welcome to my world

Nimmer kann ich ruhig treiben was die Seele stark erfaßt. Nimmer still behaglich bleiben und ich stürme ohne Rast -Karl Marx- (fur du?)

secarik kesedihan

Jumat, 08 Oktober 2010

Pada sore ini kunamai jingga itu langit. Aku patuh terduduk pada beton-beton calon jalan yang belum jadi. Asap mengepul perlahan dan yang jatuh tak terasa semoga bukan airmata.

Sebab aku merindukanmu seperti pengamen mendamba uang receh. Berharap akanmu seperti pengemis ingin uang bukan receh.

Tapi luka serasa cuma serpihan remeh dari sebongkah rindu. Duhai, kapan kau datang padaku ? Tak sabar kuwiwidi hari dengan melihatmu pertama kali, tapi aku memang harus pergi. Mengalihkan perasaan ini pada mobil-mobil yang lalu lalang.

Dan aku durja, muram. Secarik kesedihan kubawa menyisir beton-beton jalanan.


Kemarin, untuk M.

0 komentar:

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates