welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

anak

Rabu, 11 April 2012

jadi, di sini, aku dan erna merumuskan sesuatu setelah membaca blognya alex rahasia bulan, punya anak itu merepotkan.

terlepas dari kata beberapa teman di sekitarku tentang betapa menyenangkan punya anak, aku dan erna barangkali menyadari bahwa mungkin melakukannya lebih mudah daripada cuma membayangkannya. lebih mudah bukan berarti mudah, lho ya.

ada beberapa masalah yang harus dipecahkan: pertama soal partner. pasangan aja nggak jelas, kok pingin punya anak. itu kata erna (berbekal keyakinan kalau dia tidak bakal bisa mengurus anak sendirian, karena dia tidak sesabar itu). kataku, gimana mau punya anak, biaya hidup sehari-hari seorang diri aja susah. kalau erna berpikir masalah psikis dan ekonomi, aku lebih berpikir ke arah betapa susahnya mengurus anak dan kenyataan kalau aku tidak suka anak kecil.

barangkali aku tidak postmo seperti kata nick dan herlinatiens. aku melulu modern. semua berasal dari sudut pandangku, yang lain cuma saran yang masuk telinga kiri keluar telinga kanan. postmodern berarti melihat dari segala sisi, otakku yang mungil tak mampu menjadikan prosesor canggih bikinan Tuhan menjadi multifungsi. barangkali aku melulu orang yang hidup dari segi pandangku, maka jawabannya cuma satu: aku belum mau punya anak. titik.

barangkali karena kenyataan semata kalau aku sedang menata hidup, belum siap untuk membaginya dengan orang lain, tapi tertegun dengan pertanyaan: "whats the point in having a 'rosy' future without anyone to share with. yup, maksudnya, saat ini kamu menata hidup, berusaha jadi orang cukup, ngejar karir mati-matian sampai lupa berkeluarga (berkeluarga di sini tentunya berisi pasangan dan anak/anak-anak), setelah kamu cukup, setelah kamu punya segalanya kamu hanya mendapati kalau segalanya itu tidak memberimu kehangatan keluarga. tak ada yang bergelanyut manja, minta dilayani ini-itu, merengek-rengek minta dibelikan sesuatu dan sebagainya. you have money but none to share with. barangkali itu dinamakan hampa, kosong, sepi dan sebagainya. beberapa orang bisa mengisi kesepian meski lebih banyak orang yang gagal.

atau barangkali semua bullshit, mungkin kita mati saat kita mencoba kaya. saat kita berusaha untuk membangun semuanya.

atau, kata erna, bila kita memutuskan berkeluarga: sang anak memutuskan untuk mengejar apa yang dia inginkan dan meninggalkan kita (dalam arti yang kiasan atau sesungguhnya), toh kita berakhir sendirian.

oke. jadi apakah sendiri itu sama dengan sepi, na? (pertanyaan kepada erna)

yup, sendiri bukan berarti sepi. setuju. jadi bagaimana? tertantang untuk berkeluarga seperti orang-orang di sekitar kita atau kamu masih setuju seperti aku bahwa keluarga (dalam hal ini adalah pasangan plus anak/anak-anak) belum perlu? (masih bertanya ke erna)

kita tidak lagi muda (ketawa dalam hati, karena masih merasa 17 tahun :)), berkeluarga berarti menabung. seperti tabungan uang itu, semua tak pasti. bisa hilang, bisa hangus, bisa berbunga bagus. tergantung rejeki, kata erna. rasional sekali alasan berkeluarga. hanya saja tidak saat ini, ya er?

dan aku 28 tahun. kamu?

0 komentar:

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates