yang mengelilingi seorang bartender, menghembuskan nama sebuah minuman ke telinga peracik minuman itu dengan cara yang membuatnya merah tersipu.

Lampu menyala bersahut-sahutan, berlarik-larik, warna-warni, seperti mengacu pada musik yang menghentak-hentak. Shizuru bosan. Semoga club ini tak membuatnya begitu.

Jika saja sebuah club hanya berisi minuman memabukkan dan musik-musik nakal, Shizuru pasti lebih memutuskan untuk menggantung kakinya di atas kursi malas ruang tamu, mendengarkan lagu-lagu ala Ituana yang jadi jenis musik favoritnya, membuka sebotol anggur dan menyesapnya seperti menyesap seorang perempuan. Tapi, ada sesuatu dari club ini yang menariknya begitu kuat. Mungkin efek lampunya yang terlihat dari luar, sesuatu yang jarang didapat dari sebuah club. Atau mungkin Shizuru penasaran akan dekorasinya. Atau karena ini ladies night, dia tahu dari papan promosi yang dipajang di dekat pintu masuk. Shizuru bisa sewaktu-waktu melihat promosi event yang terjadi di club ini karena pintu elevator yang selalu terbuka pada lantai 10, lantai club, selepas Shizuru kerja di satu lantai atasnya. Selalu ada rekan kerjanya yang turun menggunakan elevator yang sama dengannya sepulang kerja yang mampir ke lantai 10 dan mengajaknya bergabung. Selalu Shizuru tolak, dia menolak untuk berada di tempat yang menurutnya "tidak pantas". Meski kadang Haruka sahabatnya berhasil membujuk, dengan suara keras dan lantang, untuk bergabung.

Apa yang begitu kontras dengannya sangat menarik bagi Shizuru. Haruka bersuara lantang, berkata apa adanya, sering belepotan memilih diksi berputar seratus delapan puluh derajat dengannya yang bersuara lembut, cenderung manipulatif dan negosiator yang bisa diandalkan. Mungkin sesuatu yang kontras juga yang menariknya masuk club ini hari ini. Ah, Shizuru ingat, musik yang dimainkan berbeda sama sekali dengan apa yang biasa dia dengar saat pintu elevator terbuka di lantai 10. Tokiiro no mai, salah satu musik favorit Shizuru. Dia sangat tertarik karena betul-betul heran, dari mana DJ tahu musik ini? Padahal Tokiiro no mai adalah salah satu soundtrack adegan perang dari sebuah film anime Jepang yang sama sekali tidak cocok untuk didengarkan di sebuah club. Walaupun DJ mengemasnya dalam bentuk yang dicocok-cocokkan untuk suasana di sini, tetap bagi Shizuru terasa aneh.

Shizuru meneguk minumannya sedikit. Berakhir mabuk di sini akan membuatnya out of character, Shizuru menimbang semua yang dia lakukan dengan bijaksana. Matanya menatap lampu yang berkilat-kilat, yang salah satu cahayanya menerpa seorang perempuan yang berada di ujung selatan Shizuru. Ah, Shizuru tahu, semua alasan kenapa tiba-tiba dia berada di sini sebelumnya punah sudah. Dia tahu itu karena perempuan itu, yang memegang botol kuning dan menyesap minuman lewat bibir botol dengan cara yang cantik. Gerakannya menari sangat menyenangkan Shizuru, Shizuru tersenyum di sela tegukan minum. Perempuan itu sekilas menoleh padanya, matanya menatap mata Shizuru. Dia tersenyum nakal. Senyum yang sama saat mereka berjumpa dalam elevator tadi. Shizuru bersumpah perempuan itu tahu apa yang dia rasakan.

Begitu kontras dengan Shizuru. Tubuh perempuan itu dibalut pakaian yang seperti kulit kedua, Shizuru memakai pakaian yang jauh dari kata ketat. Rambutnya lurus dan terlihat hitam legam, Shizuru berombak dan berwarna rambut jagung. Matanya melihat orang lain dengan lirikan, Shizuru cenderung sopan dengan menoleh. Dia bergerak dinamis, Shizuru cenderung statis.

Shizuru mengekor lewat tatapan mata tiap perempuan itu beralih tempat. Dia nikmati caranya berjalan yang seolah menantang untuk membuat keributan dengan perempuan-perempuan berpasangan yang cemburu disekitarnya. Shizuru melihatnya berkali-kali menolak ajakan minum lelaki-lelaki sendirian. Radar Shizuru berpendar penuh harap, matanya terus mengekor sosok menarik itu.

Entah berapa lama, Shizuru mengamati gerakan demi gerakan yang perempuan itu lakukan. Dia tahu malam sudah menjelang pagi saat mengintip sebentar ke jam tangannya. Dia harus ke kamar mandi. Dengan enggan dia menyeret langkah, meninggalkan tas kerjanya, berjalan melewati depan elevator dan berbelok di belokan pertama ke kiri. Dia mematut diri di kaca sebentar setelah menuntaskan hajat kecil, menatap kedua matanya yang lelah. Kamu benar-benar butuh tidur, Shizuru, batinnya pada diri sendiri.

Saat berjalan untuk kembali ke tempat duduknya tadi, melewati elevator, hati Shizuru mencelos mendapati yang berdiri di dalam kotak besi itu saat dia melirik sejenak pada pintunya yang terbuka. Shizuru terpaku, tak bisa berkata-kata, dan dia terpukau dengan senyum nakal milik perempuan itu. Perempuan itu. Pintu elevator tertutup, Shizuru tertegun, menyadari kebodohannya beberapa saat kemudian. Perempuan itu berdiri sendiri, mestinya dia menahan pintu agar tak tertutup sambil menanyakan namanya. Sambil bicara apapunlah, yang penting dia tahu sedikit jejak perempuan itu yang bisa dia runuti. Matanya menatap angka yang berjalan mundur, sesuai lantai keberadaan elevator, sampai akhirnya berhenti di angka 1. Bukan lantai parkir kendaraan roda empat. Shizuru menghembus nafas kecewa, dia tidak akan punya kesempatan mengejar perempuan itu. Shizuru berjalan gontai kembali ke tempat duduknya, mengemasi barang-barang dan memanggil bartender untuk satu sloki terakhir minuman pengobat rasa frustasi. Setelah meneguknya, Shizuru memberi tips yang membuat mata sang bartender terbelalak senang. Shizuru tersenyum meski sedih, sedikit terhibur melihat dia bisa membahagiakan orang lain saat dia sendiri butuh penghiburan.

"And now I walk around without a care
She's got me hooked, it just ain't fair, but I...
I'm love stoned and I could swear that she knows
Think that she knows, oh, oh
She knows, she knows, oh, oh"

Lovestoned, Justin Timberlake

epilog:
Senyum bartender itu masih mengembang saat dia menyerahkan satu lembar tisu pada Shizuru. Shizuru dengan heran menerima tisu itu.
"Dari perempuan yang anda lihat terus-terusan tadi, non," kata sang bartender dengan senyum yang menurut Shizuru hangat dan menyenangkan. Giliran Shizuru terbelalak, matanya menangkap tulisan tangan berisi huruf-huruf dan angka-angka. Shizuru menatap sang bartender yang senyumnya makin lebar melihat reaksi Shizuru. "Namanya Natsuki Kuga," bartender itu kemudian berbalik untuk melayani permintaan tamu lain.
Shizuru tersenyum. Ternyata hari ini tidak terlalu membosankan.

sakit? bolos kerja saja!

Sabtu, 12 November 2011


Hari ini, tubuhku rasanya...leleh. Sendi-sendi terutama punggung bawah serasa copot, jari-jari linu, area belakang lutut rasanya luar biasa pegal. Segera kuhubungi kakak kelasku yang seorang dokter.

"Wah, keknya kamu kena infeksi virus, tuh," jawabnya santai.
"Virus apa?"
"Ya, kagak tau, emang aku dukun?"
"Lho, situ kan dokter."
"Ya tetep harus dilihat sendiri dan diperiksa, donk. Ya udah, coba diinget-inget, kontak ma orang sakit kagak akhir-akhir ini?"

Kutepuk jidatku, astaga, anak salah seorang perempuan yang kemarin ngobrol ngalur-ngidul ma aku di jalan kan kena cacar air, dia sempat curhat padaku.

"Keknya ada luka-luka kek jerawat gitu di perut, punggung, muka en payudaraku," kataku.
"Wah, kamu kena varicella, tuh. Cacar air," jawabnya mengkonfirmasi ketakutanku.

Tuh kan, batinku.

"Waaa..."
"Udah, gak usah panik. Acyclovir 5x800mg 7-10 hari yeee… Lukanya bukan di genital kan?"
"Genitalmu!" hardikku.
"Hehe...kali aja. Nular banget, lho, pakaian harus disendirikan, cuci pake air panas, selimut en bed cover, bantal-guling juga. Sekalian kamu, kali, direndam air panas."

Dokter menyebalkan, batinku.

"Gak boleh masuk kerja, lho, ya. Istirahat yang banyak, get well soon."
"Bagi surat dokternya."
"Jauh, ah, minta klinik terdekat aja."

Tambah menyebalkan saja, nih, kakak kelas.

Untung hari ini partner ada acara di luar kota, jadi kemungkinan tertular ya sedikit. Eh, tapi kemarin dia kan sempet nginep di rumah, wah. Padahal dia lagi diet, kan gak bisa makan banyak untuk menghimpun kekebalan tubuh.

Cacar air tanpa panas tubuh? Itu sudah biasa (kata adik kelasku yang juga dokter, sih). Waspadalah! Waspadalah!!

Jadi ini malam, bokap sibuk mencarikanku acyclovir (yang terbeli adalah acyclovir 400mg, artinya aku harus minum sehari lima kali, tiap kali minum dua tablet! Pingin kucekik rasanya kakak kelasku itu). Kuminum pertama kali barusan, jam 21.25 wib tadi. Berarti aku harus minum lagi 4-5 jam setelahnya, itu berarti jam 1 atau 2 malam, yang bener saja, kenapa obatnya cuma bekerja 4-5 jam, sih? Katanya suruh istirahat, kok disuruh bangun-bangun terus untuk minum obat? Gak konsisten!

Yah, karena aku udah gede, gak mungkin kan ikut mlungker-mlungker gitu di sebelah ibu. Sudah pasti orang serumah begidik melihatku, sumber virus yang sibuk di depan laptopnya, mengupdate blog. Curhat pada diari, dengan kesadaran penuh mengisolasi diri dalam kamar. Kamar yang kayak kapal pecah, penuh dengan buku dan sampah. Tuhan, oh, Tuhan, saya bersabar saja untuk urusan sakit saya, tapi saya kirimin pembantu, ya, untuk membersihkan kamar saya? Amin.

Apa bahayanya cacar air (varicella) ini?
Ternyata, ia merupakan penyakit infeksi dengan masa inkubasi virus kurang lebih 2 minggu (berarti mungkin bukan dari ibu yang kemarin ngobrol sama aku) yang punya sifat dormant, tetap tinggal dalam manusia yang pernah terkena (carrier/manifest), sehingga suatu hari nanti bisa relaps alias kambuh lagi, tapi dalam bentuk lain yang namanya herpes zoster (ini dia yang pake dosis acyclovir 5x400mg). Pada penyakit menular seksual, ada namanya herpes genital, ini oleh virus lain yaitu herpes simpleks virus. Sedang dua penyakit sebelumnya oleh varicella zoster virus.

Saya sudah pernah terkena cacar air sewaktu kecil, atau sudah melakukan vaksinasi, kenapa bisa terjadi cacar air lagi (kenapa tidak berubah menjadi herpes zoster)?
Ada kemungkinan karena tubuh membentuk kekebalan tubuh yang tak sempurna pasca vaksinasi atau paparan cacar air yang pertama, sehingga pada paparan yang kedua terjadi cacar air. Ada yang menyebutkan bahwa vaksinasi alami (pernah sakit cacar air) dan buatan (pemberian imunisasi) melindungi dalam jangka waktu 20 tahun saja dari terakhir terjadinya paparan, sehingga bila periode itu terlampaui maka seseorang kemungkinan menderita cacar air kembali.

Apa yang bisa kita lakukan bila partner/pasangan kita terkena cacar air?
Banyak. Paling tidak ada 5 hal yang bisa kita lakukan. Di antaranya yang paling aman adalah menghindari kontak dengannya. Kita isolasi partner, jebloskan dia dalam kamar, kunci dari luar, kasih makan, minum dan obat melalui jendela. (Well, keknya pembaca SK bukan tipe sadis macam gini deh, hehehe)
Satu, kita bisa bantuin menghandle barang-barang yang kontak langsung dengan pasangan seperti pakaian, bed cover, selimut, sarung bantal dan guling. Pisahkan dan cuci dengan air panas (belum menemukan dengan pasti berapa derajat), deterjen atau chlorin.
Dua, kita bisa memberikan asupan makanan untuk partner, memastikan dia sudah makan, suapin buah, vitamin dan membuatkan jus, memotivasi untuk banyak minum (kebanyakan obat dibersihkan di ginjal), mengontrol suhu badan partner dengan mengkompres atau memberikan obat penurun panas yang dianjurkan oleh dokter dan mengingatkan partner jam-jam minum obatnya.
Tiga, beri pengertian pada partner untuk memotong pendek kukunya. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi infeksi sekunder (terjadi bila luka yang sangat gatal itu tergaruk dan kulit yang terkelupas menjadi sasaran empuk untuk infeksi bakteri). Kuku yang panjang mengakibatkan iritasi yang lebih dalam dan memungkinkan membawa bakteri dibawahnya. Untuk menambah kemesraan (kalo gak parno takut tertular), bisa kita potongkan kuku partner.
Empat, untuk mengurangi penderitaan partner karena gatal, sarankan kepadanya untuk tetap mandi. Jauhi mitos pasien cacar air tidak boleh mandi. Bisa mandi memakai larutan PK 1%. Masalah mandi, yang harus diperhatikan adalah cara mengeringkan tubuh memakai handuk. Harus hati-hati agar luka tidak "tergaruk" handuk dan menyebabkan infeksi sekunder. Kemudian anjurkan untuk menaburi tubuh dengan bedak.
Lima, berikan acyclovir salep 5% untuk diterakan pada luka-luka partner.
Enam, sakit kepala, pegal-pegal otot, nyeri sendi yang rasanya seperti encok yang menyertai mungkin saja membuat mood partner menjadi jelek. Berikan dukungan, kasih sayang, semangat positif baik kata-kata, sikap maupun tindakan agar tercipta kondisi psikis yang kondusif untuk percepatan penyembuhan partner.

Mengapa harus bolos kerja?
Cacar air pada manusia dengan imunitas (sistem kekebalan tubuh) yang baik, contohnya dewasa muda, bisa sembuh sendiri. Tapi penularan pada ibu hamil trimester pertama bisa menyebabkan kecacatan janin, terlebih sistem saraf janin. Beberapa negara di luar negeri, bila ternyata janin cacat (dilihat saat pemeriksaan kehamilan ante natal care), orang tua punya hak untuk menggugurkan janinnya. Di indonesia? Jangan tanya aku.
Selain itu, manusia yang terkena virus ini cairan tubuhnya amat sangat menular. Terlebih cairan dalam gelembung-gelembung lukanya (bullae/vesikel), sampai lukanya masuk stadium borok (krusta). Masalahnya, tiap gelembung usianya berbeda, ada yang masih gelembung berisi cairan, ada yang sudah memborok. Ini yang membedakan dengan herpes zoster, di mana herpes zoster gelembung-gelembungnya cuma pada satu area tertentu disebut dermatom dan berusia seragam, sedang cacar air relatif beragam dan tersebar di seluruh tubuh.
Pada manusia dengan imunitas yang (dianggap) lemah, seperti anak-anak (maka dari itu ada larangan membawa anak-anak ke rumah sakit kalo nggak sakit) dan orang berusia tua, atau orang-orang dengan latar belakang kondisi klinis tertentu yang menurunkan imunitasnya (orang dalam terapi kortikosteroid dosis dan dalam jangka waktu tertentu, pasien kanker atau HIV), bisa terjadi komplikasi seperti radang hati (hepatitis), radang otot jantung (myocarditis), radang ginjal (glomerulonefritis), radang paru (pneumonia) dan radang otak (encephalitis) yang bisa berujung kematian.

Jadi, meskipun anda kuat bekerja dan tidak sayang tubuh anda, sayangilah orang lain. Ayo bolos kerja!
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates