Sejenak terhisap kelabu, senyummu bias
Tak bisa kutebak: luka atau lainnya
Jangan terusik deburan janji yang pernah terucap
Terdengar bertubi-tubi, membanjiri pasir waktu
Membunuh jejak, ukiran nama, makin gelap kian pasang
Seakan kau lupa apa yang pernah kau tulis di sana
Bau kopi, sofa yang nyaman dan ringkasan cerita kau buat
Memberiku sore penuh pelukan lalu
Kau tumpahkan garam ke lukaku yang terbuka
Tak kau sengaja, sayang?
Kutata dalam kotak sepatu rasa takut
Tiap kita mesti melewati lorong kedap
Yang memisah dunia luar dari kepedihan sendiri
Hanya aku memapah seorang aku
Dan kau lesat seperti peluru
Mematri kelim jelaga di kulitku

0 komentar:
Posting Komentar