welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

andin2

Selasa, 04 September 2012

aku tidak ingat namanya andin atau andhin.
tapi aku ingat rasanya patah hati karena orang bernama itu.


""ah, the night...here it comes again"
its on with the jeans, the jacket and the shirt"


bukan, dia bukan tipe yang menggunakan jaket jins dan t-shirt. dia perempuan yang betul-betul bangga dengan keperempuanannya dan daya tarik itu dia manfaatkan dengan cerdik. persuasif dan manipulatif, khas perempuan jawa, yang juga selalu dia banggakan.

"howd i end up feeling so bad
for such a little girl"


dan dia cumalah adik kelas biasa kalau aku tak pernah single saat itu. dan aku takkan tahu betapa posesif, childish, cerdas, katolik nggak beres dan cewek jawanya dia.

"and i hold you close in the back of my mind
feels so good but damn it makes me hurt"


dan kenangan-kenangan bersamanya tidak akan berubah menyakitkan jika kami cuma sekedar kenal wajah dan nama. tidak akan ada rasa sakit saat melihatnya berjalan bersama teman kami, di saat bersamaan dia masih main mata denganku.

"and im too scared to know how i feel about you now
la cienega just smiled, "see ya around""


memang kami tak melewati perpisahan yang rumit, hanya saling sepakat menyudahi hubungan dan kami tahu satu sama lain pasti akan bertemu lagi.

sebelum aku tahu ternyata dia menghindariku dan kami takkan jumpa lagi. setidaknya tidak dalam dua tahun ke depan, saat dia menemani pasangan hidupnya di belahan lain dari bumi ini, yang memisah hingga dua belas jam mundur dari waktu indonesia barat.

"and raise my glass coz either way im dead
neither of you really help me to sleep anymore
one breaks my body and the other breaks my soul
la cienega just smiles as it waves goodbye"*


barangkali dua tahun ke depan aku bakal melihat senyumnya lagi, senyum yang memaafkan cerita kami di masa lalu, karena dia bilang belum memaafkanku. bukankah dia selalu tersenyum untuk hal pahit sekalipun? di saat itu pula aku ingin dia mengajariku tersenyum. dia dengan julukan yang dia beri sendiri, si cewek jawa, yang dia banggakan dan adat senyumnya. duh, ndin atau ndhin, tak tahukah kamu kalau aku punya satu lagu country khusus untuk mengenangmu?

*lagu la cienega just smile

Here

Selasa, 31 Juli 2012

One, two, three
We try to count times we want to set each other free
Cuddle on the couch, we sip our coffees
Soft sound of tv humming dialogue from old movie

Here, grasp my hand
As our will to stay slipped away
Friends became lovers and then good friend again
We laugh, we learn
We never say goodbye

I could stay forever in your arm
I could hold you forever and make you warm
Honey, honey, please do no harm
It's good this way, it's saver this way, don't break the charm

One, two, three
You look at me with a silent plea. Oh, baby.
I'd tell you times when we were carefree
Put a smile on your face, baby honey

Then, grasp my hand
As our will to stay slipped away
Friends became lovers then good friend again
We laugh, we learn
We never say goodbye

I could stay awake forever in your arm
I could hold forever and make you warm
Honey, honey, please do no harm
It's good this way, it's saver this way, don't break the charm

It's all good, friend

You count one until three
Find me here, find me here
Love goes the way we never expect
Let it go, let it be
You and me can still be here forever
Forever and ever, so

Here, grasp my hand

i shall go...

Senin, 02 Juli 2012

to the left,
where i can make something right

to the right,
where i can find something left to save/learn

Emotional Affair

Kamis, 24 Mei 2012

Patah hati? Semua mengalaminya. Di suatu titik perjalanan hidup, dengan beberapa kali patah hati, seseorang bisa menoleh ke belakang merunuti kisah-kisahnya. Lalu memberi ramuan beberapa sudut pandang dan berbagai situasi yang mendewasakannya. Sehingga seperti membaca sebuah buku, ia bisa menyerap makna sambil belajar dari keping-keping hidupnya sendiri.

"I can see the pain living in your eyes
and I know how hard you try
you deserve to have so much more.

I can feel your heart and I sympathize
and I'll never criticize all you've ever meant to my life."

Barangkali harapan yang sama, yaitu belajar menjadi besar, juga dimiliki oleh mantan kekasihku saat mengantarku di terminal bus setelah kami memutuskan jalan sendiri-sendiri. Aku tak lagi berusaha merubahnya menjadi siapa yang aku mau, dia tak bisa merubahku menjadi siapa yang dia mau. Barangkali kami masih terlalu muda dan idealis, atau menuntut banyak.

Frustrasi dengan waktu bersama yang begitu sedikit karena long distance relationship (LDR). Juga kehadiran orang-orang baru yang bisa dibau dan dirasakan kehangatannya, menjadikan jenuh akan LDR semakin menjadi-jadi. Alasan yang tepatkah untuk si mantan menjadi jatuh cinta lagi selain kepadaku? Memulai hubungan baru tapi terlalu takut mengakhiri hubungan denganku dengan alasan yang dibuat-buat, lebih memilih sembunyi-sembunyi, meski akhirnya ketahuan.

Apa orang lupa, ada benang merah yang tercipta antara sepasang kekasih, yang dengan ajaib menghubungkan satu dengan yang lain. Perubahan sekecil apapun, termasuk arahnya cinta, dapat dilihat kekasih seakan dia memiliki mata yang mengawasi tiap gerak-gerik.

Aku selalu merasa, dialah yang bersalah, membuatku merasa tidak tenang di saat-saat aku menantinya, dia menantiku. Membuatku marah untuk alasan yang tidak kuketahui. Saat dia mulai bermain tidak jujur, betapa semua itu membuat segalanya berantakan. Pertengkaran demi pertengkaran lewat telepon dan teks tidak terhindarkan.

Yang terlewatkan olehku adalah akupun tak jarang terpikat orang baru. Rasa rindu yang tak pernah tuntas, perempuan-perempuan yang bermaksud baik menabahkan penantianku, yang mimik wajahnya yang simpatik turut bicara seperti manis kata-kata yang keluar dari bibirnya. Aku tercekat oleh perhatian di sekitarku. Barangkali justru dari sinilah bencana bermula. Aku tak merasa salah dengan menjadi akrab dengan beberapa perempuan. Menjadi karib dan bukannya tak tertarik, juga merasa tenang dengan berada dekat dan rindu. Komunikasi yang terjalin lebih bervariasi dan ceria, frekuensinya lebih sering daripada dengan si mantan.

Apa aku lupa, ada yang dinamakan emotional affair. Di detik aku menulis inipun aku masih enggan mengakui kemungkinan terjadinya hal satu itu di antara aku dengan mantan saat kami masih berpasangan. Dalam hati ada rasa enggan yang mungkin efek dari aku yang merasionalkan tindakanku setelah apa yang dilakukan mantan di belakangku. Pertanyaan lain bergulir, apakah bisa disebut selingkuh tanpa kontak fisik atau kebohongan (semacam pernyataan tertulis atau tidak, "aku single," atau, "aku nggak menduakanmu"), sehingga bisa membenarkan perbuatanku?

"I dont wanna let you down
I dont wanna lead you on
I dont wanna hold you back from where you might belong."

Setiap orang punya batas, kami merasa itu telah terlampaui. Ada hal yang kucintai dari mantanku, seperti halnya yang tak kusukai. Dan dalam mencintai sesama perempuan, ada hal-hal lain selain cinta untuk diperhatikan dan diperjuangkan. Barangkali kami masih terlalu muda, idealis dan penuntut. Mengatakan saat perpisahan, "cinta tidak harus saling memiliki," supaya ingat waktu kami saling mencintai dan berkorban. Ingatan yang bisa mengembangkan senyumku seperti teringat senyum manisnya.

Barangkali di terminal bus itu dia berdoa dalam hati, agar aku senantiasa belajar dan melangkah terus maju ke depan. Hanya melihat masa lalu sebagai lembar-lembar pembelajaran yang menguatkan. Apa yang tak berhasil membunuh kita justru akan membuat kita semakin kuat, kan? Dari patah hati olehnya, dan beberapa orang lain, aku belajar, cinta bukan perkara memiliki. Cinta melulu soal kekuatan. Cintanya telah menguatkanku selepasnya, membawaku melangkahi satu demi satu anak tangga menuju awal mula baru.

Maka saat kudengar suara Air Supply yang mengalun sedih,
"You deserve a change at the kind of love
I'm not sure I'm worthy of
Losing you is painful to me,"
yang kudengar seolah doa dari dia yang pernah mencintaiku. Yang menyemangati untuk terus maju dan maju. Kini aku masih terus menapaki tiap anak tangga, terima kasih kepadanya. Dalam perjalananku bersama pasanganku saat ini, sedang memupuk kebahagiaan dan masa depan, aku ingin dia tahu bahwa dia adalah keping pembelajaran penting dalam hidupku. Menjadikanku perempuan terhormat yang berharga dan tangguh. Dan tangis yang mengalir sejalan dengan lagu ini adalah tangis bahagia.

anak

Rabu, 11 April 2012

jadi, di sini, aku dan erna merumuskan sesuatu setelah membaca blognya alex rahasia bulan, punya anak itu merepotkan.

terlepas dari kata beberapa teman di sekitarku tentang betapa menyenangkan punya anak, aku dan erna barangkali menyadari bahwa mungkin melakukannya lebih mudah daripada cuma membayangkannya. lebih mudah bukan berarti mudah, lho ya.

ada beberapa masalah yang harus dipecahkan: pertama soal partner. pasangan aja nggak jelas, kok pingin punya anak. itu kata erna (berbekal keyakinan kalau dia tidak bakal bisa mengurus anak sendirian, karena dia tidak sesabar itu). kataku, gimana mau punya anak, biaya hidup sehari-hari seorang diri aja susah. kalau erna berpikir masalah psikis dan ekonomi, aku lebih berpikir ke arah betapa susahnya mengurus anak dan kenyataan kalau aku tidak suka anak kecil.

barangkali aku tidak postmo seperti kata nick dan herlinatiens. aku melulu modern. semua berasal dari sudut pandangku, yang lain cuma saran yang masuk telinga kiri keluar telinga kanan. postmodern berarti melihat dari segala sisi, otakku yang mungil tak mampu menjadikan prosesor canggih bikinan Tuhan menjadi multifungsi. barangkali aku melulu orang yang hidup dari segi pandangku, maka jawabannya cuma satu: aku belum mau punya anak. titik.

barangkali karena kenyataan semata kalau aku sedang menata hidup, belum siap untuk membaginya dengan orang lain, tapi tertegun dengan pertanyaan: "whats the point in having a 'rosy' future without anyone to share with. yup, maksudnya, saat ini kamu menata hidup, berusaha jadi orang cukup, ngejar karir mati-matian sampai lupa berkeluarga (berkeluarga di sini tentunya berisi pasangan dan anak/anak-anak), setelah kamu cukup, setelah kamu punya segalanya kamu hanya mendapati kalau segalanya itu tidak memberimu kehangatan keluarga. tak ada yang bergelanyut manja, minta dilayani ini-itu, merengek-rengek minta dibelikan sesuatu dan sebagainya. you have money but none to share with. barangkali itu dinamakan hampa, kosong, sepi dan sebagainya. beberapa orang bisa mengisi kesepian meski lebih banyak orang yang gagal.

atau barangkali semua bullshit, mungkin kita mati saat kita mencoba kaya. saat kita berusaha untuk membangun semuanya.

atau, kata erna, bila kita memutuskan berkeluarga: sang anak memutuskan untuk mengejar apa yang dia inginkan dan meninggalkan kita (dalam arti yang kiasan atau sesungguhnya), toh kita berakhir sendirian.

oke. jadi apakah sendiri itu sama dengan sepi, na? (pertanyaan kepada erna)

yup, sendiri bukan berarti sepi. setuju. jadi bagaimana? tertantang untuk berkeluarga seperti orang-orang di sekitar kita atau kamu masih setuju seperti aku bahwa keluarga (dalam hal ini adalah pasangan plus anak/anak-anak) belum perlu? (masih bertanya ke erna)

kita tidak lagi muda (ketawa dalam hati, karena masih merasa 17 tahun :)), berkeluarga berarti menabung. seperti tabungan uang itu, semua tak pasti. bisa hilang, bisa hangus, bisa berbunga bagus. tergantung rejeki, kata erna. rasional sekali alasan berkeluarga. hanya saja tidak saat ini, ya er?

dan aku 28 tahun. kamu?

kita

Rabu, 08 Februari 2012

tak peduli betapa manisnya diksi untuk menggambarkanku
aku cuma seseorang di masa lalu
kau hanyalah kenanganku

sebagian ada yang kuingat dari mencintaimu
sebagian besar lupa

rasa manisnya masih kubawa
yang pedih telah diurai airmata

cinta tak jadi perjalanan akhir kita
biarlah begitu
biar saja membiru

cintai dia yang kini bersamamu

Behavioral Science Unit 5

Rabu, 04 Januari 2012

"Jadi, piring terbang terbang tepat di atas kita, begitu, Natsuki?"
Natsuki mengaduk teh hijaunya sambil mendengar pertanyaan Shizuru untuk ke sekian kali. "Sudah kubilang, kau takkan percaya."

Nao dan Mikoto bergabung dengan mereka di Resto and Bar milik keluarga Tokiha.
"Aku percaya alien," celetuk Nao acuh, "Makhluk sehijau teh di gelas Shizuru. Apa warna mereka hijau Natsuki?"
Natsuki mendengus, "Aku balik dulu, sepertinya cuaca mendukung untuk segelas coklat hangat dan selimut yang nyaman." Akhir-akhir ini cuaca ekstrim, kadang sangat panas, kadang sangat dingin seperti saat ini.

Natsuki mengarahkan kemudinya pada sebuah swalayan dekat apartemennya di perjalanan pulang. Dia masukkan beberapa barang kebutuhannya ke dalam keranjang. Segera dia kembali ke dalam mobilnya setelah selesai belanja. Seorang asing masuk ke dalam mobilnya, duduk di belakangnya. Natsuki menatap spion tengah yang memantulkan wajah Nagi.

"Kamu berhasil Agen Kuga. Selamat."
Natsuki menoleh pada Nagi.
"Kamu ingin sedikit rahasia? Baiklah. Aliran HiME Star sudah lenyap, pemerintah menyiapkan back up rencana apabila para alien itu kembali untuk membalas dendam. Aku menemukan proyek serupa di ladang jagung Distrik 5, aku akan mengatasinya, terima kasih atas bantuanmu di Pegunungan Bersalju. Aku dan sisa-sisa pengikut HiME Star. Ngomong-ngomong, kau tak heran kenapa tak ada satupun orang di 13 gedung Pegunungan Bersalju?"
"Kau yang membuatnya demikian."
"Tepat sekali Agen Kuga, meski kurang begitu tepat. Anggap saja begitu. Anggap ini rahasia kecilku. Orang-orang itu mengungsi ke rumah sakit, itupun kalau orang rumah sakit bisa membantu mereka. Terima kasih pada Alyssa Sears. Kau cuma waktu dua jam saat itu dan kau memanfaatkannya dengan baik."
"Bagaimana kau bisa yakin aku bakal bisa menyelesaikannya dalam dua jam?"
"Aku tahu kemampuanmu, Agen Kuga, dan aku punya nara sumber. Anggap saja itu rahasia kecilku. Menyetirlah, Agen Kuga."
Natsuki menyalakan mesinnya, keluar dari tempat parkir. "Kau terlalu banyak rahasia, Nagi." Natsuki berhenti di lampu merah.
Nagi tersenyum, "Kita akan bertemu lagi Agen Kuga."


--=XXX=--


Shizuru melihat Natsuki beranjak pergi, Nao bersiul ringan.
"Kuga punya pantat yang seksi," kata Nao sambil melirik ke Shizuru.
"Tapi dia punya Masashi, Shizuru," Mikoto menimpali dengan lugu.
Shizuru tersenyum, "Setelah kejadian Tomoe, saya jadi agak trauma."
"Kudengar dia menciderai Ahn, partnermu dulu," kata Nao.
Shizuru mengangguk.
"Perempuan mengerikan," komentar MIkoto.
"Kurasa Tomoe sama gilanya sama Shizuru ini," sindir Nao.
Shizuru tersenyum, "Ah, tidak juga, Nao. Tidak ada separuh saya sama sekali," kata Shizuru sambil tersenyum dan menaikkan alis ke arah Nao. Mereka bertiga tertawa serempak.
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates