On one summer night
We started this fling
One kiss
Arms interlocked under the blanket
As our hearts trying to put a definition
For this infatuation
You walk on unsteady ground
I...
I never believe in love
So it's never too late for you
To let me go
If you hesitate
Because to be with me
You have to have the courage
To let go
Sapardi Djoko Damono, Kolam. Kepada: Secangkir Kopi Malang yang Pahit
Sonet 7:
Ada jarak yang harus ditempuh sampai suasana siap menerima kita. [Dan kita arif menerimanya, bukan?]
Ada jarak yang harus ditempuh sampai suasana siap menerima kita. [Dan kita arif menerimanya, bukan?]
Label:
tala134
Sapardi Djoko Damono, Kolam
Sonet 14:
[Kau dengar gumam jalan ini, benar?] Ya, ia
ingin kita selamanya melewatinya, seolah ada yang
bisa abadi. Kau tertawa, tentu saja.
...apakah kita pernah yakin ada cinta yang
bersikeras abadi?
[Kau dengar gumam jalan ini, benar?] Ya, ia
ingin kita selamanya melewatinya, seolah ada yang
bisa abadi. Kau tertawa, tentu saja.
...apakah kita pernah yakin ada cinta yang
bersikeras abadi?
Label:
tala134
Kepada: Anom
In the mood of love
Kita duduk pada jendela
Sesaat setelah matahari meleleh dibalut jingga
Aroma keju pada pasta
Segelas jus rasberi favoritku
Berbaur dengan parfum yang menguar pada jaketmu
Yang sedang kukenakan
Tiba-tiba sudah malam saja
Tanganku berulang kali kulepas dari gandengan
Orang bilang tanda jantung lemah adalah tangan yang basah
Tapi jantung ini, yang telah melewati puluhan kilometer lari
Barang kali satu kecuali
Dan kau satu kecuali lain yang membuatnya menjadi
Adrenaline junkie
Bibirku tak henti mengulum senyum
Dan tiba-tiba pagi terasa begitu panjang
Tanpamu
Kita duduk pada jendela
Sesaat setelah matahari meleleh dibalut jingga
Aroma keju pada pasta
Segelas jus rasberi favoritku
Berbaur dengan parfum yang menguar pada jaketmu
Yang sedang kukenakan
Tiba-tiba sudah malam saja
Tanganku berulang kali kulepas dari gandengan
Orang bilang tanda jantung lemah adalah tangan yang basah
Tapi jantung ini, yang telah melewati puluhan kilometer lari
Barang kali satu kecuali
Dan kau satu kecuali lain yang membuatnya menjadi
Adrenaline junkie
Bibirku tak henti mengulum senyum
Dan tiba-tiba pagi terasa begitu panjang
Tanpamu
Label:
tala134
Kepada: Depresi
Leave me alone, don't love me.
No one ever to love me.
I, myself, hate me every day
and each day a little bit more.
No one ever to love me.
I, myself, hate me every day
and each day a little bit more.
Label:
tala134
Kepada: Secangkir Kopi Malang yang Pahit
Kau bilang
Tak ada cinta yang bisa kau sesap ini hari
Aku bisa mengerti
Aku sendiri hanya bisa menonton dengan tawar
Drama percintaan seperti
Kekasih yang saling tampar, atau
Dua perempuan berebut satu lelaki, atau
Penonton yang panas berkomentar
Aku bisa mengerti (tentang)
(Perempuan) Perebut Perempuan Orang
(Walau sering justru karena perempuan kita yang doyan)
Kau bilang
Tak ada cinta yang bisa kau sesap ini hari
Kubilang
Karena ini hari kita menyesap karma
Sambil menyesap susu masing-masing
Kita matikan seluruh gawai
Tapi dalam keheningan
Tidak pula kita merasa damai
-Artotel 28/11/2017 17:31
Tak ada cinta yang bisa kau sesap ini hari
Aku bisa mengerti
Aku sendiri hanya bisa menonton dengan tawar
Drama percintaan seperti
Kekasih yang saling tampar, atau
Dua perempuan berebut satu lelaki, atau
Penonton yang panas berkomentar
Aku bisa mengerti (tentang)
(Perempuan) Perebut Perempuan Orang
(Walau sering justru karena perempuan kita yang doyan)
Kau bilang
Tak ada cinta yang bisa kau sesap ini hari
Kubilang
Karena ini hari kita menyesap karma
Sambil menyesap susu masing-masing
Kita matikan seluruh gawai
Tapi dalam keheningan
Tidak pula kita merasa damai
-Artotel 28/11/2017 17:31
Label:
tala134
Pantai Hutan Bakau (2)
Tak ada resah pada malam-malam
Setelahku mengenalmu
Tak ada rindu
Tak ada jejak pada pepasir yang gagal kubaca
Tapi kuacuhkan
Sampai aku mengerti pilunya sendiri
Setelah cinta lama yang penuh duri
Aku menjadi hutan dan kau
Menjelma lautan
Kita menepi di pesisir bakau
Orang sibuk mempertemukan kita
Tapi aku tak ingin mengincip badai segara
Dan kau terus mengikis batas
Musim semiku berlalu delapan tahun
Telah kau gulung habis pasirmu sendiri
Dan saat kau membanjir
Jiwaku sirna di akar-akar pohon bakau
Setelahku mengenalmu
Tak ada rindu
Tak ada jejak pada pepasir yang gagal kubaca
Tapi kuacuhkan
Sampai aku mengerti pilunya sendiri
Setelah cinta lama yang penuh duri
Aku menjadi hutan dan kau
Menjelma lautan
Kita menepi di pesisir bakau
Orang sibuk mempertemukan kita
Tapi aku tak ingin mengincip badai segara
Dan kau terus mengikis batas
Musim semiku berlalu delapan tahun
Telah kau gulung habis pasirmu sendiri
Dan saat kau membanjir
Jiwaku sirna di akar-akar pohon bakau
Label:
tala134
Langganan:
Postingan (Atom)
