welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

You Are The Only Exception -Paramore

Kamis, 30 April 2020

When I was younger I saw my daddy cry And curse at the wind He broke his own heart and I watched As he tried to reassemble it And my momma swore That she would never let herself forget And that was the day that I promised I'd never sing of love if it does not exist But darling, You are the only exception

Maybe I know somewhere Deep in my soul That love never lasts And we've got to find other ways To make it alone Or keep a straight face And I've always lived like this Keeping a comfortable distance And up until now I've sworn to myself That I'm content with loneliness Because none of it was ever worth the risk Well you are the only exception I've got a tight grip on reality But I can't let go of what's in front of me here I know you're leaving in the morning When you wake up Leave me with some kind of proof it's not a dream You are the only exception And I'm on my way to believing Oh, and I'm on my way to believing

Refleksi 8 April 2020

Rabu, 29 April 2020

Glenn meninggal.

Sebagian diriku bilang hidup terus berjalan, sebagian lagi terlempar ke masa lalu. Glenn ini spesialis lagu galau. Salah satu mantan yang berdarah Maluku bangga sekali dengan penyanyi satu ini.

Selain latar belakang cewek-cewek yang berusaha dia gebet dan suara desahan yang menjijikkan, sebenarnya aku enggak begitu tidak suka dengan Glenn. Malah, beberapa lagunya kena banget di saat terpurukku. Terpuruk karena cinta, wkwkwk, lebih tepatnya karena tidak punya uang dan diperparah ditinggalkan orang-orang yang katanya mencintaiku. Love sucks, tapi hati yang sentimentil bisa tetap tinggal bertahun-tahun bahkan setelah cinta itu sudah tak terasa adekuat lagi.

Adanya perintah untuk tinggal di rumah saja karena Covid-19 ini, pasti banyak orang yang diam-diam menghubungi orang-orang di masa lalu. Old flames juga mungkin tiba-tiba teringat kita dan kita teringat mereka. Kadang ingat saja tidak cukup buat beberapa orang. Berbeda dengan mantan-mantan yang suka ngumpulin orang-orang di sekitarnya --siapa tau mereka berguna nanti, politik orang yang merasa dia akan hidup selamanya seperti drakula-- aku sih tidak berteman dengan mantan, namun sering cekikikan dengan Caca mengingat kelucuan-kelucuan di masa dia dengan mantannya dan aku dengan mantanku. Caca ini satu-satunya teman yang tersisa di masa deNL, selain Rani yang terlalu serius dan terlalu 'semesta'.

Sebenarnya aku juga masih sibuk, bukan hanya bekerja dari rumah tapi aku juga harus bekerja ke luar rumah. Namun kesibukan ini bukan kesibukan biasanya yang bisa membuatku berhenti menulis. Sebenarnya kerja yang seperti ini impian, tapi aku orang yang susah mencambuk diri sendiri, akan banyak pekerjaan birokratif yang enggak selesai kalau aku bekerja di rumah karena sudah biasa untuk menyelesaikan segalanya di kantor.

"Tinggalkan saja diriku yang tak mungkin menunggu
Jangan pernah memilih, aku bukan pilihan."*


Kembali ke cekikikan karena masa lalu, aku ingat saat aku hidup di rumah Icha, saat itu dia sedang menyetir Honda-nya, kami kembali dari mengantar kekasih Icha di sekitaran Bungurasih. Waktu itu lagu Tega mengalun lewat radio, ya si Glenn Fredly ini, kemudian aku nyeletuk, "Dulu kalo weekend aku seneng banget, soalnya ada orang yang kutunggu-tunggu bakal datang." Si Icha menggodaku dengan detil-detil tentang mantan setelah celetukanku. Barang kali itu adalah satu dari kenangan yang kuingat dari Icha. Tega itu lagu yang lumayan akurat untuk menggambarkan sakit hatiku karena perpisahan dengan mantan di sekitar 2015 (atau 2014, aku sudah agak lupa).

"..yang tega menipuku..."**


Kematian Glenn, tentu mengingatkanku pada mantan-mantan karena panjang karir dan keaktivan Glenn di dunia musik. Sebut saja Sekali Ini Saja dan Januari, ini akan membuatku ingat mantan yang sekarang di Bandung, Tega untuk mantan yang dulu 9 tahun bersama (sangat suka aku saat Glenn dengan emosional berulang kali menegaskan "..yang tega menipuku..."), Yang Terlupakan (versi Glenn di Prambanan Jazz 2016, aslinya milik Iwan Fals) untuk 'Am yang sekarang sudah beranak dua. Tentu saja aku sangat menikmati terdampar dalam lagu-lagu itu yang dinyanyikan secara langsung dan Jazz yang saksofon-nya terasa agak-agak nge-funk (The Bakuucakar) di saat-saat banyak berada di rumah ini.

Selamat jalan, Glenn. Empatiku untukmu di perjalananmu selanjutnya.

"Putus lagi cintaku, putus lagi jalinan kasih sayangku dengannya
Cuma karena rupiah lalu engkau berpaling muka tak mau menatap lagi
Kecewa, kecewa hatiku
Terluka karena cinta"***

*Glenn Fredly (Aku Bukan Pilihan oleh Iwan Fals) dalam NET. ONE Anniversary -Trio Lestari- Medley Lagu Iwan Fals menit 00:27
**Glenn Fredly dalam Glenn Fredly -Tega @ JJF 2018 menit 04:57
***Glenn Fredly (Sakit Gigi oleh Meggy Z.) dalam Trio Lestari Kolaborasi Music Joke Entertainment (Malang Jazz Festival 2016) menit 04:26


catatan ulang tahun ini tahun

Minggu, 19 April 2020

we don't always survive the cracks of a relationship*

Di FB sedang bertebaran status tentang dikhianati kekasih. Ini tentu membuatku ingat masa-masa sulit itu, di mana cinta dan persahabatan terlalu sulit untuk dipertahankan.

there will come a time when your desire to hold something will exceed your capacity to keep it*

Ada saat di mana kepedihan terlalu sulit dikomunikasikan, kepergian seseorang yang paling kucintai yaitu Bapak menjadi pemicu yang merubah hidupku beberapa tahun setelahnya.

love is a very strong force, but it's still capable of dying**

Saat itu aku tak percaya ada yang sama buruk dengan kepergian Bapak. Rupanya aku salah. Perlahan-lahan mereka yang bilang mencintaiku pergi di saat aku membutuhkan uluran tangan. Orang yang kupikir akan ada di saat suka dan duka ternyata tak sanggup menghadapi kepedihanku.

i used to justify people's departures by finding faults in myself and creating false narratives about me that validate their inability to stay***

Barang kali sampai detik ini mereka masih berpikir bahwa apa yang mereka lakukan benar. Tapi aku membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyadari bahwa apa yang mereka lakukan mungkin benar...benar-benar menamparku untuk lebih mencintai diri sendiri. Menyibukkan diri untuk memperbaiki diri sendiri, aku berlari maraton dan mengikuti perjalanan ke kota-kota lain dengan vespa, memperkaya diri dengan pengalaman dan orang-orang baru. Tak mengapa bila orang melihatku selalu sendirian, toh aku telah membuktikan bahwa cinta dan persahabatan itu sama rapuhnya.

love yourself enough that people's departures don't feel like funerals***

Tapi dunia ini memang tempat penuh kejutan. Pertemuan demi pertemuan memaksa luka terlupa. Hari ini adalah bukti bahwa aku tetap bisa mendapatkan segalanya tanpa mereka memilihku dulu. Dan hari ini adalah bukti bahwa aku bisa bahagia. Aku tak harus membangun lagi koneksi dengan mereka hanya untuk membuktikan sesuatu, aku tak butuh validasi apapun tentang how to wear my feelings.

don't put resistance towards anything outgrowing you. let it outgrow you, don't prolong its inevitable departure***

i just want to thank all those who've destroyed me into i am today


*overlyxclusive
**winter pennington dalam raven mask
***iambrillyant

Menjemput Impian -KLA

Sabtu, 22 Februari 2020

Indah larik pelangi
Seusai hujan membuka
Hari Samar dirajut mega
Garis wajahmu lembut tercipta
Telah jauh kutempuh perjalanan...
Bawa sebentuk cinta
Menjemput impian
Desau rindu meresap
Kenangan haru kudekap
Semakin dekat tuntaskan penantian
Kekasih, aku pulang
Menjemput impian
Kau dan aku
Jadi satu
Arungi laut biru
Takkan ada yang kuasa
Mengusik haluannya
Kau dan aku
Jadi satu
Sambut datangku
Sekian lama waktu telah mengurai makna
Cinta kita gemerlap terasah masa
Kan kubuat prasasti
Dari tulusnya janji
Walau apa terjadi
Tetap tegak berdiri

Kau dan aku jadi satu

Bersama kita jemput...impian

Perjalanan 2

Rabu, 19 Februari 2020

Selain Lumajang, di 2019 aku juga mengunjungi Situbondo, Probolinggo, Yogyakarta, Bogor, Madura, Labuan Bajo, Malang, Mojokerto, Blitar, dan Trawas.


Situbondo dan Probolinggo adalah kota kenangan saat aku kecil. Aku sempat bersekolah di sana. Kemudian Yogyakarta, tempatku S2 di UGM (tapi aku mengundurkan diri).

Di Malang dan Trawas aku mengikuti rapat kerja. Enak banget di Trawas, namun aku tidak suka memikirkan bagaimana berkendara ke sana.



Di Madura hanya iseng dan kuliner dengan partner. Ke Blitar untuk kulakan coklat crispy favoritku di Kampung Coklat, sambil wisata edukasi dan religi ke Makam Bung Karno.


Yang seru itu di Bogor dan Labuan Bajo, jalan dengan partner dan Inen dengan pasangannya. Makanan Bogor enak. Meski aku tak sempat ke Kebun Raya Bogor seperti mereka, kulinernya sudah cukup membuatku ingin balik lagi ke sana dua tahun lagi. Menginap dekat IPB, tempatku ujian tahun 2018 lalu. Makanan yang menarik: Soto Kuning Pak Yusup, cungkring Pak Jumat, bir kocok, sate sumsum, dan soto & sate Pak Hasan Kumis. Sayang kota ini macet kebangetan.



Di Labuan Bajo hari pertama mampir ke Hotel Djayakarta menikmati sunset. Menginap di Ayana Resort, ketemu teman SD yang ternyata kerja di Travel Agent yang ada di resort tersebut. Besoknya, menjelajahi Padar, Long Pink Beach, Pulau Rinca, dan snorkeling di Kanawa. Kayaknya gak bakal balik ke sana, selain mahal aku tak tahan dengan pesawat kecil. Mabuk. Padahal selama naik kapal aku baik-baik saja, dasar perut manja ahahaha...





i had to step away from a few
and walk back into my own life
to realize how much i had missed myself*

*iambrillyant

Perjalanan

Minggu, 16 Februari 2020

Tahun 2019 dipenuhi dengan perjalanan. 2020 karena covid19, aku menghindari perjalanan.

Maret 2019, kedua kalinya ke Bali untuk tahun ini. Karangasem, daerah asal si geg, 3 jam dari bandara.


Menginap di Candi Resort, tinggal di salah satu kamar yang paling dekat dengan pantai privat. Luar biasa memang Bali ini dalam memanjakan wisatawannya. Sebelum sampai di hotel, mampir dulu untuk makan siang di Pantai Goa Lawah. Tak disangka ketemu beberapa teman lama di sana.




Perjalanan berlanjut ke Taman Ujung Soekasada, di mana gunung bertemu pantai. Indah sekali. Lalu ke Tenganan Pegringsingan. Menuju kota, pindah ke sekitar Kuta dan bertolak ke Garuda Wisnu Kencana.


Perjalanan sebelumnya diawali di Jakarta, tepatnya Cawang. Monas. Mampir Grand Indonesia karena ingin merasakan bioskop CGV tipe starium, nonton Captain Marvel. Makan di the Halal Guy. Lalu naik kereta ke Surabaya, makan di nasi pecel dekat bambu runcing, jalan ke the House of Sampoerna lalu ke Juanda.


Dan ternyata bulan Agustus 2019 aku ke Bali lagi (ya ampun ahahaha) pada liburan Iedul Adha, di Sanur. Jalan di pantai dan makan lumpia. Ke Pandawa Beach, Padang-Padang, dan jalan sama partner ke Seminyak sampai kaki udah ogah jalan lagi.




it takes a lot to laugh as the years gone by
but i can find you there as my tears run dry*

the right lover will never try to silence your wounds when they become too loud
their soul will open its ears, listen to what they have to say, and gently caress you into a space of peace**

*diubah dari private emotion-nya Ricky Martin
** iambrillyant

Beachwalk, Januari 2019

Jumat, 14 Februari 2020


Kalau aku harus setuju tentang banyak hal tentang Bali, maka aku harus setuju bahwa senja di Bali itu indah. Itupun karena aku jarang bisa bangun pagi untuk menikmati sunrise di pantai-pantai sebelah timur, sehingga aku tidak bisa membandingkan keduanya.


Januari ini, 2019, kuhabiskan dengan berjalan ke Beachwalk setiap hari. Entah sekedar makan es milo, es ovaltine, es oreo, es kitkat atau es apapunlah namanya sambil melihat matahari tenggelam di pantai Kuta, atau bahkan hanya duduk saja di pantai Kuta. Entah kenapa dulu aku malah sibuk berfoto dan berguyon-guyon tidak jelas dengan teman-teman. Kali ini aku ingin lebih banyak mengabadikan dengan ingatanku. Sederhana seperti New York State of Mind-nya Billy Joel.





Tinggal di hotel bergaya 90an, lalu seorang diri berkendara ke museum Antonio deBlanco, Pura Saraswati, Puri Ubud, Monkey Forest.

Menikmati tipat cantok, rujak tanpa kuah pindang (eh yang ini belum keturutan), ayam betutu, sate lilit, nasi jinggo, lawar ayam, dan sambel embe yang ternyata beda dengan milik geprek bensu favoritku.


Kalau aku punya banyak hari yang bisa kugunakan ke sini lagi, aku ingin kursus surfing. Tapi kemudian di tahun 2020 telinga kananku jebol lagi gendangnya, sehingga kemungkinan besar aku takkan bisa kursus surfing.



if your soul has no words and feels quiet today,
if your heart feels empty and in need of furnishing
i hope you remember that your existence is not defined by anyone else's love or
the lack of it
i hope you're feeding your solitude with self love instead of loneliness*

*iambrillyant
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates