kemarin, di tengah hujan dan petir menyambar, tiga orang --satu lelaki dua perempuan--- duduk di perpustakaan alias perpus. salah satunya adalah aku, dua orang yang lain bercerita tentang hantu di ruang kelas yang berada tiga meter dari perpus.
dan...sekarang aku sendirian di perpus (di mana penjaga perpustakaan (yang bukan setan, lho ya) ini??? gak tau apa kalo aku takuuut...). menatap layar laptop dan tidak berharap sosok lain menumpang ngaca.
takut.
takut adalah sesuatu yang manusiawi. bersifat manusia sekali. manusia harus melewati ketakutan demi ketakutan untuk menjadi dia yang sekarang.
takut adalah yang diajarkan Tuhan padaku di detik aku menulis ini (sambil bulu kuduk berdiri).
bayangkan saja kamu mendengar radio saat bermobil di dini hari, sendirian, jalanan lengang. sesekali curi pandang ke spion tengah, adakah sosok "lain" yang ikut menumpang? apalagi yang kau dengarkan di radio adalah cerita tentang hantu.
sudah mulai merasa tidak nyaman?
kalo kita tilik definisi nyeri dari segi pandang ilmu kedokteran saraf, garis besarnya sajalah, nyeri adalah perasaan tidak nyaman dan terkait emosi serta pengalaman. benang merahnya di sini, nyeri dan takut berasal dari perasaan tidak nyaman. membuat gelisah.
satu dari mereka yang tadi kubilang duduk di perpus sambil cerita setan adalah temanku yang punya indera keenam yang cukup peka. katakanlah dia "berbakat". dia gambarkan sosok hantu atau setan secara gamblang. juga hantu/setan lain yang ada di lingkungan sekolah/kerja kami dan hantu kosnya. dan begitu pula di tempat sekolah/kerja kami, kubilang dia punya kapsul terhadap lingkungan sekitar. cenderung menutup diri, sehingga orang lain tak tahu banyak tentangnya. sering, kabar yang beredar hanya berita tidak menyenangkan yang dia lakukan, yang entah benar atau tidak aku juga tidak tahu.
kubayangkan mereka yang memiliki bakat adalah orang yang gelisah.
kalo kuamati, dia seakan mampu mengendus aura orang sekitarnya. mereka yang auranya bersahabat dengan miliknya membuatnya merasa nyaman. apakah dia merasa nyeri atau takut, aku tidak tahu, aku tidak pernah memiliki "bakat" itu. bahkan soal gaydar sekalipun aku payah.
bayangkan saja kau sendirian di perpus, kau lihat berbagai makhluk yang tak orang lain lihat. sebagian makhluk itu tahu kau bisa melihat mereka lalu menggodamu dengan berbagai bentuk yang tidak asyik dinikmati. atau kau duduk di sebuah kafe, de javu dari mimpi yang kau lihat semalam, kecelakaan beruntun terjadi di hadapanmu dan kau hafal wajah-wajah orang yang berhimpitan penuh darah karena mimpi semalam adalah kenyataan kini. kau tahu sesuatu akan terjadi dan barangkali bukan gambaran gamblang yang hadir mengingatkanmu, cuma firasat, tapi sama tidak bisa dihindari.
dan kau menyalahkan diri, atau merasa tak nyaman serta gaduh gelisah dengan "bakat"mu.
sekarang begini, bayangkan dirimu tanpa rasa nyeri. tanganmu terbakar dan kau tak terasa apa-apa. jika seluruh manusia seperti itu, barangkali definisi perempuan cantik saat ini adalah sesuatu yang sangat sederhana, cantik itu tidak cacat.
nyeri dan takut adalah salah satu tameng perlindungan manusia. saat kita menyentuh sesuatu yang panas, refleks menghindar akan melindungi kita dari kerusakan yang lebih parah. rasa takut membawa kewaspadaan agar terhindar dari apa yang kita takutkan. proteksi. meski ada juga rasa takut yang justru membahayakan, semisal lari dari kejaran anjing tanpa melihat lalu lalang kendaraan sekitar. atau nyeri yang tidak lagi berfungsi sebagai pelindung, seperti nyeri patah hati yang berlebihan.
"bakat" yang menjadikan temanku peka ini bagai pedang bermata dua. beberapa minggu ini kami dekat, aku tidak tahu apa yang membuatnya betah padahal mulutku kacau, otakku ngaco. ada rasa takut salah bicara/bertindak menyangkut dia. beberapa teman memahami betapa gelisahnya dia, bersikap hati-hati kepadanya. tapi, tetap aku ingin menjadi diriku sendiri, sementara juga menjadi teman baginya. tidak perlu teman yang sangat dekat, tidak perlu amat akrab. cukup dia tahu bahwa dia bisa mengandalkanku, bukan dalam hal segalanya tapi dalam segala hal yang aku bisa. kalo aku tidak bisa memecahkan masalahnya, cukuplah aku jadi pendengar. kalo aku tak bisa membuatnya tersenyum saat dia gelisah, cukuplah dia tahu dia tak sendiri. cukuplah dia gelisah pada hal lain, tak perlu menggelisahiku.
bersyukur terhadap apa yang telah diberi, termasuk "bakat", termasuk nyeri, termasuk rasa takut. perlahan-lahan ketakutan terlampaui, nyeri pudar, seperti halnya pertemanan. lama kelamaan akan tersaring mereka yang benar-benar teman.
NB: dan mereka-mereka yang "berbakat" hendaknya melakukan pemeriksaan electroencephalography, terutama saat mendapat firasat. barangkali firasat atau apa yang dilihat/dengar itu ternyata bentuk kejang dan kepekaan yang ada adalah perubahan tingkah laku karena kejang tersebut.
Kepada: Sisi
Kamis, 07 Februari 2013
Saat hatiku biru oleh rasa asing, antara ingin menangis dan kelegaan luar biasa, biasanya aku mendengar sebuah lagu dan enggan didekati.
But, now we're standing face to face, isn't this world a crazy place? Just when i thought our chance had passed, you go and save the best for last.
Save the best for last. Barangkali banyak di antara kita yang merasakan dilemmanya cinta. Duh, Tuhan, apa salah saya hingga harus menyetujui perpisahan (dulu)?
Seringkali kita mesti melepaskan seseorang yang kita cintai, untuk bersama orang lain supaya dia bahagia. Tak peduli rasa apapun yang pernah kalian bagi, semua cuma masa lalu dan kita cuma sanggup tersenyum, getir, menyadari apa yang telah kita lepaskan.
Jika kamu pernah mencintai seseorang, dekat dengannya, terlalu takut mengatakan perasaanmu, berbagi banyak hal, melepasnya agar dia bahagia lalu tiba-tiba ia mengatakan bahwa ia mencintaimu (sejak dulu) tapi sekarang ia tak lagi sendiri, maka selamat termenung menikmati lagu yang dibawakan Vanessa Williams dengan lembut ini. You never know what you got until it's gone. Ia tak pernah tahu ia mencintaimu sampai kamu melepaskannya. Dan kamu sesali kesempatan yang tak pernah kamu ambil.
Dalam cinta selalu ada rasa takut kehilangan. Itu yang berusaha kubunuh sekian tahun supaya aku tak terlalu cinta. Tapi ada rasa asing yang selalu memperangkapku, membuatku sulit bernafas. Semakin jauh meninggalkan jejak masa lalu tak disangka semakin terkejar langkahku. Rasa pening yang sulit kuungkapkan karena apa, sebab jika ia cuma sekedar masa lalu, mengapa aku mesti tertegun menyesali apa yang telah kurelakan bertahun-tahun yang lalu? Kenapa rasa sakitnya masih sama dan menyesakkan dada?
Sometimes the very thing you're looking for is the one thing you can't see. Itu yang selalu kuteriakkan di hatiku saat kau memilih dia waktu itu. Tapi waktu berlalu begitu cepat, dari manusia tumbuh kedewasaan dengan cara pandang yang luas dan berbeda-beda. Beberapa orang seperti aku, hanya ingin bahagia.
Namun, yakinlah, aku tak ingin bahagia sendiri. Aku ingin berbagi dengannya.
But, now we're standing face to face, isn't this world a crazy place? Just when i thought our chance had passed, you go and save the best for last.
Save the best for last. Barangkali banyak di antara kita yang merasakan dilemmanya cinta. Duh, Tuhan, apa salah saya hingga harus menyetujui perpisahan (dulu)?
Seringkali kita mesti melepaskan seseorang yang kita cintai, untuk bersama orang lain supaya dia bahagia. Tak peduli rasa apapun yang pernah kalian bagi, semua cuma masa lalu dan kita cuma sanggup tersenyum, getir, menyadari apa yang telah kita lepaskan.
Jika kamu pernah mencintai seseorang, dekat dengannya, terlalu takut mengatakan perasaanmu, berbagi banyak hal, melepasnya agar dia bahagia lalu tiba-tiba ia mengatakan bahwa ia mencintaimu (sejak dulu) tapi sekarang ia tak lagi sendiri, maka selamat termenung menikmati lagu yang dibawakan Vanessa Williams dengan lembut ini. You never know what you got until it's gone. Ia tak pernah tahu ia mencintaimu sampai kamu melepaskannya. Dan kamu sesali kesempatan yang tak pernah kamu ambil.
Dalam cinta selalu ada rasa takut kehilangan. Itu yang berusaha kubunuh sekian tahun supaya aku tak terlalu cinta. Tapi ada rasa asing yang selalu memperangkapku, membuatku sulit bernafas. Semakin jauh meninggalkan jejak masa lalu tak disangka semakin terkejar langkahku. Rasa pening yang sulit kuungkapkan karena apa, sebab jika ia cuma sekedar masa lalu, mengapa aku mesti tertegun menyesali apa yang telah kurelakan bertahun-tahun yang lalu? Kenapa rasa sakitnya masih sama dan menyesakkan dada?
Sometimes the very thing you're looking for is the one thing you can't see. Itu yang selalu kuteriakkan di hatiku saat kau memilih dia waktu itu. Tapi waktu berlalu begitu cepat, dari manusia tumbuh kedewasaan dengan cara pandang yang luas dan berbeda-beda. Beberapa orang seperti aku, hanya ingin bahagia.
Namun, yakinlah, aku tak ingin bahagia sendiri. Aku ingin berbagi dengannya.
Label:
afternoon tea,
yang menetas di kepala
Close range wound
Selasa, 20 November 2012
Lukiskanlah serupa apapun pilu yang tiba di pelupukku
Sejenak terhisap kelabu, senyummu bias
Tak bisa kutebak: luka atau lainnya
Jangan terusik deburan janji yang pernah terucap
Terdengar bertubi-tubi, membanjiri pasir waktu
Membunuh jejak, ukiran nama, makin gelap kian pasang
Seakan kau lupa apa yang pernah kau tulis di sana
Bau kopi, sofa yang nyaman dan ringkasan cerita kau buat
Memberiku sore penuh pelukan lalu
Kau tumpahkan garam ke lukaku yang terbuka
Tak kau sengaja, sayang?
Kutata dalam kotak sepatu rasa takut
Tiap kita mesti melewati lorong kedap
Yang memisah dunia luar dari kepedihan sendiri
Hanya aku memapah seorang aku
Dan kau lesat seperti peluru
Mematri kelim jelaga di kulitku
Label:
shakuntala
parikesit n1nna adalah fitnah
Rabu, 24 Oktober 2012
Bisa jadi di luar sana ada yang mengagumiku. Cara berpikirku yang terkesan simpel, gak ngoyo tapi tidak meremehkan atau tulisanku yang terlalu pribadi barang kali menarik minat beberapa orang. Lucunya aku menganggap blog ini keren: tidak teratur, penuh sampah, emosional dan sibuk. Apa demikian pula hidupku? Seharusnya aku malu.
Aku tak pernah merancang pola untuk hidupku di jauh hari. Hidup sudah rumit dan aku memilih menyederhanakannya menjadi satu cita-cita bulat telur: aku harus bahagia.
Jadi, perjalanan sejauh manapun, rintangan sesulit apapun, harus bisa kulewati dengan menekan diri sendiri seminimal mungkin. Kata orang kamu tidak akan tahu kamu bisa apa sampai harus melakukan sesuatu. Amin, aku sepakat empat jempol, segala sesuatu harus memberi timbal balik pada kita dalam bentuk apapun. Harus sepadan apa yang kita dapat dengan bagaimana kita menekan diri kita, memberi stressor yang pas pula, jangan berlebih, sayangi diri sendiri. Kita cerna senti demi senti pembelajaran yang dikurikulumkan kehidupan.
Bisa jadi detik ini kamu cuma seonggok murid berbaju putih abu-abu yang sedang malu menggenggam segumpal kertas yang mulanya berbentuk persegi panjang, kertas ulangan yang nilainya ditulis tinta merah, bingung menyembunyikannya dari teman dan bapak-ibu. Lalu dipanggil ke ruang BP untuk disangoni surat panggilan orang tua karena kamu rajin datang telat ke sekolah. Duh, stressor yang besar sekali untuk kawula muda, membuat ingin bunuh diri. Berjalan dengan muka tertunduk dan lesu. Tapi kamu tetap maju tanpa melihat ke belakang. Dan sepuluh tahun kemudian kamu menjadi pembicaraan guru sekolah menengah alumnimu itu tadi, menjadi salah satu lulusan yang sering muncul di acara tv hiburan, menjadi pembawa acara yang konyol dan punya suara tawa yang renyah.
The past doesn't define your future, dear. Blogmu tidak menunjukkan dirimu sebenarnya.
Barangkali apa yang kukatakan selama bertahun-tahun di blog hanyalah bohong. Ilusi. Khayalanku saja. Bahwa dunia di kepalaku begitu unik, seperti aku percaya bahwa Naya Rivera itu lesbian dan Tala itu bukan tokoh fiksi. Dan aku bisa fasih sepuluh bahasa termasuk bahasa bangsa Na'vi. Barangkali yang tumpah di tulisanku hanyalah kata-kata munafik, yang tak kulakoni sehari-hari. Bahwa aku cuma pecundang yang duduk sebagai penjaga warnet yang malas pulang ke rumah karena bosan dengan omelan orang tua yang bosan melihatku menganggur. Malas kuliah, tak ada usaha cari kerja. Dan internet adalah dunia indah di mana aku bebas menentukan fisik dan pikiranku. Dan dirimu hanyalah orang yang tertipu (oleh aku).
The past doesn't define your future, dear. Blogmu tidak menunjukkan dirimu sebenarnya.
Barangkali apa yang kukatakan selama bertahun-tahun di blog hanyalah bohong. Ilusi. Khayalanku saja. Bahwa dunia di kepalaku begitu unik, seperti aku percaya bahwa Naya Rivera itu lesbian dan Tala itu bukan tokoh fiksi. Dan aku bisa fasih sepuluh bahasa termasuk bahasa bangsa Na'vi. Barangkali yang tumpah di tulisanku hanyalah kata-kata munafik, yang tak kulakoni sehari-hari. Bahwa aku cuma pecundang yang duduk sebagai penjaga warnet yang malas pulang ke rumah karena bosan dengan omelan orang tua yang bosan melihatku menganggur. Malas kuliah, tak ada usaha cari kerja. Dan internet adalah dunia indah di mana aku bebas menentukan fisik dan pikiranku. Dan dirimu hanyalah orang yang tertipu (oleh aku).
Label:
afternoon tea
andin2
Selasa, 04 September 2012
aku tidak ingat namanya andin atau andhin.
tapi aku ingat rasanya patah hati karena orang bernama itu.
""ah, the night...here it comes again"
its on with the jeans, the jacket and the shirt"
bukan, dia bukan tipe yang menggunakan jaket jins dan t-shirt. dia perempuan yang betul-betul bangga dengan keperempuanannya dan daya tarik itu dia manfaatkan dengan cerdik. persuasif dan manipulatif, khas perempuan jawa, yang juga selalu dia banggakan.
"howd i end up feeling so bad
for such a little girl"
dan dia cumalah adik kelas biasa kalau aku tak pernah single saat itu. dan aku takkan tahu betapa posesif, childish, cerdas, katolik nggak beres dan cewek jawanya dia.
"and i hold you close in the back of my mind
feels so good but damn it makes me hurt"
tapi aku ingat rasanya patah hati karena orang bernama itu.
""ah, the night...here it comes again"
its on with the jeans, the jacket and the shirt"
bukan, dia bukan tipe yang menggunakan jaket jins dan t-shirt. dia perempuan yang betul-betul bangga dengan keperempuanannya dan daya tarik itu dia manfaatkan dengan cerdik. persuasif dan manipulatif, khas perempuan jawa, yang juga selalu dia banggakan.
"howd i end up feeling so bad
for such a little girl"
dan dia cumalah adik kelas biasa kalau aku tak pernah single saat itu. dan aku takkan tahu betapa posesif, childish, cerdas, katolik nggak beres dan cewek jawanya dia.
"and i hold you close in the back of my mind
feels so good but damn it makes me hurt"
dan kenangan-kenangan bersamanya tidak akan berubah menyakitkan jika kami cuma sekedar kenal wajah dan nama. tidak akan ada rasa sakit saat melihatnya berjalan bersama teman kami, di saat bersamaan dia masih main mata denganku.
"and im too scared to know how i feel about you now
la cienega just smiled, "see ya around""
memang kami tak melewati perpisahan yang rumit, hanya saling sepakat menyudahi hubungan dan kami tahu satu sama lain pasti akan bertemu lagi.
sebelum aku tahu ternyata dia menghindariku dan kami takkan jumpa lagi. setidaknya tidak dalam dua tahun ke depan, saat dia menemani pasangan hidupnya di belahan lain dari bumi ini, yang memisah hingga dua belas jam mundur dari waktu indonesia barat.
"and raise my glass coz either way im dead
neither of you really help me to sleep anymore
one breaks my body and the other breaks my soul
la cienega just smiles as it waves goodbye"*
barangkali dua tahun ke depan aku bakal melihat senyumnya lagi, senyum yang memaafkan cerita kami di masa lalu, karena dia bilang belum memaafkanku. bukankah dia selalu tersenyum untuk hal pahit sekalipun? di saat itu pula aku ingin dia mengajariku tersenyum. dia dengan julukan yang dia beri sendiri, si cewek jawa, yang dia banggakan dan adat senyumnya. duh, ndin atau ndhin, tak tahukah kamu kalau aku punya satu lagu country khusus untuk mengenangmu?
*lagu la cienega just smile
"and im too scared to know how i feel about you now
la cienega just smiled, "see ya around""
memang kami tak melewati perpisahan yang rumit, hanya saling sepakat menyudahi hubungan dan kami tahu satu sama lain pasti akan bertemu lagi.
sebelum aku tahu ternyata dia menghindariku dan kami takkan jumpa lagi. setidaknya tidak dalam dua tahun ke depan, saat dia menemani pasangan hidupnya di belahan lain dari bumi ini, yang memisah hingga dua belas jam mundur dari waktu indonesia barat.
"and raise my glass coz either way im dead
neither of you really help me to sleep anymore
one breaks my body and the other breaks my soul
la cienega just smiles as it waves goodbye"*
barangkali dua tahun ke depan aku bakal melihat senyumnya lagi, senyum yang memaafkan cerita kami di masa lalu, karena dia bilang belum memaafkanku. bukankah dia selalu tersenyum untuk hal pahit sekalipun? di saat itu pula aku ingin dia mengajariku tersenyum. dia dengan julukan yang dia beri sendiri, si cewek jawa, yang dia banggakan dan adat senyumnya. duh, ndin atau ndhin, tak tahukah kamu kalau aku punya satu lagu country khusus untuk mengenangmu?
*lagu la cienega just smile
Here
Selasa, 31 Juli 2012
One, two, three
We try to count times we want to set each other free
Cuddle on the couch, we sip our coffees
Soft sound of tv humming dialogue from old movie
Here, grasp my hand
As our will to stay slipped away
Friends became lovers and then good friend again
We laugh, we learn
We never say goodbye
I could stay forever in your arm
I could hold you forever and make you warm
Honey, honey, please do no harm
It's good this way, it's saver this way, don't break the charm
One, two, three
You look at me with a silent plea. Oh, baby.
I'd tell you times when we were carefree
Put a smile on your face, baby honey
Then, grasp my hand
As our will to stay slipped away
Friends became lovers then good friend again
We laugh, we learn
We never say goodbye
I could stay awake forever in your arm
I could hold forever and make you warm
Honey, honey, please do no harm
It's good this way, it's saver this way, don't break the charm
It's all good, friend
You count one until three
Find me here, find me here
Love goes the way we never expect
Let it go, let it be
You and me can still be here forever
Forever and ever, so
Here, grasp my hand
We try to count times we want to set each other free
Cuddle on the couch, we sip our coffees
Soft sound of tv humming dialogue from old movie
Here, grasp my hand
As our will to stay slipped away
Friends became lovers and then good friend again
We laugh, we learn
We never say goodbye
I could stay forever in your arm
I could hold you forever and make you warm
Honey, honey, please do no harm
It's good this way, it's saver this way, don't break the charm
One, two, three
You look at me with a silent plea. Oh, baby.
I'd tell you times when we were carefree
Put a smile on your face, baby honey
Then, grasp my hand
As our will to stay slipped away
Friends became lovers then good friend again
We laugh, we learn
We never say goodbye
I could stay awake forever in your arm
I could hold forever and make you warm
Honey, honey, please do no harm
It's good this way, it's saver this way, don't break the charm
It's all good, friend
You count one until three
Find me here, find me here
Love goes the way we never expect
Let it go, let it be
You and me can still be here forever
Forever and ever, so
Here, grasp my hand
Label:
afternoon tea,
tala134
i shall go...
Senin, 02 Juli 2012
to the left,
where i can make something right
to the right,
where i can find something left to save/learn
where i can make something right
to the right,
where i can find something left to save/learn
Langganan:
Postingan (Atom)
