welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

sedang offline

Senin, 28 Juni 2010


huhuhu, speedy saya mati beberapa hari ini. saya kesepiaaaaan...tak bisa menulis, tak bisa surfing

malam tak sanggup tidur lagi

Sabtu, 26 Juni 2010


malam ini adalah malam yang kesekian aku tidak sanggup tidur. bukannya tidak bisa, tapi tidak mampu. beberapa hari lalu pintu kamarku rontok (beneran, rontok ! kayunya berjatuhan begitu pula tripleknya), nyamuk keluar-masuk dengan bebas, kipas angin tidak berdaya mengusirnya. alhasil, tiap malam kamarku menjadi medan laga pertempuranku dengan nyamuk.

kemarin nginep di rara, jadi lumayan terbebas dari nyamuk. di sana bersama mandra dan meta. acara nobar (nonton bareng) piala dunia portugal vs brazil (minus kaka) berlanjut menjadi sleep-over (tanpa pijama).

lalu di tengah malam kami nonton lake mungo (aku jadi merinding, karena teringat scene-scene di film ini, menulis ini di tengah malam ini), horor keluaran afterdark horror festival 4 dari negara australia. aku jatuh cinta dengan film ini, mulai dari pengambilan gambarnya, kejernihan dvd bajakannya (aku tidak menemukan yang asli, tak ada rotan raam punjabi, eh, akar pun jadi), editing nya, juga ceritanya.

aku harus menunggu sekian lama untuk mendapat suguhan film horor bagus dari barat yang tak melulu tikam-menikam (bukan berarti film horor indonesia lebih bagus, sih _ _!), tapi mendapatkan film dengan nilai "bagus" di hampir setiap infra struktur yang membangun sebuah film horor kurasa itu bukan hal yang gampang.

dan film indie ini membuatku tercengang.
tak mengejutkan bila hollywood berencana membuat ini film dalam versinya.

yang kutanyakan adalah, kapan film lesbian punya film seri bagus ? aku kecewa dengan l word yang begitu mengasyikkan untuk sebagian lesbian dan begitu mengerikan untuk sebagian lesbian lain, seperti aku.

waktu pertama melihat seri ini (dengan mantan), aku tertidur di sebelahnya. apa yang membuatku tertidur ? aku merasa malu, lesbian begitu dieksploitasi di sini, iya kalo dieksploitasi dengan baik, lha kalo yang dieksploitasi mengenai hal-hal seksuil dengan begitu bebasnya jelas aku rada risih. di sana semua orang lesbian (well, hampir semuanya sih), atau paling tidak mereka mau-lah diajak "ini-itu" sesama perempuan. lalu, semua hal selalu dikaitkan dengan seksualitas (well, hampir semuanya sih) dan kebebasannya dalam mengekspresikan termasuk kebebasan yang keterlaluan seperti perempuan x ketemu perempuan y pertama kali langsung ml, lalu bette dan lingkungannya tentang seni dan, lagi-lagi, seksualitas (kuakui, seksualitas dalam seni tertentu, contohnya seni kedokteran, sangat mempengaruhi kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan).

kenapa, sih, film seri lesbian (yang pertama dan masih yang termutakhir) ini menitik beratkan pada sesuatu yang "besar" ? seperti cerita yang dibuat sefantastis mungkin, pakaian yang dibuat semodis mungkin, persahabatan yang dibuat seasyik mungkin, percintaan yang dibuat serumit mungkin, kenapa semua menitik beratkan pada issue yang besar ? kenapa tidak menitikberatkan pada infrastrukturnya, seperti editor film (aku belum lihat yang episode limb from limb, yang mendapatkan penghargaan best editor dari leo awards) yang mumpuni (aku selalu sebal dengan editan film l word, coba sekali-sekali perhatian posisi tubuh/organ tertentu dari aktris dengan 2 angle yang berbeda, keliatan banget kalo itu 2 pengambilan gambar dijadikan satu), atau suatu kriteria lain yang memungkinkan untuk mendapat piala dari penghargaan film seri yang bergengsi lah, sehingga l word bukan hanya dikenang sebagai film seri pertama mengenai lesbian sepanjang 6 musim tapi juga dikenang akan kebrilyanannya merebut beberapa kriteria emmy awards (well, aku tahu l word menyabet beberapa penghargaan, tapi why not emmy awards ? atau lebih tepatnya, kenapa cuma merebut satu emmy awards saja selama 6 seasonnya ?).

well, aku ini penikmat film, film genre lesbian merupakan film menarik bagiku karena perasaan "dekat"nya. kuharap ke depannya film-film lesbian (seri/tidak), yang kebanyakan oleh orang-orang lesbian, meraih banyak penghargaan akan infrastrukturnya sehingga film itu tak hanya bisa dinikmati oleh sesama lesbian, tapi juga mempengaruhi pelajar-pelajar film yang pastinya banyak menonton film dengan infrasturktur bagus, menjadi inspirasi yang akhirnya menggelitik umum untuk mengakui adanya lesbian-lesbian dengan film-film lesbian yang "hebat" yang bisa dijadikan rujukan, teladan dan nilai moral yang luhur.

sebab aku orang yang teramat peduli dengan pendidikan (karenanya aku selalu belajar, belajar menjadi "besar").

kecewa oleh italia

Kamis, 24 Juni 2010


sejak punya kesempatan ke italia tahun lalu, saya sangat mencintai italia. negaranya indah sekali (meski menurut saya sedikit kumuh, mungkin karena banyak bangunan tua di sana), kota-kotanya, seni-seni yang bertebaran di mana-mana, di jalan-jalan, di pojokan-pojokan. musim panas yang dingin untuk ukuran surabaya dan sebagainya.

i luv italia.

tapi dalam piala dunia, pertandingan italia lawan slovakia malam ini, saya terduduk kelu di dante coffee, sutoz, melihat permainan italia yang seperti bencong main bola. kontrol bola buruk, garis belakang buruk, lini depan sama buruknya. seperti bukan tim nasional elite yang dibangga-banggakan.

jangan-jangan karena mereka bermain di negara magis, afrika selatan. tim unggulan dipecundangi habis-habisan, barangkali magis lah yang membuat tim jagoan saya loyo tak bertaring (saya harap benar karena hal magis, hahaha, ngimpi).

spaghetti dante coffee jadi terasa tidak nikmat (bohong, kenyataannya piringnya bersih banget gak perlu dicuci), green tea dengan buah plum jadi sangat asam.

eh, barusan liat italia yang sebenarnya ngegolin ke gawang slovakia, sudah lewat garis gawang tapi terbentur tubuh pemain slovakia. mestinya gol itu ! wah, apes bener italia.

sudahlah, daripada saya ngomel-ngomel tidak jelas karena italia, mending saya nikmati malam ini membenahi blognya rany, sumpek. asem.

italia kagak forza !!!

ah, barusan slovakia ngegolin lagi. 2-0 untuk slovakia. italia goblog.

pour : M. R. Yan M.


Aku menulis lagi, hyan.

Sudah ribuan jam kulalui dengannya. Ribuan jam yang terasa manis dan pahit sekaligus. Tiba-tiba aku teringat dengan satu scene yang kulalui bersama mantanku, ivan, ratusan ribu jam yang lalu. Sebuah kota, sebuah tempat, di mana kami duduk dan tempias hujan membasahi kami. Pemandangan lampu kota yang remang dan langit mendung yang putih di malam itu. Saat senyum berlesung pipit pada kedua pipinya yang penuh itu begitu menawanku. Barangkali di jam-jam itu kami pasangan yang bahagia ( aidanaubrey pernah berpendapat tentang betapa bahagianya kami). Suasana lengang dan tak banyak orang. Meja bilyar yang tak digunakan, yang akhirnya kami berdua gunakan. Mantanku terkejut melihat bola yang kusodok pertama mampu masuk ke dalam salah satu lubang di meja hijau tersebut.

Barangkali aku memang perempuan yang ditakdirkan untuk selalu terlihat bahagia. Tapi saat itu aku benar-benar bahagia. Melihat tubuh overweight mantan dari belakang, menatap ekspresi seriusnya dalam memasukkan bola-bola itu satu-satu. Barangkali darah ambonnya yang membuatnya selalu percaya diri untuk melakukan sesuatu. Untuk tampil ke depan dan membuat perempuan-perempuan gemas ingin mencubiti pipinya. Dan barangkali suaranya yang benar-benar enak didengarlah yang membuatku tahan untuk bertelpon dengannya berjam-jam dalam sejarah cinta kami yang berhubungan jarak jauh.

Barangkali pertemuan kami di sebuah cenel internet, cenel yang sama yang mempertemukan kami pertama kali, -lah yang membuatku tiba-tiba mengingatnya. Barangkali orang ku yang sekarang akan menggodaku habis-habisan jika tahu aku menulis ini, tapi tak mengapa, dia penuh pengertian meski dengan gerutuan yang membuat kupingku panas.
Barangkali karena liburan panjang yang menyebalkan inilah yang akhirnya membawaku pada kebiasaan lama : menulis dan mengunci diri dalam kamar. Bapakku sampai kebingungan melihatku malas keluar rumah.

Atau banyak barangkali yang lain yang bisa dijadikan alasan. Aku tidak tahu. Kadang-kadang sesuatu akan membangun alasannya sendiri di dalam situasi itu sendiri. Seperti saat ini, saat aku tidak butuh pengakuan, pengakuan untuk merasa bahagia sebab aku memang perempuan yang selalu terlihat bahagia.

Namun barangkali yang paling mungkin adalah aku melihat scene yang sama di perjalananku tadi, meski tidak ada tempias hujan maupun langit yang mendung. Beling-beling lampu jalanan kota menyeretku perlahan, terlebih saat melihat tulisan Malibu. Aku pasti tersenyum sendiri saat itu. Sebab hal itu akan selalu mengingatkanku pada mantan, sesuatu yang mungkin mantanku sendiri telah lupa.

Hyan, kadang-kadang menempatkan diri sendiri sebagai orang ketiga, dalam hal ini orang ketiga adalah orang yang hanya mendengar cerita, adalah yang kulakukan saat teringat kenangan manis dan pahit sekaligus. Itu membantuku membuka jalan baru, pemikiran baru dan rasa lega yang baru. Bahwa tanpa mantan aku tidak akan bisa jadi aku yang sekarang. Tubuh yang luka akan mengajari kita betapa berharganya tubuh tanpa luka. We bleed just to know we’re alive. Kalau kita menyusun pusel-pusel cerita satu-satu dan melihatnya secara keseluruhan maka kita akan sadar betapa jauhnya kita melangkah. Aku tak ingin kembali pada kisahku dengan Y maupun dengan mantan. Mereka adalah pusel terbaik saat itu, saat ini aku akan bersama pusel baru. Pusel yang sama sekali berbeda dari pusel lama. Jiwaku akan senantiasa bergelora, meletakkan pusel demi pusel ke tempatnya. Suka, syukur dan duka akan senantiasa terangkum jadi satu membentuk pusel-puselku yang baru. Apapun yang terjadi, hyan, aku akan selalu pulih kembali dalam kebanggaanku untuk satu kebebasan baru.

Coz I don’t want the world to see me coz I don’t think they’d understand.
When everything might to be broken, I just want you to know who I am.

oke, saya sedang menanti twilight 3


well, judulnya tidak menyenangkan karena saya tidak senang mengaku menanti film ini. dua film prekuelnya saya caci maki habis-habisan di depan teman-teman, apa kata mereka kalau mereka tahu saya menantikan seri penghabisan dari twilight saga ini ?

mengapa saya mencaci maki dua prekuelnya ?

well, dalam benak saya, film vampir harus selalu full of body contactm all about blood, sunburn, sexy scenes and women crazy in love with the count of dracula. saat saya ke bioskop dengan sejuta pengharapan film action, eee, ternyata filmnya persisi buatan bollywood (saya tidak bilang film bollywood jelek, hanya saya kurang minat terhadap film drama. kebanyakan film bollywood adalah film drama). mati saya, saya mual dan nyaris muntah di dalam bioskop. teman-teman memuja si pattison ganteng abis, sementara saya merinding liat pattison yang putih abis, jelek kek orang dengan panu merata, kurus, kek orang penyakitan, mayat lagi.

pada filmnya yang kedua, saya mulai bisa menikmati karena ada serigala-serigala keren dengan tato, tubuh gede, kulit cokelat lagi. yummy. tapi tetep kecewa karena ketidaksesuaian antara promosi dan kenyataan yang saya lihat di bioskop. promosi yang katanya menjanjikan sekuel keduanya bernuansa "lebih gelap", tapi yah tetep aja bollywood punya. tapi kantong muntah saya tidak saya gunakan berkat serigala-serigala macho itu, malah mual saya tinggal 50% dari film yang pertama.

jadi, kumohon Tuhan, jadikan twilight ke 3 ini seperti yang mereka promosikan : full of body contact, blood, women crazy in love, sexy scenes, etc. sebab pecinta film vampir seperti saya bisa kecewa kalo vampir hidup dalam dunia kasih sayang, sebab vampir sendiri merupakan satu bentuk "chaos" di mana "chaos" ini saya artikan sebagai keluar dari hukum alam yang ada. dead men/women walking. manusia memakan darah sesama. "chaos" yang akan selalu menimbulkan ke"chaos"an, seperti perang, seperti kebencian juga seperti dendam, ketidakjujuran dan rasa ingin menyakiti.

theres no plan b -the a team


film berisik. ya iyalah, ini kan film action, bok !
iya, sih, tapi tetep aja berisik. kupikir transformers : revenge of the fallen sudah berisik, eh, film ini menurutku justru lebih berisik ! ngayal lagi. masak ada tank jatuh dari jarak ribuan kaki dari bumi bisa mendaratkan beberapa manusia dengan selamat ?
kalo menurut seorang tulisan dari sebuah majalah internet khusus lesbian, fiksi itu harus realistis. betul sekali.
aku bukan penggemar david copperfield. juga bukan penggemar orang yang menuduh si david bekerja sama dengan jin ifrit-lah, jin lampu wasiat-lah. oke, aku terkesima oleh "tipuan cantik" dari pak copperfield di tv-tv, tapi melihat tipuan yang sama di pembuka film the a team membuatku berpikir, hanibal ini pesulap atau apa, ya ?
lalu tipe penjahatnya juga menyebalkan : orang arab dianggap selalu menjadi penadah (atau apa, ya, namanya ? pokoknya di film ini, pengguna plat uang dollar palsunya adalah orang arab). well, kenapa sih kok enggak orang yahudi saja ? kenyataannya mereka betul-betul penjahat dunia. tidak mengindahkan sama sekali peringatan pbb selama beberapa kali. padahal iran yang cuma sekali melanggar peringatan pbb aja langsung diboikot ekonominya, dianak tirikan, diidolasi dan sebagainya.
di penutup film ini sku baru sadar, oh film ini prekuel dari film seri the a team yang diputar jama baheula itu, to ? aku jua jadi tahu kenapa hanibal is the big boss dan kenapa b.a takut terbang. yang belum kutahu adalah kenapa murdock gila (gen kali, ya ?) dan face tukang flirting.
cerita film ini berkisar tentang the a team, sekelompok elite militer yang tergabung di bawah pimpinan kolonel hanibal. the a team selalu berhasil dalam misinya. kolonel hanibal berambisi untuk menyelesaikan misi plat uang dollar palsu tanpa pertumpahan darah, namun ternyata timnya dijebak oleh satu kelompok tentara lain (aku lupa nama grup mereka apa). mereka dituduh memboikot misi dan menghilangkan/melenyapkan/menyembunyikan barang bukti (plat tersebut) dan dijatuhi hukuman penjara serta dicopot pangkatnya.
hanibal bertekad membersihkan nama mereka. 6 bulan kemudian, dibantu oleh seorang anggota cia, mereka mulai melakukan operasi khusus pembersihan nama baik dan perebutan plat kembali.

dont want you back -bsb

Rabu, 23 Juni 2010

you hit me faster than a shark attack
you saw my picture on the Backstreet's Back (Alright!)
and you were more than just a pretty face
but how you fooled me, im still amazed babe
but i should have known, that i would be
another victim of your sexuality
but now we re done and over with

dont want you back
cause youre no good for me, i know
thats all i can say
dont want you back
forgive my honesty but you gotta go
i dont want you back

you started going out with so-called friends
but i was blind and so i lost all common sense
but there were things that made me realize
like all the hundred no, thousand lies

baby, dont bother telling me your reasons why
just let us end this story, bout you and i

dont want you back, thats all i know
all i can say, dont want you back
you know you gotta go
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates