tapi aku ingat rasanya patah hati karena orang bernama itu.
""ah, the night...here it comes again"
its on with the jeans, the jacket and the shirt"
bukan, dia bukan tipe yang menggunakan jaket jins dan t-shirt. dia perempuan yang betul-betul bangga dengan keperempuanannya dan daya tarik itu dia manfaatkan dengan cerdik. persuasif dan manipulatif, khas perempuan jawa, yang juga selalu dia banggakan.
"howd i end up feeling so bad
for such a little girl"
dan dia cumalah adik kelas biasa kalau aku tak pernah single saat itu. dan aku takkan tahu betapa posesif, childish, cerdas, katolik nggak beres dan cewek jawanya dia.
"and i hold you close in the back of my mind
feels so good but damn it makes me hurt"
dan kenangan-kenangan bersamanya tidak akan berubah menyakitkan jika kami cuma sekedar kenal wajah dan nama. tidak akan ada rasa sakit saat melihatnya berjalan bersama teman kami, di saat bersamaan dia masih main mata denganku.
"and im too scared to know how i feel about you now
la cienega just smiled, "see ya around""
memang kami tak melewati perpisahan yang rumit, hanya saling sepakat menyudahi hubungan dan kami tahu satu sama lain pasti akan bertemu lagi.
sebelum aku tahu ternyata dia menghindariku dan kami takkan jumpa lagi. setidaknya tidak dalam dua tahun ke depan, saat dia menemani pasangan hidupnya di belahan lain dari bumi ini, yang memisah hingga dua belas jam mundur dari waktu indonesia barat.
"and raise my glass coz either way im dead
neither of you really help me to sleep anymore
one breaks my body and the other breaks my soul
la cienega just smiles as it waves goodbye"*
barangkali dua tahun ke depan aku bakal melihat senyumnya lagi, senyum yang memaafkan cerita kami di masa lalu, karena dia bilang belum memaafkanku. bukankah dia selalu tersenyum untuk hal pahit sekalipun? di saat itu pula aku ingin dia mengajariku tersenyum. dia dengan julukan yang dia beri sendiri, si cewek jawa, yang dia banggakan dan adat senyumnya. duh, ndin atau ndhin, tak tahukah kamu kalau aku punya satu lagu country khusus untuk mengenangmu?
*lagu la cienega just smile
"and im too scared to know how i feel about you now
la cienega just smiled, "see ya around""
memang kami tak melewati perpisahan yang rumit, hanya saling sepakat menyudahi hubungan dan kami tahu satu sama lain pasti akan bertemu lagi.
sebelum aku tahu ternyata dia menghindariku dan kami takkan jumpa lagi. setidaknya tidak dalam dua tahun ke depan, saat dia menemani pasangan hidupnya di belahan lain dari bumi ini, yang memisah hingga dua belas jam mundur dari waktu indonesia barat.
"and raise my glass coz either way im dead
neither of you really help me to sleep anymore
one breaks my body and the other breaks my soul
la cienega just smiles as it waves goodbye"*
barangkali dua tahun ke depan aku bakal melihat senyumnya lagi, senyum yang memaafkan cerita kami di masa lalu, karena dia bilang belum memaafkanku. bukankah dia selalu tersenyum untuk hal pahit sekalipun? di saat itu pula aku ingin dia mengajariku tersenyum. dia dengan julukan yang dia beri sendiri, si cewek jawa, yang dia banggakan dan adat senyumnya. duh, ndin atau ndhin, tak tahukah kamu kalau aku punya satu lagu country khusus untuk mengenangmu?
*lagu la cienega just smile
