I encountered a Taurus on her journey (of finding love). Somehow within days she had caught my soft side of heart.
Dan hari berlari.
Yang kemudian kusadari adalah aku pada lini masa yang dilematis. Ketidaksesuaian kata dan sikap membuatku menyikapinya dengan ragu-ragu pula.
Sampai akhirnya aku mengerti betapa rapuhnya pertemanan dalam lesbian, tak hanya masalah percintaan.
Kita, seumur hidup kita, akan memiliki kesepakatan sendiri-sendiri dengan diri kita sendiri. Tidak ada celah untuk pertimbangan orang lain. Yang mungkin bisa bernegosiasi dengannya hanyalah kekasih pilihan hati. Dan aku hanya orang lain, bukan kekasih. Dan dia juga orang lain, bukan kekasih.
It was a lovely morning when I left her. And it was a lukewarm memory I love to cherish, while drinking my green tea.
I was her amber, and some one else's her shade of gold.
Ada waktu di mana kita ingin menanyakan tempat kita di hati seseorang. Bukan untuk menagih cinta, tapi sekedar ingin tahu bagaimana ia menyikapi hati kita yang mudah pecah. Dalam hidup, jatuh cinta tidaklah pernah menjadi ukuran yang kuperhitungkan sebab aku bisa saja jatuh cinta pada pantai, aku bisa jatuh cinta pada puisi, aku bisa jatuh cinta pada lagu atau masakan. Tapi penting bagiku untuk membalas seseorang dengan sikap yang seimbang, atau mengacuhkannya bila aku tak sanggup. Tak ada pertemuan yang tak ada makna di baliknya. Seluruh pertemuan adalah tak terelakkan. I always grateful for lessons she gave me. I cried for times I lost her company, she's stronghead, I watched her stunned, confused, pained, let go, and gathered her own life back together again. She's beautiful in her own struggle and I celebrated her life by writing this story of her.
We might not in love in one another, we might not find love in one another. I encountered a Taurus on her journey (of finding love). Now I turn around and find that goodbye can taste bitter in the moment, but the after taste can be so sweet.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar