welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

Menjemput Impian -KLA

Sabtu, 22 Februari 2020

Indah larik pelangi
Seusai hujan membuka
Hari Samar dirajut mega
Garis wajahmu lembut tercipta
Telah jauh kutempuh perjalanan...
Bawa sebentuk cinta
Menjemput impian
Desau rindu meresap
Kenangan haru kudekap
Semakin dekat tuntaskan penantian
Kekasih, aku pulang
Menjemput impian
Kau dan aku
Jadi satu
Arungi laut biru
Takkan ada yang kuasa
Mengusik haluannya
Kau dan aku
Jadi satu
Sambut datangku
Sekian lama waktu telah mengurai makna
Cinta kita gemerlap terasah masa
Kan kubuat prasasti
Dari tulusnya janji
Walau apa terjadi
Tetap tegak berdiri

Kau dan aku jadi satu

Bersama kita jemput...impian

Perjalanan 2

Rabu, 19 Februari 2020

Selain Lumajang, di 2019 aku juga mengunjungi Situbondo, Probolinggo, Yogyakarta, Bogor, Madura, Labuan Bajo, Malang, Mojokerto, Blitar, dan Trawas.


Situbondo dan Probolinggo adalah kota kenangan saat aku kecil. Aku sempat bersekolah di sana. Kemudian Yogyakarta, tempatku S2 di UGM (tapi aku mengundurkan diri).

Di Malang dan Trawas aku mengikuti rapat kerja. Enak banget di Trawas, namun aku tidak suka memikirkan bagaimana berkendara ke sana.



Di Madura hanya iseng dan kuliner dengan partner. Ke Blitar untuk kulakan coklat crispy favoritku di Kampung Coklat, sambil wisata edukasi dan religi ke Makam Bung Karno.


Yang seru itu di Bogor dan Labuan Bajo, jalan dengan partner dan Inen dengan pasangannya. Makanan Bogor enak. Meski aku tak sempat ke Kebun Raya Bogor seperti mereka, kulinernya sudah cukup membuatku ingin balik lagi ke sana dua tahun lagi. Menginap dekat IPB, tempatku ujian tahun 2018 lalu. Makanan yang menarik: Soto Kuning Pak Yusup, cungkring Pak Jumat, bir kocok, sate sumsum, dan soto & sate Pak Hasan Kumis. Sayang kota ini macet kebangetan.



Di Labuan Bajo hari pertama mampir ke Hotel Djayakarta menikmati sunset. Menginap di Ayana Resort, ketemu teman SD yang ternyata kerja di Travel Agent yang ada di resort tersebut. Besoknya, menjelajahi Padar, Long Pink Beach, Pulau Rinca, dan snorkeling di Kanawa. Kayaknya gak bakal balik ke sana, selain mahal aku tak tahan dengan pesawat kecil. Mabuk. Padahal selama naik kapal aku baik-baik saja, dasar perut manja ahahaha...





i had to step away from a few
and walk back into my own life
to realize how much i had missed myself*

*iambrillyant

Perjalanan

Minggu, 16 Februari 2020

Tahun 2019 dipenuhi dengan perjalanan. 2020 karena covid19, aku menghindari perjalanan.

Maret 2019, kedua kalinya ke Bali untuk tahun ini. Karangasem, daerah asal si geg, 3 jam dari bandara.


Menginap di Candi Resort, tinggal di salah satu kamar yang paling dekat dengan pantai privat. Luar biasa memang Bali ini dalam memanjakan wisatawannya. Sebelum sampai di hotel, mampir dulu untuk makan siang di Pantai Goa Lawah. Tak disangka ketemu beberapa teman lama di sana.




Perjalanan berlanjut ke Taman Ujung Soekasada, di mana gunung bertemu pantai. Indah sekali. Lalu ke Tenganan Pegringsingan. Menuju kota, pindah ke sekitar Kuta dan bertolak ke Garuda Wisnu Kencana.


Perjalanan sebelumnya diawali di Jakarta, tepatnya Cawang. Monas. Mampir Grand Indonesia karena ingin merasakan bioskop CGV tipe starium, nonton Captain Marvel. Makan di the Halal Guy. Lalu naik kereta ke Surabaya, makan di nasi pecel dekat bambu runcing, jalan ke the House of Sampoerna lalu ke Juanda.


Dan ternyata bulan Agustus 2019 aku ke Bali lagi (ya ampun ahahaha) pada liburan Iedul Adha, di Sanur. Jalan di pantai dan makan lumpia. Ke Pandawa Beach, Padang-Padang, dan jalan sama partner ke Seminyak sampai kaki udah ogah jalan lagi.




it takes a lot to laugh as the years gone by
but i can find you there as my tears run dry*

the right lover will never try to silence your wounds when they become too loud
their soul will open its ears, listen to what they have to say, and gently caress you into a space of peace**

*diubah dari private emotion-nya Ricky Martin
** iambrillyant

Beachwalk, Januari 2019

Jumat, 14 Februari 2020


Kalau aku harus setuju tentang banyak hal tentang Bali, maka aku harus setuju bahwa senja di Bali itu indah. Itupun karena aku jarang bisa bangun pagi untuk menikmati sunrise di pantai-pantai sebelah timur, sehingga aku tidak bisa membandingkan keduanya.


Januari ini, 2019, kuhabiskan dengan berjalan ke Beachwalk setiap hari. Entah sekedar makan es milo, es ovaltine, es oreo, es kitkat atau es apapunlah namanya sambil melihat matahari tenggelam di pantai Kuta, atau bahkan hanya duduk saja di pantai Kuta. Entah kenapa dulu aku malah sibuk berfoto dan berguyon-guyon tidak jelas dengan teman-teman. Kali ini aku ingin lebih banyak mengabadikan dengan ingatanku. Sederhana seperti New York State of Mind-nya Billy Joel.





Tinggal di hotel bergaya 90an, lalu seorang diri berkendara ke museum Antonio deBlanco, Pura Saraswati, Puri Ubud, Monkey Forest.

Menikmati tipat cantok, rujak tanpa kuah pindang (eh yang ini belum keturutan), ayam betutu, sate lilit, nasi jinggo, lawar ayam, dan sambel embe yang ternyata beda dengan milik geprek bensu favoritku.


Kalau aku punya banyak hari yang bisa kugunakan ke sini lagi, aku ingin kursus surfing. Tapi kemudian di tahun 2020 telinga kananku jebol lagi gendangnya, sehingga kemungkinan besar aku takkan bisa kursus surfing.



if your soul has no words and feels quiet today,
if your heart feels empty and in need of furnishing
i hope you remember that your existence is not defined by anyone else's love or
the lack of it
i hope you're feeding your solitude with self love instead of loneliness*

*iambrillyant

28 Juni 2019

Rabu, 12 Februari 2020

Adalah demikian, kusadari, tak pernah kudapati langit sebiru ini. Aku jauh dari rumah. Jauh dari segala rutinitas dan apa-apa yang kukenal.

"I wish you the bluest sky
and love
wherever you are

And for me to stay strong and let everything happen to me."

Tentu saja aku berserah. Aku sedang berada di salah satu resort dengan pantai privat di Bali. Nusa Dua. Inaya Putri Bali.



Sudah lama aku muak dengan hotel bertingkat-tingkat. Bangunan tinggi yang sebagian besar lorongnya terbuat dari dinding dan sempit. Dan ini Bali. Tempat tanpa bangunan tinggi-tinggi. Aku bisa puas jalan kaki dengan partner dan berakhir minta pijat. Pantai dengan sedikit orang. Langit dengan sedikit awan.



Aku bisa menyimpan cadangan vitamin D untuk seumur hidup hanya dengan seharian di bawah terik matahari Bali. Tolong jangan nyalakan lagu menye-menye tentang lembayung di langit Bali, aku sedang berlibur dari kesedihan karena penyakitan cinta.

"I hope the stars fill the night wherever you are
and i wish myself to be brave and begin again
and my heart to rest and heal"

Tentu saja menyenangkan melihat bintang di atas pasir putih. Ada tiga kolam renang yang ingin kucoba selain berenang di laut untuk kesekian kalinya. Atau lebih tepatnya bermain di tepi laut.



Semua yang kudapatkan setelah beribu dera barang kali adalah doa dari orang-orang di masa lalu. Atau jawaban dari doa-doaku di masa lalu. 2019 adalah satu dari tahun terbaik hidupku. Aku punya uang, waktu, partner yang sabar dan pengertian, masa lalu yang pahit dan tak ingin kuulang, serta jabatan yang bisa kupertanggungjawabkan dengan baik.

Jadi kalau kau merasa hidupmu bahagia, sama.

Goodbyes can taste bitter in the moment
but the aftertaste can be so sweet*

*iambrillyant

WDTFS 107, 28 April 2019

Selasa, 11 Februari 2020

"I don't regret meeting you. Safe journey."

Membaca tulisan itu, terbersit di benakku, ada gunanyakah itu sekarang? Apa yang membuat seseorang layak mendapatkan kebahagiaan, dan apa yang membuat seseorang tidak layak mendapatkannya?

Banyak orang memakai segala cara atas nama kebahagiaan. Banyak yang mengira dengan semua itu bisa meraihnya, namun kadang ternyata kebahagiaan adalah hal yang pernah ia sia-siakan. Tapi tidak ada jalan untuk kembali.

Kuburamkan kaca belakang. Adalah waktu-waktu aku harus mencintai diri sendiri lebih keras lagi. Aku melaju tanpa terburu, seolah lupa aku pun ingin bahagia.

Oh, Seju, i want happiness, too. Tapi aku percaya mimpi sedih adalah niscaya untuk cinta dua perempuan. You were my summer haze...

..And I will give up this fight,
cause I can't make you love me if you don't*


there's a difference between being difficult to love,
and being with someone who isn't patient enough to learn you and your love language**
remember that, Seju

*Shane Fillan, I can't make you love me
**iambrillyant

Lumajang, 10 Februari 2019

Senin, 10 Februari 2020

Pertama kalinya aku ke kota ini. Hujan berpanjangan. Macet. Kota kecil yang redup ditelan malam dan musim yang sendu.

From the very first time i rest my eyes on you, boy
My heart says follow through*

Tentu saja aku ingat kamu. Pertemuan terakhir kita di dekat ruang direktur dan setelah itu kita tak pernah lagi berkomunikasi. Kubayangkan kau membangun karir dengan keramahanmu yang unik, di sebuah pulau tempat terakhir aku tahu kau di sana.

Aku ingat pertaruhan dengan Andin waktu itu, walaupun akhirnya kami yang sibuk punya hubungan sendiri. Kalau Andin menyebalkan saat nyetir karena hemineglect, yang tidak kusuka darimu adalah kaca mobil yang terlalu gelap. Saat itu aku benar-benar berharap kita dekat, sayangnya kita tidak satu kelas. Setelah itu kita semakin sibuk dengan urusan masing-masing, sampai sekarang.

I don't want to wait in vain for your love
Coz summer is here, i'm still waiting there
Winter is here, i'm still waiting there*

Saat aku menyerah dengan kemacetan, kuputuskan untuk berjalan di kota kecil ini. Kotamu. Barang kali rumahmu adalah satu dari rumah yang kulewati. Lipstikku terlalu merah hari ini, sehingga laki-laki yang mengingatkanku untuk menepi ke pinggir jalan memanggilku ibu. Tapi memang sudah sembilan atau sepuluh tahun sejak aku, Andin, dan kau. Orang bilang jiwa akan selamanya terasa muda, hanya pelajaran yang semakin banyak yang kita sesap bila kita memang mau belajar. Aku belajar darimu tentang kebahagiaan. Katamu waktu itu: kalau itu bikin kamu bahagia. Aku bahagia denganmu, batinku, tapi aku tak mengenalmu kecuali nama dan kenyataan bahwa kau tidak tertarik pada perempuan.

In life i know there's a lot of grief
But you'll always my relief*

Barang kali aneh buatmu ketika aku memutuskan kau boleh tahu. Seperti kataku, kita tak saling kenal. Tapi kau menjelma jadi satu dari teman yang tak bisa kulupakan.

Lumajang tak sedingin yang kukira, dan mengenangmu tak seberat yang kuduga.

Darling,
you are not a cure for people's loneliness
you do not live to validate anyone
it's not your job to decorate anyone's comfort zone**

-RM Terapung Bu Umi, Jalan Raya Semeru
*waiting in vain
**iambrillyant
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates