
Barangkali dari banyak cerpen yang ditulis Puthut dalam buku ini, Dua Tangisan pada Satu Malam inilah yang jadi favorit saya. Maka dari itu, hanya cerpen inilah yang saya ingin bahas. Cerpen ini membahas patah hati dari dua sisi : sisi laki-laki yang keperempuan-perempuanan dan sisi perempuan yang kelaki-lakian. Pilihan kata Puthut menurut saya berbelit-belit namun indah, mengolah kata dengan pencernaan beragam namun mengena, menjadi salah satu produk pasti tentang dua orang kekasih yang berpisah dan menjalani caranya sendiri-sendiri dalam menghadapi perpisahan.
Favorite words : Aku membutuhkannya, ia membutuhkanku, hanya untuk rentang waktu tertentu.
(a dialog like whats between me and xapi)






